Rabu, 31 Desember 2014

Liburan Keluarga Dengan Hair Spa Bareng



Nai: “Iiihh! Bunda rambutnya bau coklat!”

Gara-gara Chi hair spa pake coklat, Nai ribuuut aja sama rambut Chi yang wangi coklat. Tapi, biarpun ribut tetep aja diciumin terus rambut Chi sama dia hehehe.

Ceritanya minggu lalu Chi memang di hair spa pake yang wangi coklat. Waktu itu mbak di salonnya nawarin mau coklat, kopi, atau strawberry. Chi sempet bingung, karena ketiga wangi itu Chi suka semua. Akhirnya, Chi cobain yang coklat dulu, deh. Dan, sukses bikin Chi pengen nyeruput secangkir coklat hangat saat di salon hehehe.

Minggu, 28 Desember 2014

Penghapus Melayang

Ketika grup FB 80's and 90's lagi ngehits banget, ada banyak status yang tentu aja bikin Chi ketawa ngakak karena bernostalgia. Salah satunya adalah ketika ada yang mengupload foto penghapus papan tulis kapur dan hubungannya dengan guru. Untuk kita yang hidup di tahun tersebut akan langsung mengerti hubungannya. Apalagi kalau bukan tentang 'penghapus melayang'  bila ada anak yang dianggap nakal.

Sampe kemudian timbulah perdebatan. Ada yang merasa anak-anak zaman sekarang itu kurang tangguh. Karena kalau sampe ada kejadian 'penghapus melayang' saat ini, pasti gurunya akan kena kasus. Tapi ada juga yang bilang kalau 'penghapus melayang' bukanlah sesuatu yang lucu karena itu termasuk salah satu bentuk kekerasan terhadap anak.

Bisa ditebak, selanjutnya terjadilah perdebatan... Hari gini, grup manapun kayaknya gak lepas dari perdebatan, ya. Cape, deeehh...

Rabu, 24 Desember 2014

"Bun, Jangan Peluk Ima."

Tadi sore, Nai bilang kalau dia gak enak badan. Pas Chi pegang, badannya memang panas sekali. Setelah dikasih obat, diselimutin. Chi pun peluk badannya karena dia kelihatan agak menggigil padahal udah diselimutin..

Nai: "Bun, jangan peluk-peluk Ima. Nanti Bunda ketularan."

Tangan Nai pun mencoba mendorong badan Chi supaya menjauh.

Bunda: "Menurut adek, tugas seorang Bunda itu apa sih kalau anaknya lagi sakit?"

Tanpa ada omongan, Nai pun langsung memeluk Chi kenceng-kenceng. Padahal tadinya Chi disuruh menjauh.

Bunda: "Udah, Adek gak usah mikirin Bunda bakal ketularan atau enggak. Yang penting Adek gak menggigil setelah dipeluk sama Bunda."

Nai pun mengangguk.

Bunda: "Lagipula, kalaupun Bunda sampe ketularan. Berarti nanti giliran Adek yang pijitin Bunda."
Nai     : "Bundaaa!!" *Nai mulai kelihatan senyumnya lagi sambil mukul-mukul Chi.
Bunda: "Hahahahaha.. Iya, Bunda becanda. Udah sini Bunda peluk. Istirahat, ya."

Gak lama kemudian, Nai pun tertidur. Chi terharu banget sama kejadian tadi. Menurut Chi, itu salah satu bentuk kami menunjukkan kasih sayang. Chi yakin kalau Nai juga sebetulnya pengen dipeluk. Tapi, dia khawatir kalau dipeluk, Bundanya akan ketularan sakit.

Tentu aja Chi gak bisa mengabulkan permintaannya yang menolak dipeluk. Tapi, Chi juga harus memberikan penjelasan kepadanya supaya jangan khawatir Bundanya akan tertular. Chi rasa Nai mengerti. Buktinya dia langsung balik meluk Chi tanpa ada kata-kata.

Duh, Dek! Bikin Bunda terharu aja, sih. Cepet sembuh, ya, Cantik. Libur sekolah masih lama, nih :)


post signature

Gandengan Tangan, Yuk!

Salah satu acara parenting yang Chi suka, yaitu Jo Frost, setiap episodenya selalu ada potongan-potongan keluhan beberapa orang tua. Yang anaknya susah makan, kecanduan game, yang begini, yang begitu. Seringkali orang tua merasa mereka itu yang paling menderita. Sedangkan orang tua lain itu kayaknya gak punya problem parenting sesulit mereka. Padahal menurut Jo Frost, umumnya orang tua punya problem yang sama.

Waktu Chi datang ke acara parenting "Bermain Pintar Optimalkan Stimulasi Anak", Dr Tetty mengatakan kalau orang tua itu suka ada yang ngirian. Melihat anak orang lain gemuk, dia ngiri kenapa anaknya gak gemuk. Dr Tetty berpesan kalau setiap anak itu spesial. Bahkan dengan anak kembar identik sekalipun gak bisa disamakan.

Menurut Chi, keduanya itu ada benang merahnya. Menurut Jo Frost, disinilah gunanya sesama orang tua saling bercerita. Saling berbagi pendapat berdasarkan pengalaman masing-masing. Sehingga orang tua yang sedang merasa mempunyai masalah tau kalau dia tidak sendiri. Akan merasa lebih ringan menyelesaikan masalah kalau saling berbagi.

Hmmm... ucapan Jo Frost ada benarnya. Sayangnya kadang kita suka langsung merasa iri melihat keadaan anak orang lain. Misalnya kita iri melihat anak lain gemuk, sementara anak kita kurus. Atau kita iri melihat anak lain udah bisa jalan, sementara anak kita belum. Padahal anak kita sebetulnya baik-baik aja, tapi rasa iri yang membuat kita berpikir kalau punya masalah.


Senin, 22 Desember 2014

Nonton Bioskop Di Rumah


Nemuin foto lama, nih. Foto waktu kami sekeluarga melihat album foto menggunakan proyektor. Hmmm… udah lama juga kami gak bikin kegiatan seperti ini. Di blog ini Chi pernah cerita kalau untuk mengisi wiken kami suka nonton ala bioskop di rumah. Tepatnya di kamar. Caranya, speaker tambahan diaktifkan, lampu dimatikan, lalu siap-siap deh kami sekeluarga kruntelan bareng di kamar untuk nonton bersama.

Kalau nonton ala bioskop di kamar masih suka kami lakukan sampai sekarang. Sedangkan kalau pake proyektor udah lama banget, nih. Mendadak jadi kangen dan kepengen gara-gara lihat foto ini. Bedanya dengan nonton di kamar adalah layarnya yang lebih besar.

Alat-alat yang diperlukan itu diantaranya adalah laptop dan proyektor. Untuk layarnya bisa pakai tembok atau seprai warna putih bersih. Jangan ditanya ke Chi gimana caranya masangnya, ya. Itu urusan K’Aie. Chi tau beres aja karena gak ngerti urusan pasang-memasang hahaha.

Jumat, 19 Desember 2014

Liburan Jadul


Iyeeess! Udah masuk liburan sekolah lagi, nih! Yang libur sekolah itu memang Keke dan Nai, tetep aja Chi ikutan seneng. Karena kalau mereka libur, berarti rutinitas keribetan di pagi hari ikutan libur dulu hehehe.

Walopun begitu, gak akan bertahan lama kalau mereka gak dicariin kegiatan pengisi liburan. Di rumah memang ada gadget dan konsol game, tapi kayaknya kalau setiap hari main itu mereka juga bosen. Pasti deh suka uring-uringan. Ujung-ujungnya suka nanya kapan masuk sekolah?

Ada sih rencana jalan-jalan untuk liburan kali ini. Tapi kan full selama liburan jalan-jalannya. Jadi, Chi tetep harus mikirin bakal ngapain selama di rumah. Kepikir untuk bikin liburan dengan tema “Libur Jadul.” Gaya bener, ya, pake ada tema segala :p

Rabu, 17 Desember 2014

Bermain Pintar Optimalkan Stimulasi anak


"Gimana dia mau pintar. Setiap hari kerjanya cuma main. Susah kalau diajak belajar."

"Anak saya maunya main terus. Gimana ya caranya supa mereka mau belajar?"

Seringkah kita mendengar ucapan seperti itu? Atau jangan-jangan kita termasuk yang pernah mengucapkannya?

Sebetulnya, ucapan tersebut gak sepenuhnya salah. Tapi, juga gak sepenuhnya benar. Seringkali kita berpikir kalau yang namanya belajar itu berarti harus duduk manis di meja belajar, menghapalkan sejumlah teori atau mengerjakan soal matematika yang (mungkin) bikin pusing. Padahal yang namanya belajar itu sebaiknya sambil bermain.

Dunia anak adalah dunia bermain. Kita gak boleh menghilangkan dunia itu dari mereka seberapa pun beratnya dunia pendidikan. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan bermain pintar.

Minggu, 14 Desember 2014

Jangan Nol Pengetahuan Sejarah Kalau Jalan Jalan Ke Kota Tua


Hari Minggu 16 November 2014, kami sekeluarga jalan-jalan ke Kota Tua. Rencana yang udah cukup lama tapi baru terlaksana. Sempet khawatir akan gagal lagi karena November sudah mulai memasuki musim hujan. Apalagi, minggu pagi hujan mulai turun dan gak tau apa akan ada tanda-tanda berhenti atau tidak.

K'Aie: "Kalau gak brenti juga, nanti kita naik mobil aja."
Chi: "Gak mau, ah. Ayah kan tau alasannya."


Chi memang pengen banget ngajak Keke dan Nai jalan-jalan ke Kota Tua. Gak cuma untuk wisata sejarah, tapi juga mengajak mereka naik kendaraan umum. Keke dan Nai memang cukup jarang naik kendaraan umum. Jadi, Chi pengen mengenalkan ke mereka biar jangan sampai asing sama sekali dengan kendaraan umum. Setelah googling, kayaknya ke Kota Tua itu tempat yang tepat untuk mengenalkan mereka dengan kendaraan umum. Karena lumayan komplit, ada Trans Jakarta hingga Commuter Line.

Jumat, 12 Desember 2014

CnS Junior Grand Competition 2014


Bunda, tadi di sekolah ada audisi spelling bee buat diikutin lomba."

Keke dan Nai saling rebutan bercerita tentang audisi spelling bee yang diadakan di sekolah. Kalau Keke bilang dia malas ikutan lomba dan sengaja disalah-salahkan jawabannya supaya gak terpilih. Nai kebalikannya, dia terlihat sedikit kecewa karena gak terpilih.

Bunda: "Keke kenapa disalah-salahin jawabannya?"

Keke: "Keke males ikut lomba, Bun!"

Bunda: "Ya, kalaupun gak disalah-salahin belum tentu juga kepilih, kan? Berusaha maksimal aja dulu."

Keke: "Iya, deh. Iyaaaa..."

Bunda: "Nai masih kecewa?"

Nai: "Enggak, sih. Cuma sedikiiiitt aja tadi."

Bunda: "Gak apa-apa juga kecewa. Asal jangan berlebihan."

Sebetulnya dalam hati Chi agak sedikit serba salah ketika menasehati Keke. Chi minta Keke jangan sengaja menyalah-nyalahkan jawaban. Tapi, seandainya dia berbuat yang terbaik dia bisa trus kepilih gimana? Sedangkan Keke gak ingin ikut sama sekali. Hmm.. mungkin ke depannya, Chi akan minta Keke untuk berterus terang aja kalau memang gak ingin. Tentunya harus punya alasan yang kuat dan tepat.

Rabu, 10 Desember 2014

Creativepreuneur School

 Ini ada di samping Graha Bhakti Budaya. Gak tau untuk acara apa.

Chi: "Yah, udah beli tiket Sayap-Sayap Mimpi belom?"

Ternyata K'Aie lupa. K'Aie langsung sms contact person pertunjukkan dan buka web penjualan tiket Sayap-Sayap Mimpi.

K'Aie: "Kita mau yang kelas berapa, Bun?"
Chi: "Sebetulnya paling enak VIP, ya. Tapi, lumayan banget kalau dikali 4. Kalau kelas 2 kejauhan posisinya. Paling pas harga kelas 1, sih. Tapi enak gak sih nonton dibagian sayap?"
K'Aie: "Ambil yang deket sama VIP aja. Jadi, gak terlalu minggir nontonnya."

Kami pun sepakat memilih tiket kelas 1. FYI, harga tiket VIP Rp150.000,00, kelas 1 Rp100.000,00, kelas 2 Rp75.000,00. Gak lama kemudian, kami menerima sms dari cp pertunjukkan.

K' Aie: "Kok, katanya harga tiketnya Rp50.000,00 per orang?"
Chi: "Setau Chi, harga segitu untuk pelajar. Mungkin disangkanya kita mau bawa rombongan pelajar karena nontonnya siang kali."

Sotoynya, kami gak tanya balik lagi. Langsung transfer sejumlah Rp400.000,00 setelah itu konfirm. Setelah dapat sms balasan, kami baru tau kalau untuk pertunjukkan siang semua harga dipukul rata jadi Rp50.000,00 per orang. Sasaran utama untuk pertunjukkan siang memang untuk pelajar. Jadi, pengunjung yang bukan pelajar pun tetap dikasih harga pelajar. Tapi, karena harganya disamakan jadinya gak ada kelas-kelas. Wah bisa berebutan, nih! Ada beberapa pilihan untuk kelebihan uang yang kami bayar. Kami memilih untuk didonasikan ke Sanggar Akar saja.

Senin, 08 Desember 2014

Kurikulum Teaching With Love

Lagi heboh pro-kontra tentang kurikulum 2013, ya? Etapi, kapan sih kurikulum di negara kita gak rame dengan yang namanya pro-kontra? Dari sebelum ada kurikulum 2013 juga kurikulum yang sebelum-sebelumnya selalu rame pro-kontra. Emang gak pernah sepi kalau ngomongin kurikulum hehehe.

Kalau ditanya suka atau tidak dengan kurikulum 2013, Chi akan jawab iya. Oiya, Chi pro untuk K13 yang SD, ya. Kalau yang SMP/SMA masih no comment. Belom ngerasain hehe. Tapi terlepas dari apakah Chi pro atau kontra dengan kurikulum baru ini yang penting adalah Teaching With Love.

Kalau dikatakan Chi pro dengan kurikulum 2013, tapi bukan berarti dengan kurikulum sebelumnya Chi selalu kritik dan mengeluh terus-terusan, lho (Bisa dibuktikan dengan membaca tulisan-tulisan Chi di file metode belajar). Boleh aja berpro-kontra, tapi kalau Chi hanya fokus kepada kritik dan mengeluh malah jadinya lupa untuk mengajarkan Keke dan Nai. Padahal materi pelajaran segabruk yang harus dipelajari. Lagipula semua kurikulum itu ada ribetnya masing-masing tapi juga ada keuntungannya masing-masing. Gak ada yang 100% sempurna atau 100% buruk.

Selasa, 02 Desember 2014

Makan Mewah Tapi Murmer Karena BCA KlikPay

Chi: “Yah, pernah belanja pake BCA KlikPay, gak?”
K’Aie: “Pernah. Kenapa memangnya?”
Chi: “Enggak, sih. Cuma pas Chi ke web KlikBCA ngelihat tulisan BCA KlikPay gitu. Pas Chi klik, ada daftar merchant. Itu untuk belanja online, ya?”
K’Aie: “Iya. Gampang kok pakai BCA KlikPay”
Chi: Asik, dong! Nanti siang, Chi coba lihat-lihat lagi, ah.”

BCA KlikPay

Chi dan K’Aie memang gemar belanja online. Udah makin males aja belanja di mall. Udara di luar lagi geraaahh, trus makin males ketemu macet. Bedanya kalau Chi lebih sering belanja baju dan selalu ‘kalap’ kalau beli buku. K’Aie seringnya belanja peralatan adventure dan computer.

Senin, 01 Desember 2014

Sayap Sayap Mimpi

Sayap Sayap Mimpi
Sinopsis - Sebuah kisah yang terinspirasi oleh perjuangan beberapa kaum muda untuk menemani anak-anak yang dipinggirkan, untuk mewujudkan mimpi berkembang menjadi pribadi yang berintegritas. Perjuangan berawal dari pertemanan Sukma, Raga, dan beberapa mahasiswa dengan anak-anak jalanan, anak-anak pemukiman urban seperti Genta, Atta, Riska, dan Wiwi.
Kepercayaan yang kemudian tumbuh diantara mereka, menumbuhkan kebiasaan berdialog. Merencanakan segala hal yang dibutuhkan demi kebaikan anak. Termasuk mendirikan Rumah Kita, tempat mereka belajar hidup. Perjalanan pertemanan masih berlanjut, meskipun sudah ada regenerasi. Peran-peran Sukma dan Raga yang sudah mulai menua digantikan oleh Genta dan teman-temannya.

Adegan anak-anak pinggiran sedang tertidur  di dalam rumah tanpa kasur atau alas lainnya. Dinding rumah yang hanya berlapisan koran dan ada bagian yang sobek merupakan adegan pembuka teater musikal Sayap-Sayap Mimpi.

Satu per satu adegan berganti. Kehidupan yang banyak Chi tau lewat berbagai media atau melihat langsung ketika berada di luar rumah. Rumah dan lingkungan yang kumuh. Ancaman dan berujung dengan kerusuhan ketika tempat mereka bernaung akan digusur karena 'kalah' dengan rencana pembangunan kota. Keluarga yang kurang harmonis gara-gara urusan ekonomi. Beban sekolah yang berat, dan sebagai anak mereka pun harus ikut mencari nafkah dengan mengamen. Dikejar dan ditangkap tramtib. Menyogok tramtib ketika salah seorang dari mereka ditangkap. Demo menuntut teman mereka di lepas setelah ditangkap tramtib. Perkelahian sesama anak jalanan. Bener-bener potret kehidupan masyarakat pinggiran. Kehidupan yang berat terutama bagi anak-anak.

Pasukan tramtib yang berseragam orange ini menari dengan lucu. Tapi, kalau dalam dunia nyata kayaknya gak ada lucu-lucunya, ya hehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge