Rabu, 26 Februari 2014

Anemia Pada Kehamilan

Umumnya, perempuan yang sudah menikah akan bahagia ketika mengetahui dirinya hamil. Tetapi, apakah para ibu hamil sudah tau kalau ketika hamil, anemia bisa menyerang?

Sebenarnya, normal saja apabila ibu hami terkena anemia ringan. Tapi, harus diwaspadai kalau terkena anemia yang lebih serius.

Untuk lebih mengetahui apa itu anemia, dan bagaimana cara pencegahannya, kita baca bersama-sama tulisan di bawah ini, yuk!

Saat Ibu hamil, tubuh akan mengalami perubahan yang signifikan. Mulai dari bentuk tubuh sampai kandungan yang ada di tubuh pun akan berubah (baik meningkat maupun menurun).

Begitu juga dengan jumlah darah dalam tubuh Ibu selama kehamilan akan meningkat sekitar 20-30 persen. Dimana peningkatan tersebut digunakan untuk meningkatkan pasokan zat besi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh Ibu.

Kebanyakan Ibu hamil tidak memiliki kandungan zat besi yang cukup selama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan Ibu selama trimester kedua dan ketiga sangat banyak. Jika, kandungan zat besi dalam tubuh Ibu tidak mencukupi, Ibu bisa beresiko terkena anemia.

Anemia adalah kekurangan sel darah merah yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh Ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Yang menyebabkan anemia selama kehamilan biasanya Ibu kurang mengkonsumsi makanan kaya akan zat besi dan folat. Penyebab lainnya adalah terjadinya kehancuran sel darah merah yang kemungkinan terjadi jika Ibu hamil sedang sakit.

Selama kehamilan, tubuh Ibu harus memproduksi tiga kali jumlah darah dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan Ibu dan si kecil. Tanpa zat besi yang cukup, produksi sel darah merah akan terhambat dan otomatis suplai sel darah merah ke seluruh tubuh akan berkurang yang menyebabkan anemia.

Jika Ibu memiliki kehamilan yang berdekatan dengan kehamilan sebelumnya (jarak antara kehamilan pertama dan kedua sangat dekat) bisa beresiko terkena anemia pada kehamilan selanjutnya. Selain itu yang resiko lainnya adalah, hamil kembar, sering muntah atau morning sickness, jarang atau tidak mengkonsumsi zat besi dan mengalami menstruasi terus menerus sebelum kehamilan.

Gejala yang ditimbulkan akibat anemia biasanya, Ibu akan merasa cepat lelah atau lemah, pucat pada kulit, detak jantung yang cepat, merasa sesak nafas dan sulit untuk berkonsentrasi. Untuk pencegahannya Ibu bisa melakukan hal-hal sebagai berikut :

Makan makanan yang kaya akan zat besi seperti daging, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Makanan yang akan akan asam folat seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, gandum dan jus jeruk
Makanan yang kaya akan vitamin C, seperti buah jeruk segar dan sayuran mentah yang higienis
Konsumsi vitamin atau suplemen yang mengandung zat besi (resep dokter)

Nutrisi yang kaya akan gizi adalah cara terbaik untuk mencegah anemia dan menjaga agar kehamilan Ibu sehat sampai dengan persalinan. Ibu juga harus tetap menjaga kesehatan tubuh dan terus berkonsultasi dengan dokter untuk tindakan lebih lanjut.

http://www.hematology.org/patients/blood-disorders/anemia/5227.aspx
http://www.ucsfhealth.org/education/anemia_and_pregnancy/
http://www.whattoexpect.com/pregnancy/ask-heidi/anemia.aspx
post signature

4 komentar:

  1. keren ah si bunda nulisnya...

    BalasHapus
  2. bener tuh, anemia perlu diwaspadai apalagi kalau si ibu hamil selalu mual dan muntah ditambah tidak mau makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. kondisi tubuh harus bener2 dijaga pokoknya :)

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge