Rabu, 29 Juli 2015

Besok Mau Bawa Bekal Apa?

PR pertama yang Chi lakukan setelah liburan panjang adalah 'menormalkan' kembali jam tidur malam mereka. Biasanya Keke dan Nai tidur malam sebelum pukul 9. Tapi selama libur panjang, mereka bisa agak larut malam tidurnya. Kalau cuma sesekali, biasanya gak akan mengganggu. Tapi kalau terus-terusan larut malam, kebiasaan bisa jadi berubah. Yang tadinya tidur cepat jadi larut.

Konsisten memang penting [Baca: 3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh - Bagian 2]. Tapi kenapa Chi agak melonggarkan kebiasaan tidur mereka karena Chi pikir lagi liburan. Gak apa-apalah mereka sedikit merubah kebiasaan. Walopun konsekuensinya memang jadi pekerjaan rumah yang harus Chi selesaikan supaya jam tidur mereka kembali normal.  Dulu, mungkin agak sulit. Tapi sekarang ini seiring dengan bertambahnya usia, mereka semakin bisa dikasih tau. Udah mulai berkurang drama-drama untuk menormalkan jam tidur malam.

PR berikutnya adalah urusan bekal sekolah. Dan PR yang kedua ini bisa berlangsung sepanjang tahun ajaran. Istirahatnya pas libur aja hehehe.

Senin, 27 Juli 2015

Persiapan Perlengkapan Sekolah di Tahun Ajaran Baru

Libur udah selesai, ya. Besok bakal jadi hari rempong buat banyak ibu, nih. Hari pertama sekolah, kembali menyiapkan bekal, dan lain-lain hahahha. Etapi Chi belum ikutan rempong karena Keke dan Nai masih libur. Ya, paling Chi rempongnya sama urusan beberes karena abis mudik dan liburan hehehe.

Ngomong-ngomong tentang persiapan perlengkapan sekolah di tahun ajaran baru, biasanya ini yang Chi lakukan?

Seragam

Cek-cek semua seragam. Gak cuma baju sama celana/rok aja tapi juga segala atribut. Kalau Keke biasanya setahun sekali ganti seragam. Setiap tahun, pertumbuhan tinggi badannya lumayan cepat. Selalu aja seragam atasan jadi kekecilan. Sedangkan untuk celana sellau kependekan. Padahal udah disisain lipatannya rada banyak tapi setiap satu semester, lipatannya dibuka hehehe.

Sabtu, 25 Juli 2015

Ke Mall Wajib Pakai Sepatu

Beberapa waktu lalu, salah seorang teman blogger bercerita kalau keponakannya cedera kakinya karena memakai sandal karet saat ke mall saat naik escalator. Gak usahlah ya saya sebut merk sandal karetnya karena sebelumnya sudah cukup sering Chi membaca kejadian anak yang kakinya cedera ketika di escalator saat beralaskan sandal karet tersebut. Jadi Chi pun berasumsi kalau sudah banyak yang tau sandal apa yang dimaksud. Lagipula Chi rasa kayaknya gak cuma sandal merk itu aja, sih. Cuma kebetulan aja ini merk terkenal hehehe.

Masih sangat jelas dalam ingatan, bertahun-tahun lampau saat Chi dan adik-adik masih pada kecil juga pernah mengalami insiden di eescalator. Salah seorang adik Chi pernah cedera kakinya. Kalau kronologis detilnya sih udah agak lupa. Tapi yang jelas saat itu adik Chi pakai sandal jepit karet. Dan setelah insiden terjadi kesimpulannya adalah sandal jepit yang dipakai. *Kalau dulu sandal jepit, sekarang sepatu karet. Tapi persamaannya adalah sama-sama karet :D* Trauma sama escalator sih enggak. Malah lebih enak naik escalator daripada elevator *lama antrenya kalau elevator hehehe*

sepatu, mall, wajib pakai sepatu ke mall
Ini waktu jalan-jalan berdua sama Nai pake bis. Sepatu kets kayak gini selain enak buat jalan ke mall juga enak buat dipake ngejar-ngejar bis. Sesuatu banget deh pokoknya waktu ngejar bis berdua Nai hahahha

Kamis, 23 Juli 2015

Maceeeettt oh Maceeeett

Akhirnya ngerasain juga yang namanya macet mudik lebaran seperti kebanyakan orang. Rasanya capeeeek...

Selama bertahun-tahun, alhamdulillah kalau Chi mudik lebaran sangat jarang ngerasain macet. Saking jarangnya, Chi sampe lupa kapan terakhir merasakan macet saat mudik atau arus balik di hari raya idul fitri. Mudiknya sih gak jauh-jauh, kok cuma Bekasi-Bandung aja. Udah lebih dari 10 tahun pula gak pernah lebaran di Ciamis. Jadi memang makin gak ngerasain 'nikmatnya' macet hehehehe.

Hari raya idul fitri kali ini, kami sekeluarga pulang 1 hari menjelang hari raya. Sebetulnya sesuatu yang baru juga, nih. Biasanya dari beberapa hari sebelum hari raya, kami sudah ada di Bandung. Udah gitu baru kali ini juga kami berangkat sehabis subuh. Biasanya santai, berangkat pukul 10-an. Lagian biar bisa tidur dulu wkwkkw.

Senin, 20 Juli 2015

Hidangan Hari Istimewa


kekenaima.com ingin mengucapkan
Selamat hari raya idul fitri
taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum”

semoga Allah menerima amalan aku dan kamu, puasaku dan puasamu
Bagaimana hari raya teman-teman? Semoga selalu berada dalam kebesamaan, ya. Seneng banget deh Chi lihat foto kebersamaan dengan keluarga di hari raya yang banyak bersliweran di social media. Pokoknya, semua foto kebersamaan teman-teman di FB dan IG yang tertangkap mata sama Chi dikasih like atau hati semua :D.

Rabu, 15 Juli 2015

Manajemen Popok Untuk Anak Batita

Halloooo... Sudah pada mudik, kah? Yang sedang dalam perjalanan, hati-hati di jalan, ya. Insya Allah, selamat sampai tujuan. Aamiin.

Kali ini Chi mau cerita tentang manajemen popok untuk anak batita. Manajemen popok itu istilah yang Chi buat untuk penggunaan popok bagi anak bayi dan batita *soalnya bingung mau kasih istilah apa hehehe*. Seperti yang kita ketahui, bayi dan batita itu umumnya belum lancar toilet trainingnya. Masih suka buang air kecil atau besar dimanapun. Sebagai orang tua, tentu aja kita diberikan pilihan dengan alasannya masing-masing. Ada yang memilih popok kain, popok sekali pakai, atau popok kain modern *istilah kekiniannya itu clodi alias cloth diaper*

Berdasarkan pengalaman, Chi menggunakan ketiga popok ini untuk Keke dan Nai

Jumat, 10 Juli 2015

Fabian Belajar Alphabet Bersama Boci

Fabian belajar alphabet bersama Boci. Teman-teman KeNai ikutan juga, yuk!

Hai! Ketemu lagi sama Fabian. Masih ingat dia? Chi pernah cerita tentang Fabian di blog ini.  Singkatnya, Fabian ini anak ke-3 dari 4 bersaudara. Dia anak dari adik Chi yang perempuan. Tapi, sejak usia 6 bulan sudah tinggal bersama kami.

Walopun begitu, bukan Chi yang sehari-hari bertanggung-jawab mengasuh Fabian. Mama dan papah alias kakek-nenek Fabian yang sehari-hari mengurusnya. Chi bukannya gak mau mengurus, tapi mengasuh anak dengan pola asuh yang berbeda menurut Chi agak kurang baik untuk anak. Bikin si anak bingung nantinya. Jadi, karena memang papah-mamah yang dari awal berniat mengasuh, ya biarkan saja. Chi, K'Aie dan anak-anak paling hanya sekedar bermain bersama Fabian atau sesekali membantu saja.

Usia Fabian sudah lebih dari 4,5 tahun tapi belum bersekolah. Memang kelahiran akhir Oktober itu rada nanggung, ya. Bisa jadi kemudaan atau ketuaan diangkatannya kalau sekolah. Lagipula mamah dan papah juga pengennya Fabian masuk SD negeri aja. Kalau SD negeri kan minimal 7 tahun usianya, jadi memang sebaiknya tidak terburu-buru masuk TK. Rencananya baru tahun ajaran depan, Fabian baru masuk TK. Biar lulusnya di usia 7,5 tahun lebih.

Rabu, 08 Juli 2015

3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh - Bagian 3

Akhirnya sampe juga dibagian ke-3 alias bagian terakhir hehehe. Langsung aja, ya. Menurut Chi, 3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh - Bagian 3 adalah...

Komunikasi

Chi inget banget, waktu awal menikah, salah seorang kerabat K'Aie yang datang dari Palembang bilang ke Chi supaya dimaklumin kalau mereka 'keras' ngomongnya. Mereka tidak sedang marah, tapi begitulah tipikal logat Sumatera, menurut salah seorang kerabat K'Aie.

Iya, juga sih. Kadang dari logat aja, cara berbicara manusia bisa terlihat berbeda. Ada yang kalem, 'bledak-bleduk', cepat, keras, dan lain sebagainya. Kalau kita terbiasa berbicara pelan dan kalem, bisa di awal jumpa akan terkaget-kaget kalau melihat seseorang yang terbiasa berbicara dengan keras. Jadi berasa kayak dimarahin hehehe. Padahal enggak, itu sih cuma perasaan kita aja. Tapi kalau gak ada yang mau saling menyesuaikan, akhirnya bisa jadi masalah komunikasi. Padahal cuma gara-gara beda logat doang, urusan bisa panjang hehehe

Selasa, 07 Juli 2015

Bersama Serempak untuk Perempuan dan Anak Indonesia

Pedulikah kita terhadap kehidupan perempuan dan anak Indonesia? Kalau iya, mari kita maju bersama Serempak.

Senin, 29 Juni 2015, bersama sekitar 30 orang blogger, Chi menghadiri undangan sosialisasi portal Serempak di kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA). Acara dibuka oleh sambutan dari bapak Wahyu Hartomo, Sesmen KPP-PA. Awalnya, portal Serempak ada di Yayasan Air Putih yang kemudian migrasi ke KPP-PA. Tapi, Serempak bukanlah milik KPP-PA. Serempak itu milik kita bersama yang peduli terhadap perempuan dan anak Indonesia.


Portal Serempak diharapkan mampu membantu mengoptimalkan kerja KPP-PA. Karena seperti yang kita semua tau, teknologi adalah pilar kehidupan zaman sekarang. Dalam pemerintahan pun E-Government mempunyai dampak positif untuk beberapa kasus.

Minggu, 05 Juli 2015

Souvenir Yang (Gak) Merepotkan

Biasanya kalau kita diundang ke satu acara, kita akan mendapatkan souvenir. Kalau ulang tahun anak, biasanya disebut goodie bag. Kalau diundang ke suatu acara juga dapet goodie bag. Isinya bervariasi. Ada yang cuma makanan aja hingga ada benda lainnya. Ada yang goodie bagnya kecil, ada juga yang besar dan banyak.

Tapi, pernah gak dapet souvenir yang dirasa merepotkan? Chi pernah beberapa kali. Biasanya kalau datang ke acara kawinan. Karena Chi itu kalau ke kawinan gak pernah bawa tas. Tas kecil sekalipun gak pernah dibawa *lagian gak punya juga. Masa' ke kawinan pake ransel hehehe*. Karena gak bawa tas, dompet dan hape biasanya ditinggal di rumah, disimpan di mobil, atau kalau HP kadang dipegang aja.

Seperti biasa kalau ke kawinan itu setelah mengisi buku tamu dan memasukkan angpao, kita akan mendapat souvenir. Kalau souvenirnya kecil sih gak masalah. Chi minta K'Aie yang bawain. Paling nanti dimasukkin ke kantong baju atau kantong celana sama K'Aie. Tapi yang repot itu kalau souvenirnya besar. Apalagi kalau ditambah berat. Ribet megangnya, uy! Pas makan tambah ribet lagi hehehe.

Jumat, 03 Juli 2015

Sepeda Kesayangan

Anak-anak pernah atau lagi punya benda kesayangan, gak? Biasanya setiap anak itu suka punya benda kesayangan, ya. Cuma masalahnya kalau benda kesayangannya itu udah seharusnya diganti tapi anak masih mempertahankan. Harus berpikir gimana caranya supaya si anak mau rela melepaskan.

Dulu, Keke pernah punya baju kesayangan. Bisa dibilang selalu cuci-kering-pake. Begitu terus sampe Chi bosen lihatnya pake itu lagi, itu lagi hehehe. Akhirnya itu baju diumpetin. Keke sempet nanya, sih. Tapi untungnya gak sampe ngambek :D

Nai juga pernah punya boneka kesayangan. Begitu bonekanya hilang, dia sedih banget. Sempet keliling-liling cari pengganti boneka teddynya yang hilang. Akhirnya dapet juga penggantinya. Begitu dapet pengganti, boneka yang hilang ketemu *tepok jidat*

Rabu, 01 Juli 2015

Tongsis Untuk Keke

Keke: "Keke beliin tongsis, ya."

Tahun ajaran baru sudah berakhir. Nai mendapat ranking 1 di kelasnya. Taunya ranking 1 karena untuk peringkat 1 sampai dengan 3 mendapat piagam dari sekolah. Kalau Keke, gak tau ranking berapa. Yang jelas sih nilai-nilai akademisnya naik dibandingkan semester ganjil. Dan waktu semester ganjil, Keke peringkat ke-7.

Kalau ranking 1, Nai kepengen dibeliin sepatu roda. Tapi, belum juga kami beliin. Lagian permintaannya juga berubah-ubah. Ntar pengen ini, nanti pengen itu, trus berubah lagi. Keke pun ikutan minta hadiah. Alasannya walopun gak ranking 1 tapi nilai akademisnya kan naik :D

Kali ini dia minta tongsis. Agak surprise juga begitu tau Keke minta tongsis. Karena sekarang ini dia kan susah banget kalau diajak foto. Selalu aja memalingkan muka. Sekalinya menghadap kamera, ekspresinya dianeh-anehin hehehe. Kalau Chi sih seneng aja. Kali aja biar bisa makin sering foto bareng sama anak-anak *modus* :p

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...