Rabu, 17 Desember 2014

Bermain Pintar Optimalkan Stimulasi anak


"Gimana dia mau pintar. Setiap hari kerjanya cuma main. Susah kalau diajak belajar."

"Anak saya maunya main terus. Gimana ya caranya supa mereka mau belajar?"

Seringkah kita mendengar ucapan seperti itu? Atau jangan-jangan kita termasuk yang pernah mengucapkannya?

Sebetulnya, ucapan tersebut gak sepenuhnya salah. Tapi, juga gak sepenuhnya benar. Seringkali kita berpikir kalau yang namanya belajar itu berarti harus duduk manis di meja belajar, menghapalkan sejumlah teori atau mengerjakan soal matematika yang (mungkin) bikin pusing. Padahal yang namanya belajar itu sebaiknya sambil bermain.

Dunia anak adalah dunia bermain. Kita gak boleh menghilangkan dunia itu dari mereka seberapa pun beratnya dunia pendidikan. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan bermain pintar.

Menstimulai Perkembangan Anak Melalui Permainan


Hari Sabtu, 06 Desember, Monde Boromon kembali mengadakan talkshow bekerjasama dengan tabloid Nakita di RS ANTAM Medika, Jakarta Timur. Kali ini temanya adalah "Bermain Pintar Optimalkan Stimulai Anak."

Acara dibuka dengan sambutan dari mbak Hani (Tabloid Nakita), kemudian dilanjut dari pihak RS ANTAM Medika. Sesi pertama adalah tentang "Menstimulasi Perkembangan Anak Melalui Permainan" dengan narasumber Dr. Dyani Kusumowardha, SpA (Dokter Spesialis Anak).

Menurut Dr Dyani, ciri khas anak sehat adalah:
  1. Tumbuh dan berkembang sesuai umurnya
  2. Dunia anak adalah dunia bermain
Faktor genetik bukanlah faktor utama penentu kecerdasan anak. Stimulasi memegang peranan penting untuk menentukan kecerdasan anak.

Ada yang namanya 1000 hari pertama kehidupan. Penghitungan 1000 hari ini bukan dari sejak bayi dilahirkan. Tapi, sejak bayi berada dalam kandungan ibu. Karena ketika berada dalam kandungan, yang pertama kali terbentuk adalah sel-sel syaraf. Oleh karena itu penting sekali bagi ibu hamil untuk makan makanan yang baik dan bergizi.

Ketika lahir, bayi tentu saja gak bisa langsung berjalan, berlari, dan lain-lain. Ada beberapa tahapan-tahapan yang dilalui yaitu miring, tengkurap, angkat kepala, angkat pantat, duduk, berdiri, dan lain sebagainya. Untuk melalui tahapan-tahapan itu, anak mengalami proses belajar. Orang tua mengajarkannya dengan cara menstimulasi.

Proses menstimulasi harus dengan cara dan suasana yang menyenangkan. Kalau perlu diberikan mainan sebagai alat bantu proses stimulasi. Orang tua pun memberikan pujian kepada anak untuk setiap jengkal keberhasilannya.

Sekilas terlihat seperti bermain. Tapi, sebetulnya anak sedang belajar. Hanya saja belajarnya dengan cara yang menyenangkan sehingga si anak tetap ceria. Ini yang disebut bermain pintar.

Stimulasi pada anak juga harus disesuaikan dengan usianya. Contohnya untuk usia 0-6 bulan adalah sebagai berikut
  1. Penglihatan: Menggerakkan benda berwarna cerah
  2. Pendengaran: Bersenandung, mendengarkan musik lembut atau ayat suci Al-Qur'an, mengajak bicara
  3. Komunikasi: Sentuhan, senyum, memanggil nama, mengajak bicara, bermain cilukba
Tahun-tahun awal adalah waktu yang terbaik bagi seorang anak untuk belajar bahasa. Enam bulan kehidupan, bayi bersuara kombinasi dari 70 bunyi yang membentuk semua bahasa di dunia. Yang berkembang adalah apa yang mereka ambil dari lingkungan mereka.

Chi jadi teringat salah seorang teman yang anaknya fasih sekali berbahasa inggris. Menurut ibunya, mereka tidka pernah mengajarkan secara khusus bahasa inggris. Tapi sejak kecil, anaknya memang sering distelkan channel tv disney junior. Kalau mendengar uraian dari Dr Dyani, kemungkinan anak temen Chi ini fasih berbahasa inggris karena sudah terbiasa mendengar.
Hal terpenting yang dapat dilakukan orangtua adalah berbicara dan membaca untuk anak mereka. Selama bertahun-tahun batita dan prasekolah. sungguh penting memberikan anak kesempatan untuk mengalami berbagai bahasa dan bacaan - G. Reid Lyon. Ph. D -
Masa kemampuan belajar anak, ada dalam tahapan berikut:
  • 50% kemampuan belajar dikembangkan dalam empat tahun pertama kehidupan
  • 30% lagi sampai usia 8 tahun
  • 20% sisanya pada usia 18 tahun
  • Segala yang kita pelajari kemudian berkembang dari pola-pola yang dibakukan pada tahun-tahun tersebut
50% kemampuan belajar anak ditentukan pada empat tahun pertama kehidupan, dilanjutkan lagi 30% hingga usia 8 tahun. Total 80% kemampuan belajar anak terjadi saat usia anak adalah usia bermain. Oleh karenanya memang penting sekali untuk tidak menghilangkan dunia bermain dari kehidupan mereka. Kalau ingin mengajak anak belajar maka buatlah seperti sedang bermain alias harus menyenangkan.

Tidak semua permainan menyenangkan mengadung unsur edukasi. Gadget misalnya seperti pedang bermata dua. Banyak aplikasi gadget yang bermanfaat bagi anak. Tapi, jangan sampai membuat mereka jadi kecanduan. Ajarkan juga anak untuk bersosialisasi sambil tetap berhati-hati memilih teman. Permainan yang tepat dapat membantu anak berkembang dengan baik. Orang tua perlu cerdas memilih, mengajarkan, dan mengajak mereka untuk bermain. Jangan lupa selalu memasukkan nilai-nilai agama dalam setiap kesempatan.

Tentang Monde Boromon


Sesi kedua adalah dari pihak Monde Boromon, menjelaskan apa itu Monde Boromon. Sebetulnya Chi sudah mengulas tuntas tentang Monde Boromon dipostingan "Parenthood Style Di Era Digital" Jadi, kali ini Chi akan mengulas, apa sih yang bisa monde boromon lakukan untuk menstimulasi anak khususnya untuk usia 1-3 tahun?
  1. Megajarkan anak belajar meraih, memegang, menjepit, dan menggenggam - ukuran monde boromon yang kecil-kecil bisa melatih jari-jari tangan anak supaya kuat. belajar meraih, memegang, menjepit, dan menggenggam
  2. Langsung lumer dimulut sehingga tidak membuat anak tersedak. Monde Boromon juga bisa membantu menguatkan otot rahang pada anak
  3. Mengajarkan anak mengenal angka. Ketika makan, kita bisa mengarkan anak menghitung berapa butir yang bisa dia capit, misalnya
  4. Mengenalkan bentuk kepada anak
  5. Dan lain sebagainya
Kebutuhan Nutrisi Untuk Kecerdasan Si Buah Hati


Sesi terakhir adalah giliran narasumber Dr. Tetty Ernawati Harefa, MS, SpGK (Dokter Spesialis Gizi) yang akan menjelaskan bagaimana agar anak menjadi cerdas karena nutrisi.

Pertumbuhan dan perkembangan anak memang tidak semata-mata karena genetik, tapi juga ada faktor lain, yaitu
  1. Genetik
  2. Nutrisi
  3. Hormonal
  4. Psikologis
1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi sangat penting karenamasalah gizi dan kesehatan pada anak utamanya bukan disebabkan oleh faktor genetik melainkan karena faktor lingkunan. Oleh karena itu penting sekali memperhatikan asupan gizi sejak proses tumbuh kembang janin, bayi, dan anak uasia +/- 2 tahun,

Ada beberapa orang tua yang suka takut memberikan anaknya makanan yang mengandung lemak. Padahal semua nutrisi itu baik bagi tubuh asalkan komposisinya tepat. Kalau dulu dikenal dengan nama 4 sehat 5 sempurna, sekarang menjadi piramida makanan. Dalam piramida makanan informasi tentang kebutuhan nutris lebih detil karena ada komposisinya. Bahkan air pun dimasukkan di dalam piramida makanan. Kalau di 4 sehat 5 sempurna, air tidka dimasukkan. Padahal kita tahu, air sangatlah penting bagi kehidupan manusia. 2/3 bagian tubuh manusia terdiri dari air.

Asupan nutrisi tidak hanya untuk tumbuh kembang fisik anak tapi juga untuk perkembangan otak. 6 tahap perkembangan otak adalah sebagai berikut:
  1. Usia kehamilan 3-4 minggu: pembentukan lempeng, tabung, dan sel-sel syaraf
  2. Usia kehamilan 2-3 bulan: Pembentukan struktur jaringan otak
  3. Usia kehamilan 3-4 bulan: sel-sel jaringan otak bertambah jumlahnya dan ukurannya makin besar
  4. Usia kehamilan 3-5 bulan: sel-sel berpindah tempat sesuai tujuan masing-masing dimana sel itu akan berfungsi
  5. Usia kehamilan bulan s/d beberapa tahun setelah lahir: percabangan sel-sel otak bertambah banyak dan saling berhubungan
  6. Mulai lahir s/d anak usia beberapa tahun: tahap mielinisasi ada yang mengatakan sampai usia 5 tahun
Ketika masih janin hingga anak berusia 3 tahun, anak harus memperoleh nutrisi yang cukup agar pertumbuhan otak terbentuk sempurna. Periode ini dinamakan Periode Emas Pertumbuhan Otak (the golden years) karena pada ini pertumbuhan dan perkembangan otak berlangsung dengan sangat cepat. Tapi dinamakan juga periode kritis karena hanya terjadi sekali seumur hidup dan tidak berulang. Bila terjadi gangguan otak tumbang pada periode ini, tak akan bisa diperbaiki di usia selanjutnya.
Ada 19 zat penting untuk otak, diantaranya adalah taurin, tyrosine, kolin, Omega 3 dan 6, kolesterol, dan lain sebagainya. Dari 19 zat penting tersebut, ASI merupakan asupan yang paling komplit nutrisinya. Oleh karenanya ASI dianggap sebagai nutrisi terbaik untuk bayi. Anak dengan ASI eksklusif memiliki IQ 12,9 poin lebih tinggi dari anak seusianya.

Hati-hati terhadap makanan yang bisa merusak otak, misalnya yang mengadung formalin atau boraks. Racun boraks dan formalin dapat mempengaruhi kerja syaraf. Untuk jangka pendek, efeknya adalah iritasi saluran pernapasan, muntah-muntah, pusing, dan rasa terbakar pada tenggorokan. Sedangkan efek jangka panjang adalah kerusakan hati, jantung, otak, pankreas, limpa, dan ginjal.

Salah satu problem yang sering dialami orang tua berkaitan dengan makan adalah mempunyai anak yang susah makan. Tapi menurut DR. Tetty yang sering terjadi sebetulnya karena faktor ibu yang kurang sabar. Baru juga dikasih makanan baru trus anak melepeh, ibu sudah beranggapan kalau anaknya gak suka sama makanan tersebut. Ujung-ujungnya gak dikasih lagi. Padahal yang namanya makan itu adalah proses pembiasaan. Butuh waktu agar anak terbiasa dengan rasa makanan yang dicicipinya. Dan, setiap anak mempunya proses pembiasaan yang berbeda-beda.

Untuk menjadikan anak cerdas, orang tuanya memang harus cerdas lebih dahulu. Bukan berarti orang tua harus menjadi seorang insinyur, boss perusahaan besar, atau lainnya. Cerdas yang dimaksud disini adalah harus mau terus mencari dan menggali ilmu untuk kebaikan anak-anak. Informasi melalui berbagai media kan sekarang mudah didapat. Bahkan kita bisa bergabung dengan berbagai forum. Kenapa tidak dimanfaatkan? Kalaupun tidak mencari ilmu melalui dunia maya, kan bisa mencari ilmu melalui tempat lain misalnya posyandu.

Acara seperti talkshow Boromon ini pun memberikan banyak manfaat supaya orang tua menjadi (lebih) cerdas. Sekarang tinggal kita mempraktekkan ilmunya. Tapi, tentu aja seperti kata Dr . Tetty penanganan setiap anak itu berbeda-beda karena setiap anak itu spesial. Bahkan untuk anak yang kembar identik sekalipun, mereka tetap punya keistimewaan masing-masing. Jadi, jangan membanding-bandingkan.


post signature

30 komentar:

  1. Yup, setiap anak itu spesial dan memang butuh perlakuan yang berbeda-beda yah Mbak. Sayangnya sebagai ortu, kerap membanding-bandingkan anak. Padahal, sebagai ortu, kita nggak suka juga kan kalo dibanding-bandingkan. Jadi, harus pandai berkomunikasi dengan baik ke anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mak. Sebaiknya jangan suka membanding-bandingkan kalau hanya untuk membuat anak tertekan. Kita juga gak suka digituin, kan :)

      Hapus
  2. kak..gimana seh caranya kalau pengen ikutan acara bermanfaat seperti seminar seperti ini? apakah kalau orang desa ngga bisa di berikan akses pada hal-hal seperti ini ya...hadeuh curcor deh ah.

    emang betul banget bermain pintar itu sangat perlu dan di butuhkan bagi anak-anak terutama balita,si Geo bungsu saya malah sering kali tak marahin kalau abangnya si Troy maen dia mah ngga mau ikut maen senengannya ngbuntutin ibue mulu, sedih banget anakku yang gondrong ini malah jadi anak lelaki rumahan,padahal saya pengennya, anak-anak maen di sawah ngurek belut, pulang hanya makan lalu maen lagi pulang sore sambil bawa belut hasil ngurek, keren banget kan kalau balita udah kelayapan ke sawah, pasti banyak ilmu baru yang bakalan didapetin di sawah.
    nyambung kan komentar saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah.. anak saya dua perempuan, senengnya kelayapan ke sawah... ngambil bancet -_-

      Hapus
    2. mang ubi nongol disini juga

      Hapus
    3. @Cilembu: Kalau menurut saya sih dikenalinnya bertahap. Harus pelan-pelan dan tarik-ulur. anak saya yang laki juga tadinya nempel melulu sama saya, tapi pelan-pelan aja dilepas trus dikenalin sama sesuatu yang baru. Kalau pengen anaknya suka ngurek belut di sawah, ibunya juga harus suka dulu. Anak itu seringkali mencontoh sosok yang dekat dengannya. Pengalaman saya sih begitu

      Orin: Bancet itu apa?

      Uswah: :)

      Hapus
  3. Masalah susah makan, setelaten apapun ibunya pasti mengalaminya. Aku pribadi bukan ibu yang telaten, tapi aku percaya makan itu kebutuhan, jadi kalo anak susah makan, ya kucuekin aja..nanti pas laper kan anak bingung sendiri trs minta makan. Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, Mak. Saya termausk yang rajin mengingatkan mereka untuk makan. Tapi, kalau anaknya belum mau, biarin aja nanti juga makan sendiri. Kalau gak makan juga trus sampe bikin sakit, biasanya mereka rada kapok. Trus jadi tertib lagi makannya :)

      Hapus
  4. Materinya komplit mak, terima kasih.........

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Semoga bermanfaat, ya :)

      Hapus
  5. jadi lebih mudeng tentang stimulasi...itu penting sekali yak

    BalasHapus
  6. kalau menyangkut soal permainan, saya jadi merasa beruntung tinggal di gunung... anak-anak masih bisa main ke sawah, gak perlu ada car free day karena tiap hari memang sudah free... tadi di sekolah mereka main egrang... yang kenal gadget atau bahkan warnet cuma sedikit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik banget ya, Mak. Seringkali saya bermimpi ingin tinggal di desa :)

      Hapus
  7. lengkap bgt mak artikelnya ;)
    stuju, jd orang tua itu hrs cerdas, ga boleh berhenti belajar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi orang tua itu belajar seumur hidup :)

      Hapus
  8. Wah.... Lagi ngebahas anak nih... Hehehe. Aku belum punya... :)

    Anak memang seharusnya dipandu potensinya sejak dini...

    BalasHapus
  9. Seminar kayak begini oke nih, Mbak. Selain bisa sharing, orang tua pun belajar, bagaimana memberi edukasi yang tepat dan juga menyenangkan untuk anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Saya sellau semangat kalau datang ke seminar seperti ini :)

      Hapus
  10. Mak Myra, postingannya bermanfaat banget
    Suka bacanya
    Makasih yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Smeoga bermanfaat, ya :)

      Hapus
  11. ini yang saya cari bunda.. parenting ^^ terima kasih berbagi ilmu ^^ folbek ya bunda ^^

    BalasHapus
  12. Hadir di acara ini karena diundang sebagai blogger ya Mak?
    Waa enak ya blogger itu, sering diundang di acara2 keren spt itu.
    Tambah ilmu, tambah pinter dan lain2....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mak. Saya diundang. Ini salah satu nikmatnya jadi blogger :)

      Hapus
  13. kapan ya bisa ngehadiri workshop dan seminar2 kayak gini,dulu waktu kuliah dan ngajar lumayan sering..sekarang nggak pernah,pingin nambah ilmu gitu...seminarnya bagus ya mak,paling hafal yg namanya periode golden age buat anak2 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi sekarang kan bisa puas memandang siak yang indah :D

      Baca-baca postingan parenting aja, Mak. Termasuk postingan saya hehe

      Hapus
  14. aku seneng ikutan seminar begini..dulu di sekolah Bo sering ada.di sini seminarnya lain..tapi memang betul, banyak kepandaian yang terstimulasi dari permainan..makasih sharingnya maak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang tua harus cerdas memilih permainan untuk anak :)

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge