Featured Post

Terapi Air Alkali, Pristine 8+, Untuk Kesehatan Lambung

Keringat dingin mulai terasa lagi. Beberapa kali Chi meringis di sepanjang perjalanan ketika perut mulai protes. Rasa diaduk-aduk sehingg...

Senin, 29 September 2014

Olahraga Gak Cuma Bikin Badan Bugar

 Run, Keke! Run!

"Anak-anak sekarang umumnya koordinasi auditif motoriknya jelek." Begitu menurut mbak Anna Surti Nina, psikolog yang berbicara pada talkshow "Parenthood Style di Era Digital." Mbak Nini juga menceritakan pengamalan pribadinya ketika sedang mengajak putranya jalan-jalan sore di seputaran komplek. Tiba-tiba dengan santainya, putranya itu membetulkan tali sepatu yang lepas di tengah jalan. Putranya masih belum menyadari kalau dari arah belakang akan ada motor yang melintas.

Menurut Mbak Nina, anak yang koordinasi auditif motoriknya bagus, akan mempunya reflek atau insting yang bagus. Contohnya, ketika sedang berjalan-jalan, seringkali kita tiba-tiba menengok ke belakang karea merasa akan ada kendaraan yang melintas. Dan, ternyata memang benar ada kendaraan yang melintas. Sedangkan anak yang koordinasi auditif motoriknya jelek, tidak mempunyai insting seperti itu. Anak yang koordinasi auditif motoriknya jelek, mempunya tingkat kewaspadaan yang rendah.

Penyebabnya adalah ketagihan gadget. Solusinya bukan dengan cara menghilangkan gadget dari dunia anak. Karena rasanya di zaman sekarang akan terasa sulit sekali apabila anak dijauhkan dari dunia digital. Tapi, orang tua harus melatih anak. Paling tidak, ajak mereka jalan-jalan di sore hari itu sudah melatih koordinasi auditif motorik mereka.

Rabu, 24 September 2014

Mencapai Cita-Cita

  Catatan Keke tentang cita-citanya. Kenapa Keke menulis ini? Trus, ada diskusi apa setelah menulis ini? Kapan-kapan Chi bikin postingannya, ya. :)

Beberapa hari lalu, pas Chi jemput anak-anak di sekolah...

Keke: "Bundaaa! Lihat ini!"

Sambil berseru, Keke juga melambai-lambaikan selembar kertas

Bunda: "Apa itu, Ke?"
Keke: "Ini janji Kopassus."
Bunda: "Keke dapet dari mana janji Kopassus?"
Keke: "X** (nama temen sekelas Keke yang sengaja Chi rahasiakan) kan punya buku tentang Kopassus, Bun. Tadi, dia bawa ke sekolah. Trus, ada janji Kopassus di bukunya. Ya udah, Keke catet aja."
Bunda: "Tumben, Keke mau nyatet-nyatet. Biasanya rada susah. Lagian buat apaan nyatet begituan?"
Keke: "Bunda kan tau kalau Keke mau jadi Kopassus."
Bunda: "Oiya, ya, Bunda lupa. Keliatannya menjadi TNI itu cita-cita Keke yang paling lama bertahan sampai saat ini, ya?"
Keke: "Iya, Bun. Keke kepengen banget jadi Kopassus."

Obrolan pun beralih ke topik lain. Seperti biasa, lah. Kalau lagi di mobil, obrolan kami memang rupa-rupa kayak gado-gado hehe.

Senin, 22 September 2014

Mom's Time Out


Apa jadinya kalau posisi di rumah tangga di balik? Suami yang mengurus anak, sedangkan istri bekerja? Ya, gak apa-apa juga lah selama dua-duanya sepakat dan happy. Menurut Chi, sih, begitu :)

Mom's Time Out adalah sebuah acara reality show yang tayang di Lifetime Channel. Sebetulnya kalau untuk review buku atau tontonan tv/film, Chi biasanya nulis di blog khusus review. Tapi, karena ini reality show dengan tema parenting, Chi tulis di blog ini aja, deh.

Mom's Time Out menceritakan tentang kehidupan 3 rumah tangga dari 3 negara yang berbeda, yaitu Singapur, Malaysia, dan Filipina. Masing-masing punya masalah sendiri-sendiri tentang anak-anaknya.

Rabu, 17 September 2014

Ibu Harus Serba Bisa

Nai: "Bunda, udah bisa belom kayak gini idungnya?"

Nai lalu mengembang-kempiskan lubang hidungnya. Kalau untuk yang satu itu, dia dan K'Aie memang paling jago hehe.

Bunda: "Susah, Dek. Bunda gak pernah bisa hehe."
Nai: "Masa' sih Bunda gak bisa-bisa? Bunda, jadi ibu itu harus serba bisa."
Bunda: "Masa', sih?"
Nai: "Bunda pernah cerita ke Ima. Katanya waktu Ima masih bayi suka digendong sama Bunda sambil dinyanyiin, kan?"
Bunda: "Iya, emangnya kenapa?"
Nai: "Bunda penyanyi apa bukan?"
Bunda: "Bukan."
Nai: "Trus, kenapa nyanyi? Kan, Bunda bukan penyanyi?"
Bunda: "Bunda nyanyi kan supaya Ima bisa tidur. Apalagi kalau sambil digendong, biasanya anak seneng."
Nai: "Ya, itu artinya ibu harus serba bisa demi anak-anaknya. Jadi, Bunda mau kan sekarang jadi badut supaya Ima seneng?"

Dan, Nai kembali mengajarkan Chi cara mengembang-kempiskan lubang hidung. Tapi, Chi masih juga gagal hahaha

post signature

Senin, 15 September 2014

Parenthood Style di Era Digital

Parenthood Style di Era Digital
 Sumber foto: twitter @mondeboromon

Postingan ini adalah catatan Chi waktu datang ke acara talkshow "Parenthood Style Di Era Digital" bersama Majalah AyahBunda dan Monde Boromon. Anna Surti Ariani, psikolog, menjadi narasumber pada acara tersebut. Chi diundang oleh pihak Monde Boromon. Terima kasih, ya :)

Banyak yang berpikir kalau era digital itu dimulai pada tahun 90-an. Sebenarnya era digital sendiri sudah dimulai sejak tahun 80-an. Generasi anak-anak kita sekarang adalah generasi Digital Natives. Artinya, sejak lahir bahkan mereka sudah akrab dengan yang namanya benda digital. Misalnya, anak-anak sekarang ketika lahir ditimbangnya pakai dengan timbangan digital. Sedangkan, generasi Chi dan K'Aie termasuk generasi Digital Immigrant.

Kamis, 11 September 2014

Like Mother Like Son

 
Salah satu game online yang lagi Keke suka sekarang ini adalah COC. Jadi, coretannya banyak tentang COC

Bunda: "Ya, ampun, Keke! Buku, kok, gak pernah bersih bagian belakangnya. Selalu aja ada coretan."
Keke: "Keke lagi bosen, Bunda"
Bunda: "Bosen kenapa?"
Keke: "Ya, lagi ngebosenin aja pelajarannya."
Bunda: "Tapi, bukan berarti kamu boleh coret-coret buku, dong."
Keke: "Bunda, Keke itu lagi boseeennn."
Bunda: "Ya, tapi jadinya kamu gak konsen sama pelajaran. Belom lagi sayang kan buku dicoret-coret begini."

Senin, 08 September 2014

Biasakan Cek Dan Ricek, Nak

Sebetulnya lagi agak hilang semangat untuk ngeblog. Secara gak sengaja Chi menghapus banyak sekali komentar dari teman blogger yang masuk. Ada 15 postingan yang berubah jadi 0 jumlah komentarnya. Padahal komentar-komentar itu salah satu penyemangat ngeblog. Langsung lemes begitu nyadar. Gak ngerti gimana cara ngebalikin semua komentar itu. Maaf, ya. Insya Allah Chi tetep blogwalking, kok. Apalagi komentar yang masuk kan tetep ada di email. :(

--------

Tau mainan loom band yang lagi ngetrend saat ini? Cari aja di google apa itu loom band :p

Chi mulai tau mainan ini pas lebaran lalu. Sepupu lagi seneng main loom band. Tapi, Chi gak tertarik. Anak-anak juga keliatan nyantai aja. Setelah loom band semakin ngetrend, Nai pun mulai minta dibeliin.

Sebetulnya Chi males banget beliinnya. Tapi, karena Nai bilang belinya pake uang THR dia, susah juga buat ditolak. Itu uang kan hak dia mau dipake untuk apa, selama bukan untuk yang terlarang.

Setelah beli, Chi masih cuek. Yang terlihat menikmati justru Keke. Nai masih harus dibantuin kalau bikin. Lama-lama, Chi pun ikut ketagihan tertarik. Chi dan Nai bahkan berencana membuat beberapa loom band untuk dikasih ke beberapa sahabat Nai. Semacam gelang persahabatan gitu.

Belom juga jadi gelangnya, tau-tau di socmed dan hape rame banget pada share link berita tentang loom band yang katanya beracun kandungannya. Ada rasa gak rela karena baru aja mulai suka masa' udah harus brenti? Seperti biasa, kalau ada berita heboh, Chi gak mau langsung ikuitan heboh. Chi suka membiasakan cek-ricek dulu. Cari berita pembanding.

Chi belum ngomong tentang berita ini ke Keke dan Nai karena awalnya sempat khawatir kalau mereka jadi berhenti bermain loom band. Padahal loom band itu bagus buat berkreasi, lho. Ada beberapa manfaat yang bisa didapat anak-anak ketika berkreasi dengan loom band.


Rabu, 03 September 2014

Berburu Playground

Sabtu, 30 Agustus 2014, Chi dapet undangan dari Monde Boromon untuk hadir di acara talkshow yang mereka selenggarakan bekerja sama dengan majalah AyahBunda. Talkshow yang bertema "Parenthood Style Di Era Digital", diadakan di Playparq, Kemang.

Chi seneng banget dapet undangan ini, apalagi temanya tentang parenting. Trus, boleh bawa anak pula. Asik, deh! Tapi, dipostingan berikutnya aja, Chi cerita tentang talkshownya. Kali ini Chi mau cerita tentang playground aja.

Selama ini, kalau ngajak Keke dan Nai main di playground kayaknya belum pernah ada cerita gagalnya. Selalu aja menyenangkan buat kami semua. Ya, menyenangkan buat Chi juga. Kan, waktu kecil gak pernah main di playground :p

Playground sekarang memang banyak yang bagus. Apalagi di mall, tuh. Memang, sih, ada sejumlah harga yang harus kita keluarkan. Tapi, gak apa-apa sesekali, lah. Lagian cari lahan kosong gratisan di kota udah lumayan susah juga, deh.

Senin, 01 September 2014

Kurikulum 2013 : Uh(!) atau Aha(!)?

Masih bikin postingan tentang kurikulum, nih. Setelah postingan sebelumnya berjudul "Kurikulum Yang Mencerdaskan". Kali ini tentang kurikulum 2013 yang kelihatannya lagi 'hot' karena banyak yang berpro-kontra. Tapi, Chi bikin postingan ini bukan karena ikut-ikutan, ya. Setahun lalu, Chi udah pernah bikin 2 postingan tentang kurikulum 2013. Silakan baca 2 postingan sebelumnya, yaitu:
  1. Plus Minus Kurikulum 2013
  2. Kurikulum 2013, Siapkah Kita?
Kedua postingan itu, Chi buat akhir Agustus dan pertengahan September 2013. Sekolah Keke dan Nai memang sudah menggunakan kurikulum 2013 ini sejak tahun lalu. Bedanya tulisan yang sekarang dan tahun lalu adalah kalau tahun lalu kan baru seumur jagung ngejalaninnya, sedangkan yang kali ini berarti udah 1 tahun ajaran merasakan yang namanya kurikulum baru.

Sekarang, Chi tulis pendapat setelah selama 1 tahun pakai kurikulum 2013. Oiya, yang Chi tulis ini kurikulum 2013 untuk SD. Sedangkan untuk SMP dan SMU, Chi masih no komen. Belom pernah merasakan :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge