Senin, 31 Maret 2014

Pekerjaan Rumah

Sekolah Keke dan Nai sebetulnya termasuk yang jarang kasih PR. Kalaupun kasih, gak banyak. Pokoknya masih cukup nyantai lah kalau urusan PR.

Hari Kamis lalu (27/3), Nai ngasih Chi 1 pertanyaan tentang agama.

Bunda : "Pasti, itu PR agama, ya?"
Nai      : "Iya."
Bunda : "Guru agama Ima yang sekarang pasti kalau kasih PR itu gak pernah ada di buku jawabannya. Harus cari tau sendiri. Untung ada internet."
Nai      : "Bunda itu waktu kecil gak pernah dapet PR, ya?"
Bunda : "Pernah, lah. Kenapa gitu?"
Nai      : "Abis Bunda sering keliatan jutek kalau udah ngomongin PR."
Bunda : "Masa, sih? Enggak, ah... Trus apa hubungannya sama Bunda waktu kecil?"
Nai      : "Karena dapet PR itu enak. Tapi, karena Bunda gak pernah dapet PR waktu kecil, jadi gak bisa ngerasain enaknya dapet PR. Makanya jutek."

*^&#^%%(&^&%&&&*^)& *baru kali ini denger yang namanya dapet PR itu enak hihihi. Etapi, seharusnya Chi bersyukur, ya :D

Kamis, 27 Maret 2014

Dunia Anak Adalah Dunia Bermain

Sumber: Fanpage AYAHBUNDA

Salah status fanpage Ayahbunda, menarik perhatian Chi. Menarik perhatian bukan tentang cara mengajarkan agar anak rajin sikat gigi, tapi tertarik kalimat 'dengan membuat suasana yang menyenangkan.'

Chi 100% setuju dengan potongan kalimat tersebut. Gak hanya berlaku untuk mengajarkan anak sikat gigi, tapi dalam banyak hal, mengajarkan anak itu harus dibuat dengan suasana menyenangkan. Alasannya hanya 1, yaitu dunia anak adalah dunia bermain.

Rabu, 26 Maret 2014

Mengajarkan Nai Tentang Pembagian

Memasuki semester kedua di kelas dua ini, Nai mulai belajar tentang pembagian. Sebelum belajar tentang pembagian, tentu aja Nai harus belajar perkalian. Alhamdulillah, gak terlalu sulit mengajarkannya perkalian selama dia gak terburu-buru.

Ketika memasuki pelajaran pembagian, Nai mulai mengalami kesulitan. Terutama kalau angka yang harus dibagi sudah ratusan. Misalnya, 153 : 3 = ...

Mengajarkan pembagian ke Nai dengan cara tahapan-tahapan konvensional, bikin dia tambah bingung. Cara yang tepat adalah dengan bercerita. Nai yang gaya belajarnya lebih ke visual dan bercerita memang lebih mudah menangkap sesuatu dengan cara bercerita. Biar, gampang jelasinnya, Chi kasih contohnya, ya..

Selasa, 25 Maret 2014

Benteng Van Der Wijck

Rencana di hari kedua, dari Gombong kami akan menuju ke Jogja. Bermain seharian di Jogja kemudian sore atau malam harinya pulang ke Bandung. Pengalaman hanya sekejap di Jogja saat liburan sekolah lalu, bikin Chi ngebayangin bakal bisa memuaskan diri lagi di Jogja walaupun gak menginap.

Chi pengen ngajak Keke keliling Jogja naik becak karena Keke suka banget naik becak. Trus pengen ngajak Keke juga melewati tantangan melintasi 2 pohon beringin kembar. Waktu liburan sekolah lalu, gak kesampaian merasakan tantangan ini.

Tapi, rencana tinggal rencana...

Senin, 24 Maret 2014

Menuju Gombong


Seminggu setelah kumpul keluarga saat syukuran sunatan Keke, keluarha besar Chi kembali berkumpul di Bandung. Kali ini, kami berencana menuju Gombong. Bukan untuk jalan-jalan, tapi membesuk mamang Chi (adik kandung mamah) yang baru aja pulang dari rumah sakit. Lebaran lalu, mamang Chi dan keluarganya gak ikut berlebaran Bandung. Mamang Chi harus dirawat di rumah sakit saat lebaran karena kesehatannya.

Dengan menyewa bis, kami berangkat dari Bandung. Jalan-jalan sama keluarga besar emang paling enak kalau pake bis. Rame, seru, dan kebersamaannya berasa banget. Perjalanan Bandung-Gombong yang seharusnya gak terlalu lama, saat itu membutuhkan nyaris 12 jam karena macet total di daerah Gentong. Tapi, karena perginya rame-rame, berasa seneng aja.

Sabtu, 22 Maret 2014

Masih Kecil Sudah Mencuri

Pohon Mangga

Dihalaman depan rumah, ada pohon mangga. Pohonnya pendek, tapi buahnya banyak. Sampe itu pohon sekarang udah gak ada, Chi gak pernah nyicipin mangganya sekalipun. Diambilin sama anak-anak kecil yang lewat, dan kalau kepergok kabur. Pohonnya udah gak ada karena terserang rayap.

Pohon Rambutan

Setelah ditebang, diganti dengan pohon rambutan. Pohonnya juga pendek dan mulai berbuah. Tapi, sekarang juga buahnya mulai diambilin sama anak-anak kecil lagi yang lewat.

Jumat, 21 Maret 2014

Bangku Guru

Bangku guru. Sesuatu yang sempet bikin Chi kesel hari rabu lalu, tapi hari ini bikin Chi ngikin setelah mengetahui cerita lengkapnya.

Hari Rabu lalu, Chi sempet bingung kenapa Keke kok gak keluar juga dari kelas. Biasanya dia udah nunggu di pintu gerbang sekolah. Karena gak keluar juga, akhirnya Chi samperin ke kelasnya. Dan, ternyata dia lagi asik menulis sementara seluruh teman-temannya udah pulang.

Dalam hati, Chi udah menduga kalau Keke pasti lagi dihukum. Karena rasanya belum pernah Keke serajin itu kalau bukan karena lagi dapet hukuman hehe.

Rabu, 19 Maret 2014

Syukuran Sunatan Keke

rumah makan mang engking

Kayaknya untuk urusan yang kayak gini, Chi dan K'Aie termasuk lempeng hehe. Waktu Keke disunat, kami bersyukur kalau akhirnya Keke mau disunat. Tapi, ya udah begitu aja. Malah yang ada, pulang dari rumah sunatan, di rumah Mamah udah menyambut dengan menu ayam panggang yang nikmat.

Senin, 17 Maret 2014

Suami Saya...


Judul postingan ini, sengaja Chi samain dengan judul tulisan yang masuk ke majalah Good Housekeeping Indonesia, sekitar 1 tahun lalu. Tulisan pertama Chi yang masuk media cetak, dan setelah itu belom ada lagi *karena gak ngirim-ngirim lagi :p

Tulisan itu menceritakan tentang kejadian dimana Chi dan beberapa orang teman lama ngobrol-ngobrol di dumay. Karena udah lama gak ngumpul, kami berencana untuk ketemuan. Chi bilang kalau mau ngumpul sebaiknya hari Sabtu atau Minggu. Karena Chi cuma bisa di 2 hari itu. Alasannya, kalau wiken K'Aie libur, jadi anak-anak bisa ditemenin sama K'Aie.

Selasa, 11 Maret 2014

Tidur Sendiri? Mulai Kapan?

Mulai umur berapakah sebaiknya anak dibiasakan tidur sendiri? Menurut beberapa sumber, ada yang bilang sejak lahir, sebaiknya sebelum adiknya lahir, setelah usia 2 tahun, dan lain sebagainya. Jawabannya beragam dengan segala alasannya. Sementara Keke dan Nai baru mulai tidur sendiri setelah mereka diusia SD hehehe.

Dari lahir, Keke dan Nai memang gak Chi biasain tidur sendiri. Pernah, sih, waktu Keke lahir dibeliin ranjang bayi sama orang tua Chi. Tapi, jarang dipake. Chi kan kalau nyusuin Keke lebih suka sambil tidur. Dan, Keke juga nyamannya seperti itu. Pake ranjang bayi malah repot. Kalau Keke pengen nyusu, Chi harus bangun. Selesai nyusu, gendong lagi ke ranjangnya. Mending kalau udah gitu dia tidur, biasanya malah jadi kebangun. Jadi, mendingan tidur seranjang aja, deh. Ranjang bayi dipake buat naro beberapa baju gantinya :D

Dan, itu terulang lagi saat Nai lahir. Apalagi Nai, sempet ngerasain yang namanya bau tangan. Kalau dipindahin ke ranjang bayi malah gak bakal tidur, pengennya digendong. Jadi, mending satu kasur aja bareng-bareng.

Ketika mulai mensosialisasikan *halah bahasanya :p ke anak-anak untuk tidur sendiri, reaksi mereka berbeda-beda. Keke itu terus menolak awalnya. Alasannya, gak bisa peluk bunda. Trus, dia pernah tanya kenapa kamarnya tanpa AC, sedangkan kamar ayah-bunda pakai. Chi jelaskan kalau kamar Keke, ventilasinya bagus. Tanpa AC pun terasa sejuk. Apalagi kalau hujan, bukan sejuk lagi tapi dingiiiinnn padahal gak pake AC.

Sedangkan, Nai sebaliknya. Reaksinya langsung girang saat dia tau saatnya tidur sendiri. Nai memang sudah menanti-nantikan saat itu. Paling pernah beberapa kali dia bertanya pertanyaan sama, "Kenapa Ayah dan Bunda tidur berdua padahal udah pada gede? Kita yang masih anak-anak malah disuruh tidur sendiri?" atau pernah juga dia tanya gini, "Ayah dan Bunda itu kan laki-laki sama perempuan. Kok, boleh tidur bareng? Harusnya perempuan sama perempuan lagi, laki-laki sama laki-laki lagi." Huaaaaa... :r

Berarti, proses Nai lebih mudah, dong? Enggak juga. Keke memang awalnya terus menolak, tapi entah angin darimana, tiba-tiba dia bilang mau tidur sendiri. Dan, sejak itu dia bisa tidur sendiri. Sedangkan, Nai memang semangat banget, tapi begitu masuk kamar, gelisah terus. Susah diajak tidur. Dan, tengah malam, dia masuk ke kamar ayah-bundanya minta ditemenin :r

Kalau Keke langsung sukses, Nai kadang-kadang masih suka masuk ke kamar ayah bundanya. Tapi, akhir-akhir ini frekuensinya udah semakin jarang, sih.

Senin, 10 Maret 2014

Pengumuman Pemenang 2nd Giveaway

Sebelumnya, Chi mau mengucapkan terima kasih banyak untuk 62 teman yang sudah berpartisipasi dalam 2nd Gievaway: Ayo Nge-bebek Di Resto Bebek Judes. Dan, berdasrarkan penilaian, inilah daftar para pemenang:

Juara I : Uang tunai Rp500.000,00 dan Paket Terjudes senilai Rp400.000,00
Yuniar Nukti - Bebek Judes, Sensasi Pedasnya Juara

Juara II : Uang tunai Rp300.000,00 dan Paket Perawan senilai Rp350.000,00
Dwiyani Arta - Nikmatnya Si Perawan Nan Judes

Juara III : Uang tunai Rp200.000,00 dan Paket Kramaz senilai Rp250.000,00
Tanti Amelia - Fakta Si Perawan Judes

10 tulisan pilihan : mendapatkan paket cantik dan kece badai
  1. Moocen Susan
  2. Indah Nuria Savitri
  3. Farichatul Jannah
  4. Mei Wulandari
  5. Ika Koentjoro
  6. Natalia Diah Pitaloka
  7. Fadlun Arifin
  8. Lusiana
  9. Waluyo
  10. Euis Sri Nurhasannah
Selamat untuk para pemenang! Untuk yang belum beruntung, tetap semangat, ya ;)

Untuk para pemenang, silakan kirim data diri (nama + alamat) dan nomor rekening (untuk yang mendapat uang tunai) ke bundake2nai@gmail.com. Alamat pengiriman di Indonesia, yaaa. Kalau sampe keluar mahalan ongkirnya :D

Oiya, maaf kalau akhir-akhir Chi jarang BW. Lagi riweuh sama perhelatan Srikandi Blogger 2014. Sekarang udah selesai acaranya. Jadi, saatnya Blogwalkiiiiinnnnggg. *kangen BW :)

post signature

Jumat, 07 Maret 2014

Weaning With Love

Weaning with love (WWL) atau menyapih dengan cinta. Sejujurnya, kalau ditanya apakah Chi melakukan WWL ke Keke dan Nai, agak bingung juga jawabnya. Setelah baca sana-sini, Chi berkesimpulan kalau WWL itu kan katanya menyapih secara alami dengan cinta. Artinya tanpa ada paksaan sama sekali.  Orang tua sering mengajak anak untuk berkomunikasi tentang menyapih. Maksudnya, biar si anak mau menyapih dengan keinginan sendiri.

Selasa, 04 Maret 2014

Photographer Alay

Kemarin sore, kami bertiga membuat jus strawberry. Setelah mencicipi sedikit jusnya, Nai pun mulai memotret jus yang ada di gelasnya.

Keke : "Ima! Ngapain sih, mau minum jus aja pake difoto dulu?"
Nai    : "Gak apa-apa juga kali. Kan, salah satu cita-cita Ima pengen jadi photographer makanan."
Keke : "Iya, tapi tadi pas nyicipin jusnya udah berdo'a belom?"
Nai    : "Ya, udah lah."
Keke : "Oh, bagus kalau gitu. Berarti Ima beneran kepengen jadi photographer makanan."
Nai    : "Emang kalau Ima belom berdo'a kenapa?"
Keke : "Kalau belom berdo'a, berarti Ima cuma pengen jadi photographer alay. Yang foto-foto makanannya cuma buat diupload di FB sama Instagram, tapi lupa berdo'a."

*Mendadak bundanya merasa kesentil :r

post signature

Senin, 03 Maret 2014

Berlibur Di Hotel Impian

Bermula dari permainan iseng buat mengisi waktu antara Chi dan Nai di parkiran kalau lagi nungguin Keke pulang. Lumayan lama nunggunya sekitar 1 jam-an. Supaya gak bosen, salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah permainan kata. Contohnya seperti ini:

Bunda : "Bulan, sayap, terbang."
Nai     : "Rina ingin sekali terbang ke bulan kalau punya sayap."

Intinya, bikin kalimat dimana ada 3 kata yang diharuskan. Nanti, kami saling bergantian memberikan ketiga kata petunjuk. Biasanya di awal permainan, kalimatnya suka normal aja. Lama-lama imajinasi kami semakin ajaib dan sering bikin kami berdua ngakak. Bikin waktu menunggu jadi gak berasa.

Dari permainan iseng itu, Chi terpikir untuk membuat cerpen berantai. Masing-masing dikasih waktu 1 hari untuk meneruskan cerita tersebut. Tidak boleh ada yang protes dengan cerita yang ditulis sebelumnya. Jadi, kalau gak setuju, sebaiknya kita belokkan ceritanya. Bikin sekreatif kita.

Yang akan Chi tulis di postingan ini, sebetulnya cerita berantai kami yang kedua. Yang pertama, Chi cari dulu fotonya, deh :D

Ini cerita buatan kami....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge