Rabu, 18 November 2015

Undangan pernikahan, kok begini?


Foto milik: For The Love of Stationary
Sumber: Bridestory

“Undangan pernikahan, kok begini? Mirip kayak undangan ulang tahun M** (menyebut salah satu nama resto fastfood yang sering ngadain acara ulang tahun buat anak-anak)”, ujar salah seorang sesepuh di keluarga Chi. Gak ditanggapi, hanya nyengir mendengarnya. Chi pikir yang penting orang tua udah setuju.

Undangan pernikahan Chi dan K’Aie saat itu memang hanya selembar. Konsepnya memang mau dibikin seperti kartu pos. Tapi, sesepuh malah ingetnya kayak kartu undangan ulang tahun hahaha.

Undangan yang hanya selembar itu, satu sisinya menampilkan foto Chi dan calon suami. Fotonya juga cuma lewat photo box yang hasilnya kami scan. Kemudian, kami utak-atik lewat photoshop biar gak kelihatan photo box banget hihihi. *maaf, Chi gak kasih lihat contoh undangannya, ya. Karena waktu itu belum berhijab* Dikasih tulisan juga nama kedua mempelai. Di sisi lainnya, berisi beberapa detil yang memang harus ada di setiap undangan pernikahan. Warnanya kami bikin sephia biar terkesan alami seperti warna tanah.

Sebelum memutuskan berbentuk post card, ada beberapa pilihan lain yang kami pikirkan. Tapi, semuanya gak lazim, sih. Setidaknya untuk ukuran saat itu. Sempet kepikiran message in the bottle, tapi bingung cari botolnya karena udah mepet waktunya. Sempet juga pengen bikin kayak poster film karena kami pernah dapat undangan kayak gitu dan kelihatan keren. Tapi, dipikir-pikir kok kayaknya gede aja ukurannya. Ya, udahlah post card aja hehehe.

Bentuk undangan memang ada beragam. Dari konvensional sampai unik. Ada yang terlihat sangat sederhana hingga mewah. Ada yang berpendapat, undangan gak perlu lah mewah. Sayang kertas dan semakin mewah maka semakin mahal harganya. Mending budgetnya untuk makanan. Tapi, kalau buat Chi terserah yang punya hajat aja, sih. Masing-masing punya pendapat pribadi. Cuma ya kalau bisa, jangan sampai undangan terkesan mewah, giliran makanan apa adanya bahkan kurang. Sama satu lagi, mau sederhana atau mewah sekalipun, jangan lupakan detil penting yang harus ada di setiap undangan.

Ngomong-ngomong, detil apa aja sih yang harus ada di setiap undangan pernikahan?

Nama kedua mempelai dan juga nama orang tua kedua mempelai.

Iya, dong biar tau siapa yang mengundang. Nama kedua orang tua juga perlu karena kadang kita mengenal orang tuanya tapi gak mengenal mempelainya. Nama juga penting karena kadang di dalam satu gedung suka ada 2 hajatan pernikahan. Kalau kita gak tau siapa yang mau nikah, trus mau datang ke hajatan yang mana?

Alamat dan petanya

Namanya juga mengundang, pasti harus kasih alamat. Walopun sekarang udah zamannya google maps, tapi memberi peta di undangan kayaknya masih wajib, deh. Karena waktu itu undangan Chi berbentuk kartu pos dimana spacenya terbatas banget, jadi untuk peta disisipin pakai selembar kertas.

Tanggal pernikahan

Sama jamnya juga. Nanti bingung orang mau datang kapan. Tapi, teman-teman pernah gak datang ke acara undangan eh gak taunya salah lihat tanggal. Kalau itu sih sih salah sendiri, ya hehehe.

Detil khusus tapi penting

Umumnya pernikahan itu di dalam ruangan. Entah di rumah, gedung, atau hotel. Tapi, sekarang banyak juga undangan pernikahan di ruang terbuka. Sebaiknya dikasih keterangan di undangannya. Karena Chi pernah datang ke undangan yang diadakan di taman. Banyak tamu perempuan yang menggunakan high heels. Masalahnya kalau pake high heels yang ujungnya lancip gitu suka pada nancep di rumput. Akhirnya bikin repot kalau jalan. Untungnya Chi bukan penggemar high heels, sih. Jadi, gak bermasalah saat itu.

Mungkin kita ingin tamu menggunakan dress code. Gak apa-apa juga, sih. Apalagi kalau resepsinya dibikin privat dengan jumlah undangan gak terlalu banyak. Cantumin juga diundangan, kalau ada dress code yang ditentukan.

Ada juga undangan yang cantumin keterangan RSVP. Kalau menginginkan seperti itu harus dicantumkan contact personnya juga. Dan, kita yang diundang harus menghormati. Jangan sampai datang tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Apalagi datang membawa pasukan :)

Detil khusus yang sudah umum saat ini adalah tulisan yang mengimbau untuk tidak memberikan hadiah berupa benda kepada mempelai. Hanya menerima angpau. Waktu Chi menikah, gak ada tulisan seperti itu di undangan, karena kayaknya aturan ini udah jadi umum. Memang semua tamu pada kasih uang, sih. Kecuali beberapa keluarga ada yang memberi kado.

Pokoknya apapun bentuk undangannya, jangan lupa detil terpenting yang harus ada di setiap undangan. Tapi kalau bingung cari undangan, Teman-teman bisa cari infonya di Bridestory. Di sana banyak banget pilihan vendor undangan pernikahan dari seluruh Indonesia bahkan dunia. Coba, deh, pilih-pilih di sana. Atau siapa tau kita jadi dapet inspirasi pengen bikin undangan pernikahan seperti apa setelah buka web www.bridestory.com

post signature

26 komentar:

  1. Saya juga waktu nikah pengin undangannya sederhana, yang penting kan info di dalamnya ya, Mbak. Nanti juga bakalan dibuang -_-'
    Tapiiii... Keinginan orang tua beda dengan keinginan saya.

    BalasHapus
  2. Aku sama kayak Hairi Yanti. Penginnya undangan pernikahan yang biasa aja, tapi orangtua pengin sebaliknya. Undangan pernikahanku tebeleee. 15 biji undangan bawanya kudu pake kardus. :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi pengen liat undangan mba haya :D

      Hapus
  3. Undanganku dulu jg heboh krn aku anak perempuan satu2nya. Yg bikin bete itu persoalan titel, mau dimuat apa nggak.

    BalasHapus
  4. Aku nggak punya undangan kawinan :((

    BalasHapus
  5. dulu undangan nikahan ku juga sederhana aja mak...cuma nampilin foto2 kolase hitam putih aja. Dan aku setujunya mendingan undangan sederhana, tapi makanan aman melimpah jd yang dtg ke nikahan kita juga puas kan ;)

    BalasHapus
  6. Wah cocok nih web nya buat tmn ku yg mau nikah :)

    BalasHapus
  7. Undangan pernikahanku dibuatin sama bapak dan kami berdua tahunya beres. Mungkin bisa saya kasih tahu Fira dulu ya, besok seperti postcard saja simple but complete

    BalasHapus
  8. Tantangan anak jaman sekarang. Diperbolehkan untuk menikah sederhana oleh orang tuanya hehehehe.

    BalasHapus
  9. Undangan pernikahanku kayak apa yya hihii ish lupa. Tapi aku sama suami yg merancang krn semua urusan nikah kami yg atur, semua family termasuk ortu dan mertua hanya boleh mendoakan aja :)

    BalasHapus
  10. Ngomongin undangan pernikahan, da aku mah gk pernah bikin undangan. Resepsi juga ngga, sukuran doang. Jd gk punya pengalaman deh haha. Unik juga ya undangan konsep postcard. Kepikiran ajaaaa

    BalasHapus
  11. Aku masih nyimpen undangan nikahanku dulu.Sederhana banget..

    BalasHapus
  12. Bahan,ukuran, dan isi undangan beraneka ragam. Demikian pula harganya. Kata cucu saya undangan ngak perlu mahal2. Jika undangan kurang bagus nggak ada yg ngomongin tapi jika konsumsi kurang dan nggak bagus akan jd bahan omongan.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  13. Bahan,ukuran, dan isi undangan beraneka ragam. Demikian pula harganya. Kata cucu saya undangan ngak perlu mahal2. Jika undangan kurang bagus nggak ada yg ngomongin tapi jika konsumsi kurang dan nggak bagus akan jd bahan omongan.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  14. aku dulu undangane biasa aja mbak xD... ga mikir undangan :v..yang penting nyampe..
    yang pake undangan itu org tua buat temen2nya :v

    BalasHapus
  15. Jadi flashback dulu awalnya aku jg buat undangan yg nyatu dgn amplopnya. Tapi ortu gak setuju, 'mau nikah apa ultha' :D menurut beliau kita harus menghormati org yg kita undang. Undangan harus ada amplopnya isinya hardcover gitu menurut beliau. Ya Wes nurut aja yg penting buat kita doa restu ajah hahaha

    BalasHapus
  16. Undangan saya juga sederhana, cari yang murah hahaha. Tapi kebanyakan sih malah diundang pake e-invitation aja, lebih hemat. Bisa ganti-ganti desain lagi :D

    BalasHapus
  17. Aku setuju siiih, undangan sebaiknya dibikin simple aja, karena....akhirnya kan bakal dibuang ...hiks...

    Mendingan budgetnya buat makanan ajaaa..
    Undanganku dulu juga simple siih, dan tipiiis dan muraaah bhahahaha...

    BalasHapus
  18. Klo liat undangan jaman sekarang unik2,lucu2, tadinya pingin yg kayak gitu tp ujung2nya lebih milih yg simple... cuma 1lembar hardcover bolak-balik, krn hardcover jd undanganya bisa buat kipas2 :D

    BalasHapus
  19. klo aku nikah bsk ngga maw pajang foto di undangan wkwwkwk

    BalasHapus
  20. Sebenarnya sih wkt itu mau cantumin daftar menu di undangan, Mba

    Cuma ga dpt ijin dari berbagai pihak

    BalasHapus
  21. aku gk pke undangan, critanya ngirit :D

    BalasHapus
  22. menurutku jangan terlalu simple banget..ntar yg diundang malah berasa kurang dihargai....yh kalo bisa diamplopin juga ya,..maksudnya dimasukin..

    BalasHapus
  23. undangan saya waktu itu satu lembar dilipat jadi 3, kertas lumayan tebel sih tapiiiiii tanggalnya salah gaar2 si masnya salah cetak, akhirny aku balikin dan ditempel stiker sama mereka karena waktu mepet :(

    BalasHapus
  24. Di tempat saya percetakan undangan2 cantik gak laku... coz masyarakat d sini undangan nikahan pake kertas tipis sederhana. Tapiii... undangannya itu dimasukkan ke dalam nasi box. Ada juga kue bolu, brownies, dll. Jadi di tempat saya yg laku itu toko kue atau usaha katering hehehe... selama tinggal di sini gak pernah dapat undangan2 cantik seperti di kota. Dapetnya ya itu, undangan sederhana yg diletakkan di dalam box makanan. (Jatuhnya lebih mahal sepertinya undangan dengan sistem begitu) 😊

    BalasHapus
  25. Saya pernah dapet undangan teman kantor yang lux banget, sampe ngga enak pas mau buang ke tempat sampah pas tanggalnya udah lewat :D

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge