Kamis, 24 Juli 2014

Imunisasi Untuk Keke dan Nai

imunisasi, varicella
 Nai abis imunisasi varicella (September 2008)

Terlepas dari adanya pro-kontra tentang imunisasi di luar sana, kami termasuk yang ikut mengimunisasi anak-anak. Semua imunisasi yang wajib dan dianjurkan pun kami ikuti. Bisa dibilang, imunisasi Keke dan Nai termasuk komplit.

Waktu pertama kali melihat Keke di imunisasi, Chi gak tega lihatnya. Maklum, bunda protektif hihihi. Abis kasihan lihat bayi kecil nangis karena diimunisasi. Tapi, lama-lama biasa aja. Kan, semua demi kebaikan mereka juga.

Keke dan Nai selalu di imunisasi di rumah sakit, tempat mereka dilahirkan. Selain udah cocok sama dokternya, catatan medisnya kan jadi satu. Gak ribet jadinya.

Ada satu hal yang harus diperhatikan ketika akan mengimunisasi anak. Mereka harus dalam keadaan benar-benar sehat. Imunisasi itu kan memberikan vaksin berupa virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh dengan tujuan memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Buat Chi, walopun telah dilemahkan, virus tetaplah virus. Sebaiknya kondisi tubuh anak harus dalam keadaan sehat yang optimal ketika diimunisasi. Walaupun pernah denger juga ada yang bilang kalau cuma batuk pilek aja, sih, gak apa-apa diimunisasi. Tapi, Chi gak berani, ah. Gak mau ambil resiko. Pokoknya Keke dan Nai harus bener-bener dalam optimal dulu kesehatannya baru imunisasi.

Itu menurut Chi, ya. Gak ada salahnya juga kita mencari tahu segala hal tentang imunisasi. Baik bertanya langsung ke dokter yang bersangkutan atau mencari info lewat berbagai web, misalnya ibudanbalita.com.

Banyak yang bilang kalau imunisasi di rumah sakit itu lebih mahal daripada di posyandu. Bisa jadi begitu. Tapi, gak selalu pilihan yang termahal yang Chi ambil, kok. Contohnya imunisasi DPT.

Seinget Chi, imunisasi DPT itu ada yang bikin badan anak panas dan tidak. Yang (katanya) bikin anak gak panas itu harganya mahal, sementara yang satunya lagi murah. Jauh banget deh perbedaan harganya. Chi pilih yang murah ajah.

Memilih yang murah juga berdasarkan saran dari dokter. Menurutnya selama anaknya dalam keadaan sehat, jangan khawatir kalau badannya panas setelah imunisasi. Itu proses yang wajar. Siapin aja paracetamol untuk jaga-jaga kalau panasnya tinggi. Makanya, kalau anak mau diimunisasi, biasanya dari rumah, Chi udah bawa paracetamol di tas. Jaga-jaga siapa tau badan anak-anak langsung panas tinggi setelah diimunisasi.

Alhamdulillah, pengalaman selama ini, sih, Keke dan Nai belum pernah tinggi panasnya setelah diimunisasi. Sedikit hangat ajah.

Saran Chi, untuk yang pengen imunisasi putra/inya banyak-banyak cari info dulu aja. Jangan mudah lagsung termakan berita ini-itu. Cari berita pembanding. Apalagi sekarang banyak info di website. Trus, konsultasi juga sama yang ahlinya, ya :)

post signature

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge