Jumat, 27 Februari 2015

Tip Cerdik Hemat Bujet Liburan di Jakarta

tip hemat bujet liburan di Jakarta

Sebagai kota metropolitan, Jakarta dikenal sebagai kawasan yang kurang ramah dalam hal harga untuk para wisatawannya. Bagi para pelancong berkoper tentu itu bukan masalah. Namun, bagi para backpacker, harga tentu menjadi prioritas utama kala berwisata.

Para wisatawan yang mengandalkan dana pas-pasan harus berpikir ekstra keras agar uang yang dibawanya cukup menghidupnya selama berpelesiran ke Ibu Kota. Namun tidak jarang, bujet sudah habis saat liburan belum usai. Alhasil, meminjam dana ke teman ataupun terpaksa pulang lebih awal menjadi pilihan yang realistis dilakukan.

Untuk itu, sebelum berpetualang dengan ransel ke Jakarta, Teman-teman harus menyiapkan segala rencana dengan matang. Ada baiknya pula Teman-teman menyediakan dana tambahan sebagai bahan jaga-jaga jika kehabisan uang di Ibu Kota.

Sebenarnya, Jakarta bukanlah kota yang kejam. Berbagai trik bisa Teman-teman lakukan kala sedang berlibur ke kota ini dengan dana minim. Berikut adalah beberapa tip hemat yang bisa menyelamatkan bujet Teman-teman ketika sedang mengunjungi Ibu Kota untuk berwisata.

1. Beli “Voucher” Hotel Lebih Awal

Saat berlibur, Teman-teman tentu membutuhkan tempat menginap yang aman dan nyaman. Bagi yang punya keluarga di Jakarta itu bukan hal sulit karena mereka bisa menginap di rumah saudara. Namun jika Teman-teman menjadi petualang di Ibu Kota, cara menginap terbaik adalah mencari hotel murah.

Untuk mendapatkan harga yang lebih miring, sebaiknya sebelum berlibur, Teman-teman mulai mencari informasi hotel dan harganya di agen-agen travel online terpercaya. Karena biasanya OTA ini sering mengadakan promo menarik di waktu-waktu tertentu, sehingga teman-teman bisa membeli voucher hotel di Jakarta yang sesuai kebutuhan dan rate yang terbaik.

Namun, kalau pun sedang tidak ada promo, Teman-teman tetap bisa mencari hotel-hotel bertarif murah, misalnya jaringan hotel Ibis ataupun Favehotel yang memang menetapkan rate kamar yang cukup terjangkau. Apalagi, sering kali jaringan-jaringan hotel tersebut memberikan penawaran miring untuk harga inapnya.

2. Cari Hotel Dekat Objek Wisata

Jangan sampai biaya transportasi Teman-teman di Jakarta menghabiskan bujet yang dimiliki untuk liburan. Guna hal tersebut, sebaiknya Teman-teman mencari hotel-hotel yang berada dekat dengan objek wisata yang populer di Jakarta. Lebih baik lagi, carilah hotel di pusat kota karena biasanya daerah pusat memiliki lebih banyak destinasi wisata menarik.

Sebagai contoh, jika Teman-teman ingin sekali mengunjungi Monas dan berbelanja di Pasar Baru yang terkenal dengan produk kain-kainnya tersebut, carilah hotel yang dekat dengan kedua tempat tersebut. Teman-teman dapat memilih menginap di Tune Hotel Pasar Baru ataupun memutuskan bermalam di Amaris Hotel Juanda yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Monas.

Namun jika memang tujuan Teman-teman adalah menikmati berbaga wahana menarik di Dufan ataupun menikmati matahari hari terbenam di Pantai Marina Ancol, lebih baik mencari hotel yang berada di Jakarta Utara. Beberapa hotel yang dekat dengan Ancol dan juga mudah menjangkau pusat perbelanjaan Mangga Dua, antara lain Novotel Jakarta Mangga Dua Square ataupun d’primahotel WTC Mangga Dua.

3. Gunakan Transportasi Massal Bersubsidi

Untuk menyiasati biaya perjalanan wisata Teman-teman selama berada di Ibu Kota, lebih baik menggunakan transportasi massal bersubsidi selama berada di Jakarta. Selain biayanya lebih murah, aksesnya menuju berbagai lokasi wisata juga mudah dan waktu tempuhnya lebih cepat.

Ada dua transportasi massal bersubsidi yang dapat dipilih kala berkunjung ke Jakarta, yaitu TransJakarta dan Commuter Line. Untuk menaiki bus TransJakarta, hanya butuh mengeluarkan dana Rp3.500,00 guna ke segala tujuan, tidak peduli jauh atau dekat. TransJakarta memiliki jalur tersendiri sehingga Teman-teman tidak terlalu berjibaku dengan kemacetan yang kerap merundung kota ini.

Namun jika Teman-teman ingin benar-benar bebas macet, Commuter Line adalah pilihan terbaik. Kereta rel listrik dalam kota yang telah disubsidi ini berbiaya sangat murah serta memiliki waktu tempuh yang tempat. Stasiun-stasiun pemberhentiannya pun dekat dengan berbagai lokasi wisata menarik. Teman-teman bisa turun di Stasiun Juanda jika ingin ke Monas ataupun Pasar Baru. Jika ingin ke museum-museum pun, Teman-teman cukup berhenti di Stasiun Kota.

4. Cari Objek Wisata Gratisan

Banyak objek wisata di Jakarta yang tidak memerlukan biaya untuk memasukinya. Dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata yang gratisan ini, Teman-teman tidak perlu menambah dana untuk membeli tiket masuk tempat wisata tersebut.

Kawasan taman Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu objek wisata yang dapat Anda masuki tanpa biaya, meskipun saat hendak masuk museumnya Anda harus membayar. Anda juga dapat mengunjungi berbagai museum di kawasan Kota Tua yang bebas biaya masuk, seperti Museum Bank Indonesia ataupun Museum Bank Mandiri.

Dengan trik cerdik di atas, dijamin dana Teman-teman akan mencukupi saat berlibur ke Jakarta. Ini karena berlibur seru itu bukan soal masalah dana besar, tapi taktik besar untuk membuat hal-hal kecil menjadi momen berharga sewaktu berwisata.

post signature

32 komentar:

  1. Tapi sekarang busway mesti beli kartu nya 40 ribu :-(
    ngak bisa cuman bayar 3500 aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau yang belum punya kartunya. Makanya enaknya jalan rame-rame. 1 kartu untuk rame-rame aja :)

      Hapus
  2. Naik bis tingkat jakarta city tour mba myra.... Lumayan muter2 jakarta gratis :)

    BalasHapus
  3. Kalau saya masih memilih daerah bogor dan bandung daripada jakarta kalau berwisata. Maklum anak anak masih suka ke wahana dan gunung

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tapi sesekali wisata kota juga asik :)

      Hapus
  4. Makasih tipsnya Mba, sangat bermanfaat...

    BalasHapus
  5. naik commuterline paling asyik kalau menurut aku ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya belom pernah nyobain, Lid :)

      Hapus
  6. pengen nyobain mpok siti yg terkenal entu.... :)

    BalasHapus
  7. Tapi naek Transjakarta maupun Commuterline sama-sama ramenya Chi. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mau sepi, ya, naik taxi. Tapi, kalau naik taxi terus, irit bujet, gak?

      Rame juga bukan berarti selalu gak nyaman, kok. Saya udah pernah nyobain. Nyaman-nyaman aja :)

      Hapus
  8. Comline and busway di waktu tertentu memang kurang bersahabat. Menurut saya, Kenyamanan akan di dapat antara jam 10-15 *orang masih pada di kantor* :)

    BalasHapus
  9. aku punya solusi lebih irit buat jalan di jakarta mak chi.. nebeng temen yang domisili jakarta. keliling jakarta pun pake motor dibonceng temenku. haha

    BalasHapus
  10. Cari yg murah2 plus gratisan :).

    BalasHapus
  11. saya udah pernah naik trans jakarta. tapi belum pernah naik commuter line nih mbak. huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau comline, saya juga belom pernah :)

      Hapus
  12. Tips dan triknya smart juga Mbak.. Nice post.. Aku juga suka berburu wisata gratisan..hehe.. Lumayan bisa refreshing dan menekan biaya ...maklum emak2 kudu hitung2an termasuk urusan wisata...

    BalasHapus
  13. Bukan hanya di kota jakarta saja mbak kalau urusan dengan harga lumayan tinggi bagi wisatawan tapi untuk kota2 lainnya pun suka demikian agar dapat untung lebih besar kali iya pedangnya dan wisatawannya malah bangkrut x_x

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah pentingnya merencanakan. Biar jangan sampe bangkrut

      Hapus
  14. Makasih infonya mbak, aku termasuk salah satu orang yang baru 3 kali menginjakkan kaki di ibukota, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kapan-kapan ke Jakarta lagi, ya

      Hapus
  15. Mau asyiik wisata di Jakarta, perlu tip cerdik ini. Terima kasih Jeng Chi. Pilihan tempat wisata dan pilihan transportasi umum jadi andalan. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Harus cerdik kalau mau jalan-jalan :)

      Hapus
  16. bikin kartu busway itu gimana? apa ada syaratnya or tinggal beli aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau beli harganya Rp50.000, saldonya sekitar Rp20.000 kalau gak salah. Tapi, saya pake E-card dari bank salah satu bank, Mak :)

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge