Kamis, 27 Februari 2014

Bubun

Kata pertama seorang anak tentunya merupakan sesuatu yang orang tunggu. Apalagi kalau kita juga menjadi orang pertama yang mendengar. Rasanya seneng banget, ya.

Chi gak inget kapan tepatnya Keke dan Nai mengucapkan kata pertama mereka. Abis, Chi baru ngeblog Desember 2007, sih. Keke sudah hampir 3 tahun dan Nai sudah lewat 6 bulan usianya. Chi memang baru menulis secara detil setelah punya blog. Jadi mari kita salahkan blog :p

Tapi, yang pasti Chi inget, perkembangan setiap anak itu beda-beda. Antara Keke dan Nai aja beda tahapannya. Untuk urusan ngomong pun begitu. Hanya satu persamaan mereka, yaitu paling susah mengucapkan kata 'Bunda'. Untuk yang satu itu mereka berdua kompak banget perkembangannya.

Kata 'Ayah' termasuk yang paling cepat mereka bisa ucapkan. Dilanjut dengan mamah, abah, nin, aki, dan om. Tapi, susah banget bilang Bunda. Mereka bahkan sempet ikut-ikutan manggil 'Chi' ke bundanya.  Iya, Keke dan Nai memang sempat ada masa memanggil ayah dan bundanya dengan nama panggilan kami. Eits! Tapi, jangan buru-buru menganggap mereka gak sopan, ya *gulung lengan baju kalau ada yang bilang gak sopan :D

Menurut Chi, ada beberapa faktor kenapa mereka sempat memanggil nama ke orang tuanya, yaitu:
  1. Waktu baru menikah sampe Keke lahir, kami berdua masih saling memanggil nama ketika berkomunikasi. Jadi, Keke pun akhirnya meniru. Apalagi pengucapan 'Bunda' masih susah buat dia. Dan, walopun sudah bisa mengucapkan 'Ayah', dia pun mengikuti. Waktu, Nai lahir, kami sudah saling memanggil ayah-bunda sebetulnya. Tapi, orang tua kan memanggil kami dengan nama, Nai pun ikutan.
  2. Sebagai orang tuanya, kami memang cenderung mendiamkan. Buat kami, selama bersikap dan berbicara dengan sopan, gak masalah kalau anak-anak mau memanggil kami dengan nama. Kalaupun sekarang mereka memanggil kami 'Ayah-Bunda', itu bukan karena ditegur. Tapi, mereka memang meniru dan akhirnya terbiasa.
Jadi, dari 2 poin di atas yang harus diberi garis merah, yaitu "Anak adalah seorang peniru ulung." Kalaupun dia terlihat belum bisa mengikuti, itu karena memang belum saatnya aja. Mungkin masih proses belajar, tapi anak mengerti, kok. Lagipula buruf B dan D memang termasuk yang susah untuk diucapkan, karena ada penekanan.

Chi juga pernah melarang Keke untuk menonton salah satu kartun anak-anak, yaitu Teletubbies. Teletubbies sebetulnya bagus untuk bayi dan batita. Gambarnya yang sederhana, membantu Keke cepat mengerti tentang warna, angka, dan lainnya. Sayangnya, bahasa Teletubbies adalah bahasa bayi. Contohnya, ketika mengucapkan 'little lamb', keempat tokoh Teletubbies selalu bilangnya 'i el em'. Dan, itu diikuti oleh Keke.

Chi tentunya gak pengen Keke berbahasa bayi karena ikut-ikutan. Sama aja nambah-nambah kerjaan Chi dalam mengajarkan Keke berbicara hihi. Jadi, setelah dipertimbangkan, seluruh DVD Teletubbies di simpan. Gak mau mengalami hal yang sama, Nai gak Chi kenalkan dengan Teletubbies sebelum bicaranya lancar :D

Kembali ke kosa kata 'bunda'. Setelah memasuki masa memanggil nama, kata 'bunda' juga mengalami beberapa fase perubahan. Gak kayak menyebutkan 'ayah' yang langsung bisa. Dari mulai kata 'Nda' *lumayaaaaannn, setidaknya mereka udah bisa ujungnya :D hingga 'Bubun'

Dan, kata 'Bubun' ini lumayan bertahan lama. Sampe, Chi berpikir, mungkin memang sebaiknya pake 'Bubun' aja, jangan 'Bunda'. :DWalopun lupa tepatnya kapan, alhamdulillah, Keke dan Nai akhirnya bisa juga menyebutkan kata 'Bunda' :L

Yah, gak usah dimasukkin ke hati kalau kata pertama anak bukanlah untuk memanggil ibunya. Mereka tetep tau, kok, sama ibunya. Yang penting terus aja dilatih. Ajarkan mereka untuk terus berbicara dengan cara sering mengajak berkomunikasi, walopun mereka kelihatanya seperti tidak menjawab. Hindarkan bahasa bayi. Ajarkan mereka untuk bicara yang lantang, jangan hanya diam ;)

post signature

30 komentar:

  1. Dulu umar pertama kali manggil pu dg mimi. Dan pertama kali manggil abi dg sebutan bah babah. Kalo azkiya termasuk agak lama ngomong, sampe diatas20 bln. Sukses ga nya ya chi.

    BalasHapus
  2. Mbak Chi, kemampuan berbicara anak itu ada tahap-tahapnya.
    Awal-awal bisa bicara, mereka menggunakan bibirnya dulu. Konsonan pertama yang mereka ucapkan biasanya adalah "b", "m", dan "p".
    Kalau bibir sudah bisa digunakan, mereka akan mulai menggunakan ujung lidah. Di fase ini, mereka mulai belajar mengucapkan "y".
    Terakhir baru mereka mulai belajar konsonan "d". Kenapa ini terakhir? Sebab untuk mengucapkan "d", ujung lidah harus ditaruh di tengah langit-langit. Ini susah lho buat bayi. Nggak percaya? Mbak Chi coba aja sendiri.. :p

    Itulah sebabnya kenapa anak-anak lebih cepat mengucapkan kata "ayah" daripada "bunda". Kata "ayah" hanya perlu konsonan "y" dan bernapas untuk mengeluarkan konsonan "h". Sedangkan kata "bunda" harus ada "d" yang perlu taruh ujung lidah di tengah langit-langit. Repot kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener juga. Saya dulu mikir, kenapa panggilan ibu-bapak di berbagai bahasa itu kebanyakan mirip2, seperti mama-papa mami-papi umi-aba pak-mak, dll ternyata itu semua memang berasal dari kemampuan alamiah si bayi saat mulai belajar bicara, ya... Nice info, Vicky.

      Hapus
    2. ternyata begitu ya..?
      berarti salah ibunya juga kenapa ngeber bener pengen dipanggil bunda
      engga simbok aja
      heheh

      Hapus
    3. @Vcky : yup, bener! ^_^

      @Momzhak : paling gampang mama keliatannya :)

      @Rawins : tapi, Simbok ada huruf B juga, Kang hehehe

      Hapus
  3. aku sama suami manggilnya "yank",,,anak2 jadi ikutan manggil kita "yank" :D

    BalasHapus
  4. Aku lupa malah ucapan pertama yang di lontarkan anak2 hihihihi...tau2 udah manggul Ibuk aja...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kita udah ngeblog dari dulu, mungkin bakal inget, ya :)

      Hapus
  5. Kata pertama kali yang di ucapakan buah hati saya adalah kata "papah" he,, he,, he,, senang banget waktu itu. Dan selalu berkesan mendapat panggilan itu dari buah hati loh Mba...:D

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, Mas. Seneng kalau anak berhasil manggil kita, ya :)

      Hapus
  6. pascal pernah manggil mas ke bapakny ahehehe

    BalasHapus
  7. Waktu masih imut, Faiz ikut-ikut tetanggaku dengan memanggil Mba...eaaaa

    BalasHapus
  8. kalo saya waktu kecil kata ibuk saya begini mbak

    kata yg paling pertama saya ucap ya ibuk, karena mungkin emang tiap hari sama ibuk :D

    BalasHapus
  9. Ibu dari keponakan saya pengen dipanggil bunda sama anaknya. Tapi berhubung anaknya gak bisa nyebut nama Bunda, disamping itu memang bicaranya juga telat, akhirnya nama Bunda diganti jadi Mama, biar gampang katanya hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata bunda memang termasuk susah kayaknya :D

      Hapus
  10. Belum punya anak, jadi belum bisa cerita kata apa pertama di panggilkan oleh anakku untk orang tuanya... Hehehe :)

    BalasHapus
  11. Seingat saya, Anaku juga pertama bisa manggil 'Ayah' & 'mamah'. Namun kadang bilang 'neng' sama mamahnya karena saya biasa manggolnya gotu. Sekarang udah gak lagi, karena saya juga sudah gak pernah anggil neng ke mamahnya. :)

    Sukses dengan GA-nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak2 memang suka meniru sekitarnya :)

      Hapus
  12. Spertinya huruf konsonan N msih susah diucapkan oleh batita, Mba.
    Sepupu Saya, dulu kalau ngomong nenen malah e e e e e. :D. Kdg, dikira mau BAB.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada beberapa huruf konsonan yang memang agak sulit diucapkan oleh anak :)

      Hapus
  13. hehe... lucu panggilannya... bubun... bubun ayam enak banget deh kayaknya kalo dimakan siang-siang, mueheh

    BalasHapus
  14. anakku yang besar bisanya manggil Papa duluan baru Mama. Anakku yang kecil sebaliknya manggil Mama dulu baru Papa

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge