Featured Post

Terapi Air Alkali, Pristine 8+, Untuk Kesehatan Lambung

Keringat dingin mulai terasa lagi. Beberapa kali Chi meringis di sepanjang perjalanan ketika perut mulai protes. Rasa diaduk-aduk sehingg...

Rabu, 31 Desember 2014

Liburan Keluarga Dengan Hair Spa Bareng



Nai: “Iiihh! Bunda rambutnya bau coklat!”

Gara-gara Chi hair spa pake coklat, Nai ribuuut aja sama rambut Chi yang wangi coklat. Tapi, biarpun ribut tetep aja diciumin terus rambut Chi sama dia hehehe.

Ceritanya minggu lalu Chi memang di hair spa pake yang wangi coklat. Waktu itu mbak di salonnya nawarin mau coklat, kopi, atau strawberry. Chi sempet bingung, karena ketiga wangi itu Chi suka semua. Akhirnya, Chi cobain yang coklat dulu, deh. Dan, sukses bikin Chi pengen nyeruput secangkir coklat hangat saat di salon hehehe.

Minggu, 28 Desember 2014

Penghapus Melayang

Ketika grup FB 80's and 90's lagi ngehits banget, ada banyak status yang tentu aja bikin Chi ketawa ngakak karena bernostalgia. Salah satunya adalah ketika ada yang mengupload foto penghapus papan tulis kapur dan hubungannya dengan guru. Untuk kita yang hidup di tahun tersebut akan langsung mengerti hubungannya. Apalagi kalau bukan tentang 'penghapus melayang'  bila ada anak yang dianggap nakal.

Sampe kemudian timbulah perdebatan. Ada yang merasa anak-anak zaman sekarang itu kurang tangguh. Karena kalau sampe ada kejadian 'penghapus melayang' saat ini, pasti gurunya akan kena kasus. Tapi ada juga yang bilang kalau 'penghapus melayang' bukanlah sesuatu yang lucu karena itu termasuk salah satu bentuk kekerasan terhadap anak.

Bisa ditebak, selanjutnya terjadilah perdebatan... Hari gini, grup manapun kayaknya gak lepas dari perdebatan, ya. Cape, deeehh...

Rabu, 24 Desember 2014

"Bun, Jangan Peluk Ima."

Tadi sore, Nai bilang kalau dia gak enak badan. Pas Chi pegang, badannya memang panas sekali. Setelah dikasih obat, diselimutin. Chi pun peluk badannya karena dia kelihatan agak menggigil padahal udah diselimutin..

Nai: "Bun, jangan peluk-peluk Ima. Nanti Bunda ketularan."

Tangan Nai pun mencoba mendorong badan Chi supaya menjauh.

Bunda: "Menurut adek, tugas seorang Bunda itu apa sih kalau anaknya lagi sakit?"

Tanpa ada omongan, Nai pun langsung memeluk Chi kenceng-kenceng. Padahal tadinya Chi disuruh menjauh.

Bunda: "Udah, Adek gak usah mikirin Bunda bakal ketularan atau enggak. Yang penting Adek gak menggigil setelah dipeluk sama Bunda."

Nai pun mengangguk.

Bunda: "Lagipula, kalaupun Bunda sampe ketularan. Berarti nanti giliran Adek yang pijitin Bunda."
Nai     : "Bundaaa!!" *Nai mulai kelihatan senyumnya lagi sambil mukul-mukul Chi.
Bunda: "Hahahahaha.. Iya, Bunda becanda. Udah sini Bunda peluk. Istirahat, ya."

Gak lama kemudian, Nai pun tertidur. Chi terharu banget sama kejadian tadi. Menurut Chi, itu salah satu bentuk kami menunjukkan kasih sayang. Chi yakin kalau Nai juga sebetulnya pengen dipeluk. Tapi, dia khawatir kalau dipeluk, Bundanya akan ketularan sakit.

Tentu aja Chi gak bisa mengabulkan permintaannya yang menolak dipeluk. Tapi, Chi juga harus memberikan penjelasan kepadanya supaya jangan khawatir Bundanya akan tertular. Chi rasa Nai mengerti. Buktinya dia langsung balik meluk Chi tanpa ada kata-kata.

Duh, Dek! Bikin Bunda terharu aja, sih. Cepet sembuh, ya, Cantik. Libur sekolah masih lama, nih :)


post signature

Gandengan Tangan, Yuk!

Salah satu acara parenting yang Chi suka, yaitu Jo Frost, setiap episodenya selalu ada potongan-potongan keluhan beberapa orang tua. Yang anaknya susah makan, kecanduan game, yang begini, yang begitu. Seringkali orang tua merasa mereka itu yang paling menderita. Sedangkan orang tua lain itu kayaknya gak punya problem parenting sesulit mereka. Padahal menurut Jo Frost, umumnya orang tua punya problem yang sama.

Waktu Chi datang ke acara parenting "Bermain Pintar Optimalkan Stimulasi Anak", Dr Tetty mengatakan kalau orang tua itu suka ada yang ngirian. Melihat anak orang lain gemuk, dia ngiri kenapa anaknya gak gemuk. Dr Tetty berpesan kalau setiap anak itu spesial. Bahkan dengan anak kembar identik sekalipun gak bisa disamakan.

Menurut Chi, keduanya itu ada benang merahnya. Menurut Jo Frost, disinilah gunanya sesama orang tua saling bercerita. Saling berbagi pendapat berdasarkan pengalaman masing-masing. Sehingga orang tua yang sedang merasa mempunyai masalah tau kalau dia tidak sendiri. Akan merasa lebih ringan menyelesaikan masalah kalau saling berbagi.

Hmmm... ucapan Jo Frost ada benarnya. Sayangnya kadang kita suka langsung merasa iri melihat keadaan anak orang lain. Misalnya kita iri melihat anak lain gemuk, sementara anak kita kurus. Atau kita iri melihat anak lain udah bisa jalan, sementara anak kita belum. Padahal anak kita sebetulnya baik-baik aja, tapi rasa iri yang membuat kita berpikir kalau punya masalah.


Senin, 22 Desember 2014

Nonton Bioskop Di Rumah


Nemuin foto lama, nih. Foto waktu kami sekeluarga melihat album foto menggunakan proyektor. Hmmm… udah lama juga kami gak bikin kegiatan seperti ini. Di blog ini Chi pernah cerita kalau untuk mengisi wiken kami suka nonton ala bioskop di rumah. Tepatnya di kamar. Caranya, speaker tambahan diaktifkan, lampu dimatikan, lalu siap-siap deh kami sekeluarga kruntelan bareng di kamar untuk nonton bersama.

Kalau nonton ala bioskop di kamar masih suka kami lakukan sampai sekarang. Sedangkan kalau pake proyektor udah lama banget, nih. Mendadak jadi kangen dan kepengen gara-gara lihat foto ini. Bedanya dengan nonton di kamar adalah layarnya yang lebih besar.

Alat-alat yang diperlukan itu diantaranya adalah laptop dan proyektor. Untuk layarnya bisa pakai tembok atau seprai warna putih bersih. Jangan ditanya ke Chi gimana caranya masangnya, ya. Itu urusan K’Aie. Chi tau beres aja karena gak ngerti urusan pasang-memasang hahaha.

Jumat, 19 Desember 2014

Liburan Jadul


Iyeeess! Udah masuk liburan sekolah lagi, nih! Yang libur sekolah itu memang Keke dan Nai, tetep aja Chi ikutan seneng. Karena kalau mereka libur, berarti rutinitas keribetan di pagi hari ikutan libur dulu hehehe.

Walopun begitu, gak akan bertahan lama kalau mereka gak dicariin kegiatan pengisi liburan. Di rumah memang ada gadget dan konsol game, tapi kayaknya kalau setiap hari main itu mereka juga bosen. Pasti deh suka uring-uringan. Ujung-ujungnya suka nanya kapan masuk sekolah?

Ada sih rencana jalan-jalan untuk liburan kali ini. Tapi kan full selama liburan jalan-jalannya. Jadi, Chi tetep harus mikirin bakal ngapain selama di rumah. Kepikir untuk bikin liburan dengan tema “Libur Jadul.” Gaya bener, ya, pake ada tema segala :p

Rabu, 17 Desember 2014

Bermain Pintar Optimalkan Stimulasi anak


"Gimana dia mau pintar. Setiap hari kerjanya cuma main. Susah kalau diajak belajar."

"Anak saya maunya main terus. Gimana ya caranya supa mereka mau belajar?"

Seringkah kita mendengar ucapan seperti itu? Atau jangan-jangan kita termasuk yang pernah mengucapkannya?

Sebetulnya, ucapan tersebut gak sepenuhnya salah. Tapi, juga gak sepenuhnya benar. Seringkali kita berpikir kalau yang namanya belajar itu berarti harus duduk manis di meja belajar, menghapalkan sejumlah teori atau mengerjakan soal matematika yang (mungkin) bikin pusing. Padahal yang namanya belajar itu sebaiknya sambil bermain.

Dunia anak adalah dunia bermain. Kita gak boleh menghilangkan dunia itu dari mereka seberapa pun beratnya dunia pendidikan. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan bermain pintar.

Minggu, 14 Desember 2014

Jangan Nol Pengetahuan Sejarah Kalau Jalan Jalan Ke Kota Tua


Hari Minggu 16 November 2014, kami sekeluarga jalan-jalan ke Kota Tua. Rencana yang udah cukup lama tapi baru terlaksana. Sempet khawatir akan gagal lagi karena November sudah mulai memasuki musim hujan. Apalagi, minggu pagi hujan mulai turun dan gak tau apa akan ada tanda-tanda berhenti atau tidak.

K'Aie: "Kalau gak brenti juga, nanti kita naik mobil aja."
Chi: "Gak mau, ah. Ayah kan tau alasannya."


Chi memang pengen banget ngajak Keke dan Nai jalan-jalan ke Kota Tua. Gak cuma untuk wisata sejarah, tapi juga mengajak mereka naik kendaraan umum. Keke dan Nai memang cukup jarang naik kendaraan umum. Jadi, Chi pengen mengenalkan ke mereka biar jangan sampai asing sama sekali dengan kendaraan umum. Setelah googling, kayaknya ke Kota Tua itu tempat yang tepat untuk mengenalkan mereka dengan kendaraan umum. Karena lumayan komplit, ada Trans Jakarta hingga Commuter Line.

Jumat, 12 Desember 2014

CnS Junior Grand Competition 2014


Bunda, tadi di sekolah ada audisi spelling bee buat diikutin lomba."

Keke dan Nai saling rebutan bercerita tentang audisi spelling bee yang diadakan di sekolah. Kalau Keke bilang dia malas ikutan lomba dan sengaja disalah-salahkan jawabannya supaya gak terpilih. Nai kebalikannya, dia terlihat sedikit kecewa karena gak terpilih.

Bunda: "Keke kenapa disalah-salahin jawabannya?"

Keke: "Keke males ikut lomba, Bun!"

Bunda: "Ya, kalaupun gak disalah-salahin belum tentu juga kepilih, kan? Berusaha maksimal aja dulu."

Keke: "Iya, deh. Iyaaaa..."

Bunda: "Nai masih kecewa?"

Nai: "Enggak, sih. Cuma sedikiiiitt aja tadi."

Bunda: "Gak apa-apa juga kecewa. Asal jangan berlebihan."

Sebetulnya dalam hati Chi agak sedikit serba salah ketika menasehati Keke. Chi minta Keke jangan sengaja menyalah-nyalahkan jawaban. Tapi, seandainya dia berbuat yang terbaik dia bisa trus kepilih gimana? Sedangkan Keke gak ingin ikut sama sekali. Hmm.. mungkin ke depannya, Chi akan minta Keke untuk berterus terang aja kalau memang gak ingin. Tentunya harus punya alasan yang kuat dan tepat.

Rabu, 10 Desember 2014

Creativepreuneur School

 Ini ada di samping Graha Bhakti Budaya. Gak tau untuk acara apa.

Chi: "Yah, udah beli tiket Sayap-Sayap Mimpi belom?"

Ternyata K'Aie lupa. K'Aie langsung sms contact person pertunjukkan dan buka web penjualan tiket Sayap-Sayap Mimpi.

K'Aie: "Kita mau yang kelas berapa, Bun?"
Chi: "Sebetulnya paling enak VIP, ya. Tapi, lumayan banget kalau dikali 4. Kalau kelas 2 kejauhan posisinya. Paling pas harga kelas 1, sih. Tapi enak gak sih nonton dibagian sayap?"
K'Aie: "Ambil yang deket sama VIP aja. Jadi, gak terlalu minggir nontonnya."

Kami pun sepakat memilih tiket kelas 1. FYI, harga tiket VIP Rp150.000,00, kelas 1 Rp100.000,00, kelas 2 Rp75.000,00. Gak lama kemudian, kami menerima sms dari cp pertunjukkan.

K' Aie: "Kok, katanya harga tiketnya Rp50.000,00 per orang?"
Chi: "Setau Chi, harga segitu untuk pelajar. Mungkin disangkanya kita mau bawa rombongan pelajar karena nontonnya siang kali."

Sotoynya, kami gak tanya balik lagi. Langsung transfer sejumlah Rp400.000,00 setelah itu konfirm. Setelah dapat sms balasan, kami baru tau kalau untuk pertunjukkan siang semua harga dipukul rata jadi Rp50.000,00 per orang. Sasaran utama untuk pertunjukkan siang memang untuk pelajar. Jadi, pengunjung yang bukan pelajar pun tetap dikasih harga pelajar. Tapi, karena harganya disamakan jadinya gak ada kelas-kelas. Wah bisa berebutan, nih! Ada beberapa pilihan untuk kelebihan uang yang kami bayar. Kami memilih untuk didonasikan ke Sanggar Akar saja.

Senin, 08 Desember 2014

Kurikulum Teaching With Love

Lagi heboh pro-kontra tentang kurikulum 2013, ya? Etapi, kapan sih kurikulum di negara kita gak rame dengan yang namanya pro-kontra? Dari sebelum ada kurikulum 2013 juga kurikulum yang sebelum-sebelumnya selalu rame pro-kontra. Emang gak pernah sepi kalau ngomongin kurikulum hehehe.

Kalau ditanya suka atau tidak dengan kurikulum 2013, Chi akan jawab iya. Oiya, Chi pro untuk K13 yang SD, ya. Kalau yang SMP/SMA masih no comment. Belom ngerasain hehe. Tapi terlepas dari apakah Chi pro atau kontra dengan kurikulum baru ini yang penting adalah Teaching With Love.

Kalau dikatakan Chi pro dengan kurikulum 2013, tapi bukan berarti dengan kurikulum sebelumnya Chi selalu kritik dan mengeluh terus-terusan, lho (Bisa dibuktikan dengan membaca tulisan-tulisan Chi di file metode belajar). Boleh aja berpro-kontra, tapi kalau Chi hanya fokus kepada kritik dan mengeluh malah jadinya lupa untuk mengajarkan Keke dan Nai. Padahal materi pelajaran segabruk yang harus dipelajari. Lagipula semua kurikulum itu ada ribetnya masing-masing tapi juga ada keuntungannya masing-masing. Gak ada yang 100% sempurna atau 100% buruk.

Selasa, 02 Desember 2014

Makan Mewah Tapi Murmer Karena BCA KlikPay

Chi: “Yah, pernah belanja pake BCA KlikPay, gak?”
K’Aie: “Pernah. Kenapa memangnya?”
Chi: “Enggak, sih. Cuma pas Chi ke web KlikBCA ngelihat tulisan BCA KlikPay gitu. Pas Chi klik, ada daftar merchant. Itu untuk belanja online, ya?”
K’Aie: “Iya. Gampang kok pakai BCA KlikPay”
Chi: Asik, dong! Nanti siang, Chi coba lihat-lihat lagi, ah.”

BCA KlikPay

Chi dan K’Aie memang gemar belanja online. Udah makin males aja belanja di mall. Udara di luar lagi geraaahh, trus makin males ketemu macet. Bedanya kalau Chi lebih sering belanja baju dan selalu ‘kalap’ kalau beli buku. K’Aie seringnya belanja peralatan adventure dan computer.

Senin, 01 Desember 2014

Sayap Sayap Mimpi

Sayap Sayap Mimpi
Sinopsis - Sebuah kisah yang terinspirasi oleh perjuangan beberapa kaum muda untuk menemani anak-anak yang dipinggirkan, untuk mewujudkan mimpi berkembang menjadi pribadi yang berintegritas. Perjuangan berawal dari pertemanan Sukma, Raga, dan beberapa mahasiswa dengan anak-anak jalanan, anak-anak pemukiman urban seperti Genta, Atta, Riska, dan Wiwi.
Kepercayaan yang kemudian tumbuh diantara mereka, menumbuhkan kebiasaan berdialog. Merencanakan segala hal yang dibutuhkan demi kebaikan anak. Termasuk mendirikan Rumah Kita, tempat mereka belajar hidup. Perjalanan pertemanan masih berlanjut, meskipun sudah ada regenerasi. Peran-peran Sukma dan Raga yang sudah mulai menua digantikan oleh Genta dan teman-temannya.

Adegan anak-anak pinggiran sedang tertidur  di dalam rumah tanpa kasur atau alas lainnya. Dinding rumah yang hanya berlapisan koran dan ada bagian yang sobek merupakan adegan pembuka teater musikal Sayap-Sayap Mimpi.

Satu per satu adegan berganti. Kehidupan yang banyak Chi tau lewat berbagai media atau melihat langsung ketika berada di luar rumah. Rumah dan lingkungan yang kumuh. Ancaman dan berujung dengan kerusuhan ketika tempat mereka bernaung akan digusur karena 'kalah' dengan rencana pembangunan kota. Keluarga yang kurang harmonis gara-gara urusan ekonomi. Beban sekolah yang berat, dan sebagai anak mereka pun harus ikut mencari nafkah dengan mengamen. Dikejar dan ditangkap tramtib. Menyogok tramtib ketika salah seorang dari mereka ditangkap. Demo menuntut teman mereka di lepas setelah ditangkap tramtib. Perkelahian sesama anak jalanan. Bener-bener potret kehidupan masyarakat pinggiran. Kehidupan yang berat terutama bagi anak-anak.

Pasukan tramtib yang berseragam orange ini menari dengan lucu. Tapi, kalau dalam dunia nyata kayaknya gak ada lucu-lucunya, ya hehe

Kamis, 27 November 2014

Akarnaval 2014 - Gemilang 20 Tahun Anak Akar Indonesia

Akarnaval adalah aksi seni budaya yang diselenggarakan Sanggar Anak Akar dalam mewujudnyatakan visi menjadikan pendidikan sebagai bagian dari gerakan budaya yang menghormati hak dan kemanusiaan anak. Dalam pengertian itu, Akarnaval bukan sekedar acara atau proyek yang berdiri sendiri, melainkan suatu titik dari proses berkesinambungan model pendidikan yang diselenggarakan Sanggar Anak Akar. Dari satu sisi, Akarnaval merupakan pencapaian dari dinamika kegiatan sebelumnya. Di sisi lain, aksi budaya ini merupakan pihajan awal untuk melanjutkan gerak ke depan.
Bertepatan dengan ulang tahun Sanggar anak Akar yang kedua puluh, November 2014, Akarnaval keemapt kali ini mengambil tema "Gemilang 20 Tahun Anak Akar Indonesia." Akarnaval kali ini tidak hanya berisi beragam aksi kreatif, tetapi juga diikuti banyak kelompok peserta dari berbagai negara.
Bunda : "Yah, Sanggar Akar bikin pementasan teater. Kita nonton, yuk!"
Ayah  : "Kapan?"
Bunda : "Tanggal 25-26 November. Ada yang jam 3 sore atau jam 8 malam. Mau, kan? Pengalaman pertama buat anak-anak juga, nih, nonton teater. Lagian Sanggar Akar kan kata Ayah bagus."
Ayah : "Iya, memang, Tapi, coba nanti Aie ke sana dulu buat ngobrol-ngobrol."
Bunda : "Oke."

Selasa, 25 November 2014

LSD Camping Pramuka Pertama Keke


Setiap semester pertama di setiap tahunnya, sekolah selalu mengadakan kegiatan pramuka yang bernama Life Skill Development (LSD). Keke dan Nai selalu seneng kalau ada LSD karena semua kegiatannya selalu menyenangkan. Biasanya setelah LSD selesai, anak-anak diberi tanda baru untuk baju pramukanya. Berarti semacam kenaikan tingkat juga, ya.

Biasanya LSD dilakukan di sekolah. Selama 1 hari, tidak ada pelajaran lain, hanya kegiatan LSD. Kecuali untuk anak-anak kelas 5 SD, LSD diadakan di luar sekolah alias camping. Karena Keke sudah kelas 5 SD, berarti Keke pun camping. Camping bukanlah pengalaman pertama Keke. Dia cukup sering camping. Tapi, camping tanpa orang tua merupakan pengalaman pertama bagi Keke.

Tahun ini, camping di adakan di Citra Alam Lakeside, Situ Gintung. Mendengar kata Situ Gintung, yang langsung teringat adalah kejadian musibah tanggul jebol beberapa tahun silam. Aman gak, ya, camping disana? Tapi, feeling Chi mengatakan rasanya gak mungkin sekolah mencari tempat yang gak aman buat anak-anak. Lagipula disinilah gunanya Google, kan? Cari informasi tambahan sebanyak-banyaknya :D

Sabtu, 22 November 2014

#OOTDID Jeans, Kaos, dan Kets

Ceritanya sesekali mau nulis ala fashion blogger, ah *halah gayaaa :p. 

Hari ini, Chi dateng ke acara Campaign.com. Alhamdulillah, akhirnya bisa juga hadir setelah undangan dari campaign.com beberapa waktu lalu Chi gak bisa hadir. Biasa deh, apalagi alasannya kalau bukan urusan anak-anak hehehe.

OOTD (Outfit of The Day) Chi hari ini adalah celana jeans, kaos, jaket jeans, kerudung kaos, plus sepatu kets. Tas selempang gak ketinggalan (biasanya ranselan, tapi hari ini lagi males bawa ransel). Ini, sih gaya Chi sehari-hari sebetulnya. Kalau ke sekolah anak-anak juga selalu casual begini gayanya. Walopun, pernah sesekali pake gamis atau yang rada feminin. Itu kalau jiwa femininnya lagi kumat :D

Tadinya udah mau pake baju yang kayak di foto ini. Tapi pas mau berangkat baru sadar kalau bajunya sobek. Hufff... Untung sadarnya pas masih di rumah. Coba kalau udah di lokasi acara.

Selasa, 18 November 2014

Kopdar Blogger Di Tanakita

Berkali-kali datang ke Tanakita, baru kali ini merasa deg-degan...

Oiya, masih ingat 3rd GA berhadiah liburan ke Tanakita yang beberapa bulan lalu Chi gelar dengan pemenangnya adalah Nurul Wachdiyah dan Shinta Ries? Tanggal 8 November lalu, sesuai rencana yang sudah disepakati, kami pun kopdar di Tanakita.

Deg-degan pertama

Kopdar, Blogger, Tanakita
Ngobrol-ngobrol dulu sambil nunggu Mak Nurul dan Mak Shinta dateng

Walopun Chi udah kangen banget sama hujan, tapi agak berharap saat kami ke sana itu gak hujan sama sekali. Kalau hujan, gak bisa banyak aktivitas yang bisa kami lakukan disana. Paling santai-santai di area Tanakita aja.

Buat Chi sih gak masalah mau hujan atau enggak, sama enaknya. Malah kata K'Aie di Tanakita itu saat hujan. Karena yang terbayang adalah nikmatnya nyeruput kopi di gazebo. Tapi, Mak Nurul dan Mak Shinta kan baru ke Tanakita, sayang banget kalau gak maksimal beraktivitas disana.

Apalagi para pemenang GA juga diminta untuk ikut tubing. Sedangkan tubing itu tergantung sama debit air. Terlalu kering atau terlalu deras, kegiatan tubing ditiadakan. Duh, Chi merasa gak enak juga nih kalau sampe gagal tubing. Deg-degan hihi.

Cuma pasrah begitu hujan turun lumayan besar di hari Sabtu. Ya, masa mau nyalahin Allah? Enggak, lah. Jauh-jauh dari pikiran seperti itu :)

Jumat, 14 November 2014

Anak Ayah

Beberapa hari yang lalu adalah hari ayah. Chi mau ceritain tentang K'Aie, ah. Eheemm hehehe..

Sejak masih pacaran, Chi udah feeling kalau K'Aie termasuk laki-laki yang bisa dekat dengan anak kecil. Sebetulnya gak cuma feeling, sih. Tapi ada buktinya. Chi punya adik yang selisih usianya 18 tahun. Nah, kalau orang pacaran biasanya kemana-mana berdua atau bareng sama teman-teman, Chi dan K'Aie enggak kayak gitu. Seringnya kemana-mana itu bertiga sama adik Chi. Sejak adik Chi usia kurang dari 2 tahun udah sering ikut kami berdua kalau jalan-jalan. Pacaran sekalian ngasuh adek hehe.

Alhamdulillah K'Aie gak pernah keberatan, malah asik ajah. Trus, Chi juga punya banyak sepupu yang seumuran adik bungsu ini. Malah ada beberapa yang lebih kecil lagi. Jadi, kalau K'Aie lagi ikutan kumpul sama keluarga besar Chi, selalu dikerubutin sama sepupu-sepupu Chi yang waktu itu masih kecil-kecil. Anak-anak kecil yang ngikutin kami jalan-jalan pun tambah banyak. Udah kayak rombongan sirkus hehehe.

Makanya, begitu punya anak sendiri, Chi yakin K'Aie akan menjadi ayah yang baik. Gak hanya bisa menafkahi tapi juga bisa ikut mengasuh bahkan menjadi sahabat bagi Keke dan Nai. Buat kami, kedekatan antara ayah dan anak itu perlu banget. Sama pentingnya seperti anak dekat dengan sosok bundanya.

Banyak sekali yang bisa Chi ceritain tentang seperti apa kedekatan K'Aie dengan Keke dan Nai. Tapi, kali ini kedekatan dalam bermain aja, ya. Mungkin akan lebih banyak foto yang berbicara kali ini.

Rabu, 12 November 2014

Belajar Sepeda Roda Dua

Lagi buka-buka foto lama, ketemu kumpulan foto Keke waktu lagi belajar belajar sepeda roda dua. Foto tahun 2009, berarti kira-kira Keke usia 5 tahun. Keke belajar pakai sepeda roda dua dari roda empat cukup sehari aja langsung lancar, lho. Mungkin penyebab kenapa Keke bisa langsung lancar adalah beberapa hal di bawah ini:

Sepedanya udah kekecilan


K'aie udah pernah nawarin dia sepeda baru. Keke gak mau. Namanya anak-anak, kalau udah punya barang kesayangan memang susah disingkirkan barangnya. Padahal sepeda lamanya itu udah agak kekecilan. Dan udah menuntut segera di 'lem biru', sampe beberapa kali dibenerin. Keke tetep gak mau. Tapi, mungkin ini juga yang bikin dia pede mencopot ban kecil sepedanya. Dari roda empat ke roda dua. Karena kalau sampe oleng pas lagi main sepeda roda dua kan kainya dnegan mudah menyentuh tanah hehe.

Belajar di lapangan rumput


Kompleks tetangga punya beberapa lapangan rumput. Jadi, kami sekeluarga 'nenangga' dulu ke komplek sebelah untuk menikmati lapangan rumputnya. Kenapa sengaja cari lapangan rumput, biar Keke gak trauma kalau sampe jatuh beberapa kali karena jatuh pas lagi belajar sepeda roda dua. Jatuh di lapangan rumput kan gak sesakit dibandingkan jatuh dilapangan aspal.

Latihannya juga dari pagi. Anggap aja sekalian olahraga pagi. Dan, gak perlu sampe seharian juga kami latihan. Setelah Keke makin pede ngegowesnya, cobain ke jalan langsung bisa deh.

Jadi, buat orang tua yang pengen ngajarin anaknya gowes sepeda roda dua, coba cari lapangan rumput ajah. Anak lebih nyaman latihannya karena gak perlu takut sakit saat jatuh. Kalau udah nyaman, rasa pede bakal dateng. Anak pun jadi cepet bisa. Orang tua juga gak perlu pegel punggung karena sering-sering pegangin sepeda anak, takut anak jatuh trus luka dan nangis. Win-win solution, kan? Hehe

Jumat, 07 November 2014

Lomba Pekan Muharram

Hari Selasa lalu, di sekolah Keke dan Nai diadakan lomba pekan Muharram.

Keke: "Bun, sebetulnya Keke itu pengennya ikut lomba adzan atau spelling arabic. Tapi, sama guru di suruh ikut lomba tilawah."
Bunda: "Alasannya?"
Keke: "Katanya sih Keke termasuk yang bagus bacaan Al-Qur'annya."
Bunda: "Ya, dicoba aja kalau gitu, Ke."

Kalau Keke ikut lomba tilawah, Nai diminta ikut lomba mewarnai kaligrafi. Ini udah yang kedua kalinya buat Nai. Tahun lalu, dia ikut lomba yang sama. Kalau Keke, tahun lalu ikut lomba hapalan surat.

Nai: "Bun, caranya menang gimana, ya?"
Bunda: "Latihan dan berusaha yang terbaik."
Nai: "Kayaknya Ima udah berusaha yang terbaik. Tapi, tahun kemaren gak menang."
Bunda: "Menang itu anggap aja bonus, Nai. Yang penting kita berusaha yang terbaik dulu."
Nai: "Tapi, Ima kepengen banget menang, Bun. Tahun lalu gak juara sama sekali. Masa' tahun ini enggak juga."

Ada rasa bahagia dan khawatir melihat keinginan Nai ini. Bahagia karena Nai berarti punya tujuan. Dan, kemudian dia buktikan dengan latihan mewarnai di rumah. Sesekali kami berdua berdiskusi, kira-kira akan diwarnai seperti apa nanti. Walopun belum tau juga pas lomba nanti akan kayak apa lembaran mewarnainya.

Rasa khawatir yang timbul adalah kalau Nai jadi merasa sangat kecewa ketika ternyata usahanya belum membuahkan kemenangan juga. Chi yakin Nai gak akan menangis gegerungan karena kalah. Dia juga gak akan minta dibeliin duplikat piala. Tapi, kalau Nai udah kecewa, biasanya dia suka sedikit patah semangat. Harus dibangkitkan lagi supaya patah semangatnya gak jadi panjang.

Chi terus berusaha mengingatkan Nai supaya yang penting berusaha terbaik aja dulu. Pokoknya coba membesarkan hati Nai. Menjaganya supaya jangan sampe kecewa banget kalau hasilnya gak sesuai yang dia harapkan. Mengatakan kepadanya kalau apapun hasilnya selama kita udah berusaha, orang tua akan terus mendukung.

Rabu, 05 November 2014

Keke Malu, Bunda

Wali kelas: "Mama Keke, kalau saya perhatiin sekarang keberanian Keke agak berubah. Dulu waktu kelas 2, kalau disuruh maju ke depan untuk adzan dia selalu mau. Sekarang menolak. Saya bujukin tapi dia tetap menolak."

Itu laporan wali kelas Keke waktu kelas 4 pas lagi terima rapor (lupa semester ganjil atau genap). Wali kelasnya wkatu kelas 4 memang pernah menjadi wali kelas Keke pas kelas 2. Jadi, sudah cukup hapal dengan karakter Keke.

Sampe rumah, Chi langsung tanya ke Keke kenapa pernah menolak pas diminta untuk adzan. Awalnya, Keke cuma bilang "Gak mau ajah." Tapi, setelah tarik-ulur pembicaraan, Keke pun mulai mengaku.

Keke: "Keke malu, Bunda."
Chi: "Malu kenapa?"
Keke: "Keke kalau ngomong R kan kayak gini."

Keke bisa ngomong R, tapi memang agak unik. Banyak yang bilang seperti bule kalau lagi ngomong R. Atau coba kita ngomong kata yang mengandung huruf R tapi lidahnya agak ke dalam. Tetap jelas kedengeran Rnya tapi terasa unik aja.

Senin, 03 November 2014

Buat Apa Sekolah?

Nai: "Bunda, Ima cita-citanya gak mau jadi illustrator lagi, ah. Ima mau jadi ibu rumah tangga aja."
Bunda: "Kok, tiba-tiba berubah? Alasannya apa?"
Nai: "Ya, pengen ajah."
Bunda: "Gak mungkin dong cuma kepengen aja. Harus ada alasan."
Nai: "Gak ada, Bun. Ima cuma kepengen ajah."
Bunda: "Masa' sih? Atau Ima lagi bosen ngegambar, ya?"
Nai: "Enggak, Buuun... Enggak. Emang kenapa sih harus pake alasan segala?"
Bunda: "Ya, abis tiba-tiba aja berubah cita-citanya."
Nai: "Ya gak apa-apa, kan? Ima cuma pengen kayak Bunda aja. Kayaknya enak."
Bunda: "Ooohh.."

Sebetulnya, ketika ngobrol itu, di hati Chi lagi ada perperangan antara ego dan akal sehat. Makanya, Chi coba mengulur-mgulur pembicaraan aja sama Nai. Padahal sebetulnya pengen ngomel hehe.

Ego: "Kalau emang cita-citanya pengen jadi ibu rumah tangga, ngapain juga diniatin sekolah tinggi-tinggi. Belajar aja langsung sama Bunda. Belajar mengurus rumah, belajar masak."

Akal sehat: "Eh! Bukannya sendirinya juga seorang sarjana? Gak masalah kan seorang sarjana akhirnya menjadi full time mom? Malah kamu seringkali bilang ke diri sendiri kalau pentingnya berpendidikan tinggi itu salah satunya adalah membentuk pola berpikir kamu. Lagian, anak-anak kan memang mencontoh orang terdekat. Nai sekarang lagi 'berkaca' ke bundanya. Dia pengen kayak bundanya."

Chi memang akhirnya harus mengeplak diri sendiri. Berkali-kali Chi merasa bersyukur dan gak merasa sia-sia walopun seorang sarjana tapi menjadi ibu rumah tangga saja. Setidaknya pengalaman akademis, bisa membantu membentuk pola berpikir Chi seperti sekarang. Jadi, kenapa Chi malah berpikir untuk gak perlu nyekolahin Nai ke sekolah yang lebih tinggi kalau memang dia nantinya ingin jadi seperti Chi. Ah, anggap aja Chi saat itu lagi galau hehehe..

Jumat, 31 Oktober 2014

Sudah Menikah Tapi Masih Tinggal Dengan Orang Tua

Kalau di luar sana, beberapa ibu sibuk melakukan 'Moms War', kalau 'war' Chi adalah bersama orang tua. Hehehe enggak, ding. Nanti dianggap anak durhaka kalau war sama orang tua :p

Sampe saat ini Chi memang masih tinggal sama orang tua. Dulu Chi suka males bercerita kalau masih tinggal orang tua. Abis suka ada aja yang merasa berhak menceramahi kalau sudah menikah sebaiknya tinggal terpisah. Idealnya memang begitu, tapi setiap orang kan punya alasan masing-masing. Bahkan ada yang alasannya pribadi banget. Dan gak perlu juga kita woro-woro ke semua orang alasannya.

Sesungguhnya tinggal bersama orang tua juga ada suka dukanya. Sukanya tentu banyak. Paling tidak kalau Chi lagi membutuhkan bantuan keluarga, gak perlu terlalu pusing karena sudah dikelilingi orang-orang terdekat.

Katanya kalau sudah menikah sebaiknya hanya ada 1 nakhoda. Tapi, itu kan hanya berlaku untuk pasangan suami istri. Kalau disini kondisinya dalam 1 atap ada 2 rumah tangga. Gak apa-apa juga ada 2 nakhoda karena tiap rumah tangga punya kapal masing-masing. Intinya, biarpun kami masih tinggal bersama orang tua Chi, tetep aja untuk urusan rumah tangga ya masing-masing. Chi dan K'Aie kan juga mau belajar mandiri.

Tapi, kali ini Chi mau cerita tentang dukanya. Cuma sebelum bercerita, Chi harus menjelaskan dulu alasannya biar gak ada yang salah paham. Alasannya adalah:
  1. Yang Chi posting ini bukan bermaksud untuk menceritakan aib keluarga. Chi hanya menceritakan beberapa permasalahan yang mungkin saja secara umum dirasakan oleh keluarga yang masih tinggal dengan orang tua. Tentu aja dibarengi dengan solusi yang pernah Chi lakukan.
  2. Chi hanya membatasi 3 masalah saja. Kalau kebanyakan nanti disangka curhat hehehe. 3 masalah yang ditulis ini karena Chi pernah ngalamin. Dan kemungkinan juga yang lain pun pernah ngalamin

Selasa, 28 Oktober 2014

Raport Bayangan Semester Ganjil 2014

Hari Sabtu lalu (25/10), Keke dan Nai terima raport bayangan. Hasilnya adalah sebagai berikut...

Nai

Biasanya, Chi cerita tentang Keke dulu. Kali ini, Nai aja dulu. Menurut wali kelas, Nai bisa dibilang 'perfect'. Nilai akademis, sikap, keaktifan di kelas, tata tertib di sekolah, dan lainnya semua jempolan. Wali kelas sampai bilang seandainya semua muridnya seperti Nai, rasanya bakal bahagia banget :)

Alhamdulillah, Chi seneng banget dengernya. Paling sedikit catatan kecil aja, Nai suka terlihat agak gak pede kalau sedang ulangan. Padahal untuk hal-hal lain dia pede. Lagipula nilai-nilainya selalu bagus-bagus, hampir semuanya perfect.

Kamis, 23 Oktober 2014

Mungkinkah Orang Tua Yang Menjadi Sumber Penyebabnya?

Bullying, pelecehan pada anak, pornografi anak, kekerasan pada anak, dan tawuran. Apa yang ada di benak kita ketika mendengar atau membaca 5 kata tadi? Yang jelas buat Chi semuanya itu sesuatu yang negatif. Kalau mau lebih jelas lagi definisi masing-masing kata tadi, silakan cari di Google.

Buat Chi, kelima hal yang disebut diatas adalah ancaman yang nyata. Bahkan sejak dulu, misalnya bullying. Zaman kita sekolah suka ada yang namanya senior-junior. Trus yang senior suka ada yang 'ngegencet' junior. Kalau dipikir-pikir lagi, bukankah sebetulnya itu salah satu bentuk bullying? Cuma bahasanya aja gak sekeren sekarang. Dulu kita bilangnya 'gencet', sekarang 'bully'.

Jadi, tanpa perlu Chi menunggu ada heboh kasus tertentu, tanpa perlu melihat video tertentu, proteksi dini dimulai dari rumah sejak mereka lahir itu suatu kewajiban. Memproteksi bukan berarti memberatkan langkah anak-anak. Tapi, kita berusaha untuk membimbing mereka agar jangan jadi pelaku atau korban.

Ketika terjadi suatu kasus dimana si anak menjadi pelaku, mungkin gak sih orang tua juga ikut menjadi sumber penyebab? Padahal kejadian bukan di rumah. Misalnya, di sekolah. Seharusnya sepenuhnya jadi tanggung jawab pihak sekolah, kan? Hmmm... Coba lihat beberapa hal dibawah ini, ya...

Selasa, 21 Oktober 2014

Lebih Pede Senyum Karena Jakarta Smile

Buat Chi yang namanya ke dokter gigi itu semacam uji nyali dan pertarungan gengsi. Jujur aja, Chi itu takut ke dokter gigi. Ups! *lirak-lirik, berharap Keke dan Nai gak tau hehe

Mendengar kata dokter gigi aja udah bikin Chi horror dan ngilu. Rasanya, Chi belum pernah nemuin dokter gigi yang menyenangkan. Walopun udah bertahun-tahun berlalu, masih ingat banget gimana sakitnya saat dicabut padahal katanya udah dibius. Ketika gigi geraham kanan bawah ditambal karena berlubang, bukannya sembuh malah jadi tambah sakit. Akhirnya, Chi cabut sendiri tambalannya. Memang sih sakitnya jadi hilang. Tapi, lama kelamaan graham Chi pun jadi rusak bahkan mulai habis.

Seringkali ketika bercermin, Chi pengen mencabut graham tersebut. Gemas banget lihatnya karena tinggal sepotong. Tapi, setiap kali pula, rasa takut untuk ke dokter gigi itu masih ada. Akhirnya, nyali ini ciut lagi. Lagian, kalau dipikir-pikir, gigi Chi baik-baik aja dalam artian udah lama sekali gak pernah sakit gigi. Rasanya gak perlu ke dokter gigi, kan?

Sabtu, 18 Oktober 2014

Ternyata Keke Suka Menulis

Di blog ini beberapa kali Chi membuat postingan yang mengatakan kalau Keke itu agak susah kalau urusan tulis-menulis. Butuh perjuangan sendiri yang kadang dibumbui dengan 'perang-perang kecil' kalau menyuruh Keke menulis. Keke sepertinya lebih suka berbicara panjang lebar, ketimbang menulis walopun cuma beberapa baris.

Tapi, sepertinya Chi agak salah menduga.... Beberapa hari lalu...

Keke:"Bun, Keke mau nulis tentang Clash of Clans (COC), ah"
Bunda: "Ya, tulis aja."

Chi waktu itu gak terlalu menanggapi keinginan Keke. Tapi, beberapa hari ini Chi perhatiin dia seperti asik di depan komputer, mengetik sesuatu di Word. Karena penasaran, Chi pun tanya ke Keke. Soalnya dia jarang banget buka Word kecuali tugas sekolah hehe. Ternyata, dia benar-benar menulis!

Setiap hari Keke menulis tentang game favoritnya ini. Tulisan semacam diary gitu. Pengalamannya ketika bermain COC. Dan, semuanya dia tulis dalam bahasa Inggris.

COC adalah game strategi tentang membangun dan memperluas desa. Masing-masing pemain, dianggap sebagai pemimpin desa harus punya strategi. Strateginya tidak hanya tentang membangun  dan mengembangkan desa yang dipimpin, tapi juga harus bisa bertahan dari serangan desa lain untuk memperebutkan daerah. Desa yang kita pimpin bisa juga menjalin kerjasama dengan desa lain. Bagus, sih. Karena anak juga belajar membuat strategi.


Kamis, 16 Oktober 2014

My Idiot Brother - Bukan Review Film

Keke: "Bun, Sabtu besok, boleh nonton film My Idiot Brother sama temen-temen, gak?"

Walopun, Keke terus mengulang permintaannya, Chi gak langsung mengiyakan. Alasannya adalah...
  1. Chi harus nonton trailernya dulu di youtube supaya tau ini film bagus atau enggak
  2. Walopun Keke uidah menjelaskan secara singkat isi film tersebut dari yang dia lihat di youtube, tapi  buat Chi ini film bukan 'Keke banget'. Maksudnya, selama ini kalau kami nonton film ke bioskop kan film kartun. Tumben-tumbenan Keke kepengen nonton drama. Apalagi katanya, nonton film My Idiot Brother bersama teman-teman adalah ide Keke.
  3. Chi sempet berpikir kalau jangan-jangan Keke cuma biar bisa kumpul sama teman-temannya. Bukannya gak boleh ngumpul sama temen-temennya. Tapi, kalau memang mau ngumpul, jangan di bioskop. Makan di mana, main ke rumah teman, atau teman yang main ke rumah Keke.
Chi lihat di youtube, filmnya bagus dan sedih. Chi sampe nangis nontonnya. Cerita singkatnya dari yang Chi lihat di youtube, tentang kakak-beradik dimana di kakak terkena down syndrom. Awalnya, adiknya ini sayang sama kakaknya. Sampe kemudian, si adik suka dibully sama temen-temen di sekolah karena punya kakak 'idiot'. Si adik jadi malu, dan mulai benci kakaknya. Apalagi, si adik mulai jatuh cinta. Pokoknya drama banget deh ceritanya. Walopun pesan moralnya juga ada. Tapi, Chi tetep masih merasa kalau ini film bukan 'Keke banget', masih berpikir apa Keke ada maunya?

Bunda: "Bunda udah nonton trailernya. Keke boleh nonton, tapi gak di GM. Nonton di BCP aja."
Keke: "Ya... Kenapa, Bun? Temen-temen pada mau nontonnya disana?"
Bunda: "Pertama, harga tiket di GM itu 3x lipat dari BCP. Kalau cuma nonton film yang sama apa gak sayang uang? Lagian kita kan udah sering nonton di BCP, bagus bioskopnya. Kalau ada yang murah tapi bagus, ngapain juga pilih yang mahal."
Keke: "Iya juga sih, mending buat yang lain uangnya."

Chi lalu baca di Line grup Keke kalau dia bilang mau nonton di BCP aja, terserah kalau temen-temennya tetep mau di GM. Eh, gak taunya, temen-temennya pada mau ngikutin Keke nonton di BCP.

Minggu, 12 Oktober 2014

Imajinasi Si Peniru Ulung Di Kidzania

Imajinasi anak benar-benar luar biasa. Coba aja beri mereka kertas dan biarkan mereka menggambar atau menulis sesuka hati. Bagi kita yang dewasa, mungkin yang mereka gambar itu seperti benang kusut. Tapi, ketika bertanya kepada mereka, kita akan takjub mendengar penjelasannya. Bisa jadi yang mereka gambar itu adalah kupu-kupu, bunga, mobil balap, dan lain sebagainya.

Coba beri mereka sapu, bisa jadi kemudian anak akan berimajinasi menjadi seorang gitaris dimana gagang sapunya dianggap sebagai gitar. Atau pernahkah selendang yang kita miliki dipakai oleh anak lalu anak berimajinasi menjadi seorang putri raja?

Selain imajinasi, anak juga seorang peniru ulang. Anak akan dengan mudah meniru apa yang mereka lihat. Oleh karenanya sebagai orang tua kita wajib memberikan contoh yang baik kepada anak-anak. Anak-anak juga bisa mempunyai impian atau imajinasi juga karena melihat sekelilingnya.

Jumat, 10 Oktober 2014

Aku Anak Yang Payah

"Ya ampun.. masa' begini aja gak bisa?"

Pernah ngomong seperti itu ke anak? Chi pernah. Ups! Jangan diikuti ya, karena Chi tau itu salah. Tapi, kadang pernah ada salah dengan ngomong seperti itu. Walopun setelahnya Chi berusaha memperbaiki dengan meminta maaf dan menjelaskan ke Keke atau Nai. Supaya mereka mengerti dan kami sama-sama introspeksi.

Mbak Nina, psikolog yang berbicara di talkshow Parenthood Style Di Era Digital menjelaskan kalau idak baik anak terlalu sering mendengar perkataan seperti itu untuk dirinya. Misalnya, nih, ada anak yang ketika menaruh gelas di atas meja malah gelasnya jatuh. Kalau cuma sekali, ibunya masih maklum. Tapi ketika dilakukan berulang kali, ibunya mulai kesal trus keluar deh kata-kata "Masa' gini aja gak bisa?"

Senin, 06 Oktober 2014

SMA Atau SMK?

Keke sekarang udah kelas 5 SD. Pembicaraan tentang akan melanjutkan ke SMP mana, mulai sering dibicarakan antara Chi, K'Aie, dan Keke. Terlalu kecepetan? Enggak juga. Dari dulu Chi memang lebih suka menyiapkan sekolah dari jauh-jauh hari.

Ketika Keke baru masuk TK, Chi udah mulai mebidik kira-kira bakal masuk SD mana aja atau memilih homeschooling. Chi mulai mencari tau lebih detil tentang sekolah yang dipilih begitu juga dengan metode homeschooling. Sampai akhirnya, pilihan pun jatuh di sekolah Keke sekarang. Alhamdulillah, sejauh ini kami semua masih cocok sama sekolah ini.

Keke tentu aja dilibatkan, karena pada akhirnya dia juga yang akan sekolah. Tapi, jangan lupa pertimbangkan juga Nai. Karena Chi sih pengennya mereka tetep satu sekolah, paling gak sampai SMP. Udah ada beberapa sekolah yang dijadikan pilihan. Sedang kami pilih-pilih plus-minusnya. Pokoknya diusahan detil, dinilai dari banyak aspek. Sebelum akhirnya nanti memutuskan.

Jumat, 03 Oktober 2014

Pelajaran Berinternet Sehat

Kasus Dinda, Flo, dan kakak yang menupload PR matematika adiknya (lebih dikenal sebagai kasus 4x6 dan 6x4), menurut Chi punya kesamaan benang merah, yaitu sama-sama tidak dewasa dan tidak bijak dalam dunia maya. Ketika kasusnya sudah merebak, banyak yang larut dalam emosi, sesama anak manusia saling berdebat, lalu pelaku pun meminta maaf, dan kasusnya hilang bagai ditelan angin. Huff...

Gak cuma itu, ketika anak-anak ABG dengan santainya mengupload foto kemesraan bersama 'pacar'. Kemesraannya terlihat berlebihan. Belum lagi status-status yang lebay. Kalau lagi jatuh cinta, kalimat sayang-sayangannya dahsyat. Tapi, begitu putus, berantemnya juga dahsyat. Dan,. semua itu dipertontokan di social media dengan bebasnya.

Dunia maya seperti dua sisi mata pisau. Ada sisi positif dan negatif, tapi keduanya bisa sama-sama tajam. Berbagai tampilan negatif itu memang mencemaskan. Tapi, melarang Keke dan Nai untuk jauh dari dunia digital, buat Chi rasanya sulit. Apalagi era mereka memang era digital.

Chi sering mengawasi dan mengingatkan Keke-Nai untuk berhati-hati dengan dunia maya. Jangan suka sembarangan klik link gak jelas, hati-hati bergaul di dunia maya, dan lain sebagainya. Walopun begitu, sempet juga Chi merasa kecolongan sampai 2x.

Rabu, 01 Oktober 2014

Ketika Keke Mulai Jatuh Cinta

 Sumber dari Path

Mommy war dari zaman dulu sampai sekarang gak ubahnya seperti pertempuran tiada akhir. Cara untuk mengakhiri mommy war menurut Chi adalah engan tidak melibatkan diri dan memihak salah satu. Ya, namanya juga lagi perang, keberpihakan justru seringkali bukan menyelesaikan masalah.

Kalaupun, Chi rutin menulis kisah sehari-hari tentang Keke dan Nai di blog ini bukan bermaksud untuk menunjukkan pilihan seorang ibu untuk berumah tangga saja tanpa karir adalah paling tepat. Chi hanya ingin mendokumentasikan seluruh perjalanan hidup Keke dan Nai melalui tulisan. Silakan saja kalau ada yang ikut jejak Chi, tapi enggak pun gak apa-apa. Mama Chi juga dulunya ibu bekerja. Dan, semua baik-baik aja. Every mom has story.

Every mom has her own battle, itu juga benar adanya. Daripada energinya dihabiskan untuk perang sama ibu-ibu lain, mendingan 'berperang' untuk rumah tangga sendiri. Maksudnya, berusaha yang terbaik untuk keluarga masing-masing. Lagian, lucu dong kalau kita selalu mengajarkan anak cinta damai, bertoleransi, dan lain sebagainya, sementara kita sendiri gak bisa mempraktekkan itu.

Happy Mom, Happy Family. Berperang itu bikin kepala mumet, pikiran stress. Kalau kayak begitu, masih bisakah kita bikin keluarga sendiri bahagia? *Self Note

------------------

Senin, 29 September 2014

Olahraga Gak Cuma Bikin Badan Bugar

 Run, Keke! Run!

"Anak-anak sekarang umumnya koordinasi auditif motoriknya jelek." Begitu menurut mbak Anna Surti Nina, psikolog yang berbicara pada talkshow "Parenthood Style di Era Digital." Mbak Nini juga menceritakan pengamalan pribadinya ketika sedang mengajak putranya jalan-jalan sore di seputaran komplek. Tiba-tiba dengan santainya, putranya itu membetulkan tali sepatu yang lepas di tengah jalan. Putranya masih belum menyadari kalau dari arah belakang akan ada motor yang melintas.

Menurut Mbak Nina, anak yang koordinasi auditif motoriknya bagus, akan mempunya reflek atau insting yang bagus. Contohnya, ketika sedang berjalan-jalan, seringkali kita tiba-tiba menengok ke belakang karea merasa akan ada kendaraan yang melintas. Dan, ternyata memang benar ada kendaraan yang melintas. Sedangkan anak yang koordinasi auditif motoriknya jelek, tidak mempunyai insting seperti itu. Anak yang koordinasi auditif motoriknya jelek, mempunya tingkat kewaspadaan yang rendah.

Penyebabnya adalah ketagihan gadget. Solusinya bukan dengan cara menghilangkan gadget dari dunia anak. Karena rasanya di zaman sekarang akan terasa sulit sekali apabila anak dijauhkan dari dunia digital. Tapi, orang tua harus melatih anak. Paling tidak, ajak mereka jalan-jalan di sore hari itu sudah melatih koordinasi auditif motorik mereka.

Rabu, 24 September 2014

Mencapai Cita-Cita

  Catatan Keke tentang cita-citanya. Kenapa Keke menulis ini? Trus, ada diskusi apa setelah menulis ini? Kapan-kapan Chi bikin postingannya, ya. :)

Beberapa hari lalu, pas Chi jemput anak-anak di sekolah...

Keke: "Bundaaa! Lihat ini!"

Sambil berseru, Keke juga melambai-lambaikan selembar kertas

Bunda: "Apa itu, Ke?"
Keke: "Ini janji Kopassus."
Bunda: "Keke dapet dari mana janji Kopassus?"
Keke: "X** (nama temen sekelas Keke yang sengaja Chi rahasiakan) kan punya buku tentang Kopassus, Bun. Tadi, dia bawa ke sekolah. Trus, ada janji Kopassus di bukunya. Ya udah, Keke catet aja."
Bunda: "Tumben, Keke mau nyatet-nyatet. Biasanya rada susah. Lagian buat apaan nyatet begituan?"
Keke: "Bunda kan tau kalau Keke mau jadi Kopassus."
Bunda: "Oiya, ya, Bunda lupa. Keliatannya menjadi TNI itu cita-cita Keke yang paling lama bertahan sampai saat ini, ya?"
Keke: "Iya, Bun. Keke kepengen banget jadi Kopassus."

Obrolan pun beralih ke topik lain. Seperti biasa, lah. Kalau lagi di mobil, obrolan kami memang rupa-rupa kayak gado-gado hehe.

Senin, 22 September 2014

Mom's Time Out


Apa jadinya kalau posisi di rumah tangga di balik? Suami yang mengurus anak, sedangkan istri bekerja? Ya, gak apa-apa juga lah selama dua-duanya sepakat dan happy. Menurut Chi, sih, begitu :)

Mom's Time Out adalah sebuah acara reality show yang tayang di Lifetime Channel. Sebetulnya kalau untuk review buku atau tontonan tv/film, Chi biasanya nulis di blog khusus review. Tapi, karena ini reality show dengan tema parenting, Chi tulis di blog ini aja, deh.

Mom's Time Out menceritakan tentang kehidupan 3 rumah tangga dari 3 negara yang berbeda, yaitu Singapur, Malaysia, dan Filipina. Masing-masing punya masalah sendiri-sendiri tentang anak-anaknya.

Rabu, 17 September 2014

Ibu Harus Serba Bisa

Nai: "Bunda, udah bisa belom kayak gini idungnya?"

Nai lalu mengembang-kempiskan lubang hidungnya. Kalau untuk yang satu itu, dia dan K'Aie memang paling jago hehe.

Bunda: "Susah, Dek. Bunda gak pernah bisa hehe."
Nai: "Masa' sih Bunda gak bisa-bisa? Bunda, jadi ibu itu harus serba bisa."
Bunda: "Masa', sih?"
Nai: "Bunda pernah cerita ke Ima. Katanya waktu Ima masih bayi suka digendong sama Bunda sambil dinyanyiin, kan?"
Bunda: "Iya, emangnya kenapa?"
Nai: "Bunda penyanyi apa bukan?"
Bunda: "Bukan."
Nai: "Trus, kenapa nyanyi? Kan, Bunda bukan penyanyi?"
Bunda: "Bunda nyanyi kan supaya Ima bisa tidur. Apalagi kalau sambil digendong, biasanya anak seneng."
Nai: "Ya, itu artinya ibu harus serba bisa demi anak-anaknya. Jadi, Bunda mau kan sekarang jadi badut supaya Ima seneng?"

Dan, Nai kembali mengajarkan Chi cara mengembang-kempiskan lubang hidung. Tapi, Chi masih juga gagal hahaha

post signature

Senin, 15 September 2014

Parenthood Style di Era Digital

Parenthood Style di Era Digital
 Sumber foto: twitter @mondeboromon

Postingan ini adalah catatan Chi waktu datang ke acara talkshow "Parenthood Style Di Era Digital" bersama Majalah AyahBunda dan Monde Boromon. Anna Surti Ariani, psikolog, menjadi narasumber pada acara tersebut. Chi diundang oleh pihak Monde Boromon. Terima kasih, ya :)

Banyak yang berpikir kalau era digital itu dimulai pada tahun 90-an. Sebenarnya era digital sendiri sudah dimulai sejak tahun 80-an. Generasi anak-anak kita sekarang adalah generasi Digital Natives. Artinya, sejak lahir bahkan mereka sudah akrab dengan yang namanya benda digital. Misalnya, anak-anak sekarang ketika lahir ditimbangnya pakai dengan timbangan digital. Sedangkan, generasi Chi dan K'Aie termasuk generasi Digital Immigrant.

Kamis, 11 September 2014

Like Mother Like Son

 
Salah satu game online yang lagi Keke suka sekarang ini adalah COC. Jadi, coretannya banyak tentang COC

Bunda: "Ya, ampun, Keke! Buku, kok, gak pernah bersih bagian belakangnya. Selalu aja ada coretan."
Keke: "Keke lagi bosen, Bunda"
Bunda: "Bosen kenapa?"
Keke: "Ya, lagi ngebosenin aja pelajarannya."
Bunda: "Tapi, bukan berarti kamu boleh coret-coret buku, dong."
Keke: "Bunda, Keke itu lagi boseeennn."
Bunda: "Ya, tapi jadinya kamu gak konsen sama pelajaran. Belom lagi sayang kan buku dicoret-coret begini."

Senin, 08 September 2014

Biasakan Cek Dan Ricek, Nak

Sebetulnya lagi agak hilang semangat untuk ngeblog. Secara gak sengaja Chi menghapus banyak sekali komentar dari teman blogger yang masuk. Ada 15 postingan yang berubah jadi 0 jumlah komentarnya. Padahal komentar-komentar itu salah satu penyemangat ngeblog. Langsung lemes begitu nyadar. Gak ngerti gimana cara ngebalikin semua komentar itu. Maaf, ya. Insya Allah Chi tetep blogwalking, kok. Apalagi komentar yang masuk kan tetep ada di email. :(

--------

Tau mainan loom band yang lagi ngetrend saat ini? Cari aja di google apa itu loom band :p

Chi mulai tau mainan ini pas lebaran lalu. Sepupu lagi seneng main loom band. Tapi, Chi gak tertarik. Anak-anak juga keliatan nyantai aja. Setelah loom band semakin ngetrend, Nai pun mulai minta dibeliin.

Sebetulnya Chi males banget beliinnya. Tapi, karena Nai bilang belinya pake uang THR dia, susah juga buat ditolak. Itu uang kan hak dia mau dipake untuk apa, selama bukan untuk yang terlarang.

Setelah beli, Chi masih cuek. Yang terlihat menikmati justru Keke. Nai masih harus dibantuin kalau bikin. Lama-lama, Chi pun ikut ketagihan tertarik. Chi dan Nai bahkan berencana membuat beberapa loom band untuk dikasih ke beberapa sahabat Nai. Semacam gelang persahabatan gitu.

Belom juga jadi gelangnya, tau-tau di socmed dan hape rame banget pada share link berita tentang loom band yang katanya beracun kandungannya. Ada rasa gak rela karena baru aja mulai suka masa' udah harus brenti? Seperti biasa, kalau ada berita heboh, Chi gak mau langsung ikuitan heboh. Chi suka membiasakan cek-ricek dulu. Cari berita pembanding.

Chi belum ngomong tentang berita ini ke Keke dan Nai karena awalnya sempat khawatir kalau mereka jadi berhenti bermain loom band. Padahal loom band itu bagus buat berkreasi, lho. Ada beberapa manfaat yang bisa didapat anak-anak ketika berkreasi dengan loom band.


Rabu, 03 September 2014

Berburu Playground

Sabtu, 30 Agustus 2014, Chi dapet undangan dari Monde Boromon untuk hadir di acara talkshow yang mereka selenggarakan bekerja sama dengan majalah AyahBunda. Talkshow yang bertema "Parenthood Style Di Era Digital", diadakan di Playparq, Kemang.

Chi seneng banget dapet undangan ini, apalagi temanya tentang parenting. Trus, boleh bawa anak pula. Asik, deh! Tapi, dipostingan berikutnya aja, Chi cerita tentang talkshownya. Kali ini Chi mau cerita tentang playground aja.

Selama ini, kalau ngajak Keke dan Nai main di playground kayaknya belum pernah ada cerita gagalnya. Selalu aja menyenangkan buat kami semua. Ya, menyenangkan buat Chi juga. Kan, waktu kecil gak pernah main di playground :p

Playground sekarang memang banyak yang bagus. Apalagi di mall, tuh. Memang, sih, ada sejumlah harga yang harus kita keluarkan. Tapi, gak apa-apa sesekali, lah. Lagian cari lahan kosong gratisan di kota udah lumayan susah juga, deh.

Senin, 01 September 2014

Kurikulum 2013 : Uh(!) atau Aha(!)?

Masih bikin postingan tentang kurikulum, nih. Setelah postingan sebelumnya berjudul "Kurikulum Yang Mencerdaskan". Kali ini tentang kurikulum 2013 yang kelihatannya lagi 'hot' karena banyak yang berpro-kontra. Tapi, Chi bikin postingan ini bukan karena ikut-ikutan, ya. Setahun lalu, Chi udah pernah bikin 2 postingan tentang kurikulum 2013. Silakan baca 2 postingan sebelumnya, yaitu:
  1. Plus Minus Kurikulum 2013
  2. Kurikulum 2013, Siapkah Kita?
Kedua postingan itu, Chi buat akhir Agustus dan pertengahan September 2013. Sekolah Keke dan Nai memang sudah menggunakan kurikulum 2013 ini sejak tahun lalu. Bedanya tulisan yang sekarang dan tahun lalu adalah kalau tahun lalu kan baru seumur jagung ngejalaninnya, sedangkan yang kali ini berarti udah 1 tahun ajaran merasakan yang namanya kurikulum baru.

Sekarang, Chi tulis pendapat setelah selama 1 tahun pakai kurikulum 2013. Oiya, yang Chi tulis ini kurikulum 2013 untuk SD. Sedangkan untuk SMP dan SMU, Chi masih no komen. Belom pernah merasakan :)

Senin, 25 Agustus 2014

Kurikulum Yang Mencerdaskan

Sejujurnya, walopun pendidikan di Indonesia (katanya) berganti-ganti kurikulum, tapi cuma ada satupun nama kurikulum yang Chi hapal namanya, yaitu Kurikulum 2013 yang baru berlangsung dari tahun kemaren hehe. Walopun, katanya pendidikan di Indonesia itu begini-begitu (banyak cerita negatifnya), Chi sendiri cenderung santai menghadapinya.

Santai bukan berarti gak peduli, lho. Tapi, Chi memilih untuk menghadapi dengan tenang. Chi yakin, apapun bentuk kurikulum kita, akan ada celah atau sesuatu yang bisa kita lakukan supaya anak gak merasa terbebani. Di bawah ini beberapa hal yang Chi lakukan.

Rabu, 20 Agustus 2014

Simply Stay by Mustika Ratu. Simply Pretty Everyday

Dulu, Chi paling anti pake foundation. Gak pernah rata! Selalu aja cemong sana-sini. Untungnya, Chi emang cuek sama urusan dandan. Paling sehari-hari lipstikan aja. Malah kalau lagi gak mood, gak dandan sama sekali.

Jiwa perempuan Chi *halah!, baru keluar justru setelah menikah. Mulai kepengen dandan, walopun sehari-hari lebih banyak dihabiskan di rumah. Belajar dandan secara otodidak. Termasuk belajar pakai foundation.

Mulai suka dandan dan udah bisa pake foundation *ihiiyy!, bukan berarti selesai permasalahan. Make up yang Chi pake jarang bertahan lama. Dalam sekejap, muka udah kelihatan berminyak lagi. Kalau cuma jemput anak-anak ke sekolah atau jalan ke mall aja, sih, kadang Chi masih cuek berdandan minimalis. Tapi, kalau ke suatu acara, misalnya ke kawinan, selain dandan juga pengen pake make up yang bisa tahan lama. Gak sebentar-sebentar harus touch up di toilet :D.


Beberapa hari lalu, Chi dapat sample Simply Stay by Mustika Ratu. Seperti yang kita ketahui, Mustika Ratu adalah brand kosmetik Indonesia. Sudah pasti formulanya disesuaikan dengan warna dan jenis kulit wanita Indonesia.

Simply Stay by Mustika Ratu merupakan rangkaian tata rias dasar untuk wanita Indonesia yang aktif, modern, dan simple dengan kisaran usia 25-40 tahun. Simply Stay mampu mempertahankan riasan hingga 8 jam. Benarkah? Harus dibuktikan tentunya. Kita buktikan, yuk!

Sebelah kiri masih tanpa make up apapun, baru selesai cuci muka. Yang sebelah kanan sudah memakan Simply Stay. Abaikan tangan dan wajah usil K'Aie dan Keke. Baca tutorial sederhana Chi aja di bawah ini, ya :D

Senin, 18 Agustus 2014

Pesantren Kilat Antara Terharu dan Cerita Lainnya


Pukul 1 siang, 2 bis yang membawa rombongan Keke, teman-teman, dan guru sekolahnya, berangkat menuju hotel Bukit Indah, Ciloto, Puncak. Mendadak rasa haru terasa. Chi langsung mengajak Nai masuk ke mobil untuk segera pulang. Berlama-lama di sana, bisa bikin mewek.

Rasa haru yang datang tiba-tiba itu bukan karena merasa kehilangan dan bakal kangen berat sama Keke. Tapi, Chi ingat protes Keke beberapa waktu lalu.

Keke: "Bunda kenapa, sih, gak pernah nemenin kalau Keke field trip?"
Bunda: "Kan, sekolah melarang orang tua atau siapapun menemani siswa, Ke."
Keke: "Tapi, mama temen-temen Keke banyak yang nemenin anaknya, tuh!"
Bunda: "Nanti kalau Keke ditemenin suka nempel sama Bunda terus."
Keke: "Enggak, lah. Kan, orang tua yang nemenin cuma boleh ngelihat dari agak jauh gitu. Gak deket-deket juga. Gak boleh kali sama sekolah."
Bunda: "Ya, terus ngapain juga ditemenin kalau gak boleh deket?"
Keke: "Gak tau, deh. Tapi, Keke pengen sesekali ditemenin Bunda kayak temen-temen Keke. Mau, ya, Bun?"
Permintaannya itu belum pernah Chi kabulin. Chi lihat, selama ini sekolah sudah cukup baik menjaga dan membimbing para siswa ketika field trip. Keke pun enjoy aja field trip tanpa didampingi orang tua. Jadi, memang rasanya gak perlu ditemenin orang tua.

Walopun begitu, tetap ada perasaan bersalah dan sedih di hati Chi. Mungkin aja Keke minta ditemenin karena merasa iri melihat beberapa temannya ada mamanya saat field trip. Tapi, sebagai orang tua, Chi merasa sesekali kita harus tega dan mengesampingkan rasa bersalah kalau alasannya tepat dan demi kebaikan anak.

Rabu, 13 Agustus 2014

Pesantren Kilat Koper vs Ransel 2


Di postigan Pesantren Kilat Koper vs Ransel 1, Chi udah cerita tentang Keke yang cuma membawa 1 ransel aja untuk ikut pesantren kilat selama 3 hari 2 malam. Padahal teman-temannya pada bawa koper besar, malah ada yang ditambah dengan 1 ransel lagi.

Hanya membawa 1 ransel aja sebetulnya cukup. Kekhawatiran Chi adalah dengan tanpa pengawasan langsung dari orang tua, apa Keke bisa mengatur pakaiannya supaya cukup? Dan, apakah akan ada barang-barang yang ketinggalan di hotel setelah kegiatan selesai?

Senin, 11 Agustus 2014

Pesantren Kilat Koper vs Ransel 1

Keke: "Males, ah, Keke kelas 5. Ada pesantren kilatnya!"
Bunda: "Gimana, sih. Pesantren kilat, kan, bagus. Nambah ilmu. Malah males."
Keke: "Sebetulnya bukan pesantren kilatnya yang bikin males, Bun. Tapi, males nginep di puncaknya.Bosen Keke"
Bunda: "Bosen kenapa? Bukannya malah enak? Puncak, kan, dingin."
Keke: "Iya, sih, tapi lama-lama ngebosenin. Dulu, Keke pengen banget ke puncak karena jarang. Sekarang, sekalinya ke puncak malah terus-terusan. Kira-kira, 3 minggu lalu kita nginep di Taman Safari, 2 minggu berikutnya mendaki gunung gede. Trus, minggu depan Keke pesantren kilat di puncak juga. Boseeen..."

Tapi, Keke bosennya cuma di mulut aja kayaknya. Semakin mendekati hari H, dia malah keliatan semakin semangat. Sampe beberapa kali cerita nanti kalau jadi dia punya rencana mau begini-begitu sama temen-temennya :D

Pesantren kilat diadakan pada pertengahan Juli 2014, hari Selasa siang berangkat dan Kamis siang sudah sampai di sekolah. Pesantren kilatnya di hotel Bukit Indah, Ciloto. Surat pemberitahuan komplit dengan jadwalnya sudah diterima, Chi langsung menyusun apa aja yang harus dibawa sama Keke.

Udah kayak suasana di bandara karena penuh koper hihi. Ada 1 ransel Keke yang nyempil di sana :)

Singkat cerita, pas hari H, Keke cuma bawa 1 ransel yang biasa dibawa ke sekolah. Sedangkan mayoritas temannya membawa kopor besar plus 1 ransel. Kalau Chi coba hitung, rasanya cuma ada 3 anak yang bawa 1 ransel aja. Sedangkan lainnya bawaannya kopor plus ransel.

Sempat ada yang bertanya-tanya, kok, bisa Keke cuma bawa 1 tas ransel? Gak takut kurang? Di bawah ini Chi kasih tau alasan dan beberapa tipsnya.

Jumat, 08 Agustus 2014

Anti Mall

Masih bulan Syawal, berarti masih sah cerita tentang puasa Ramadhan, kan? :D O'iya, selamat hari raya idul fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum.

Alhamdulillah, puasa Ramadhan kali ini, Keke dan Nai sudah bisa berpuasa sehari penuh. Keke tidak berpuasa hampir 1 minggu lamanya karena demam dan cukup bikin badannya jadi kelihatan lebih kurus. Nai, kalah 2 1/2 hari. Yang 1/2 hari di hari pertama karena belum kuat. 2 hari yang lain karena sakit gigi.

Selama ramadhan kali ini, ada yang berubah dari Nai. Dia anti sama yang namanya mall dan bepergian ke luar rumah. Katanya, kalau di luar suka banyak yang jual makanan. Dia pasti gak akan tahan.

Rabu, 06 Agustus 2014

Fabian Selalu Ingin Nomor Satu

Ketika anak ingin selalu menjadi nomor satu, itu bagus. Mungkin dia memang mempunya jiwa kompetisi. Tapi, ketika si anak selalu ingin menjadi nomor satu, kemudian ketika kalah reaksinya adalah mengamuk atau marah, sebaiknya jangan ikutkan anak tersebut di kompetisi manapun sampai dia bisa merubah sikapnya dalam menghadapi kompetisi

------------

Fabian (3 tahun 9 bulan), keponakan Chi yang sejak bayi tinggal di rumah, selalu aja ingin menjadi nomor satu. Nomor satu dalam hal apapun. Misalnya, ketika dibagikan kue, dia selalu ingin yang pertama dibagi. Ketika ada bel, dia selalu ingin menjadi yang pertama buka pintu. Pokoknya dalam segala hal selalu ingin dinomor satukan.

Kalau misalnya bunyi bel, dia langsung lari ke pintu, sih, gak apa-apa. Tapi, kadang dia pengen begini-begitu dulu. Orang lain gak boleh buka pintu selain dia. Sedangkan yang ngebel udah berkali-kali karena kelamaan.

Ketika keduluan maka reaksinya adalah tantrum. Ngambek berkepanjangan yang seringkali diiringi dengan lempar-lempar barang. Kalau ngamuknya di depan Chi atau K'Aie biasanya kami cuekin. Gak akan kami turutin permintaannya kalau dengan cara ngamuk begitu. Tapi, tetep kami awasi. Jangan sampai melempar-lempar barang.

Selasa, 05 Agustus 2014

(Pengen) Nyobain Menanam Kangkung

Chi: "Ya, kalau Bunda lihat di socmed, kayaknya sekarang makin banyak aja yang berkebun di rumah walaupun lahannya sempit. Sampe kangkung aja ditanem."
K'Aie: "Iya memang lagi banyak. Cobain tanem, gih, Bun."
Chi: "Ya, ayah kan tau kalau Bunda itu tangan panas urusan tanaman. Suka gak jadi. Ayah, tuh, yang tangannya dingin."
K'Aie: "Sebetulnya itu, sih, masalah telaten apa enggak aja."

Jleb!

Banyak yang bilang kalau mengurus tanaman itu tergantung tangan juga. Kalau kita termasuk yang 'tangan panas', katanya suka gak jadi kalau menanam apapun. Kebalikannya sama orang yang punya tangan dingin. Dan, Chi percaya itu *pembelaan diri karena belom berhasil menanam apapun selain eksperimen kacang ijo diatas kapas hahaha

Tapi, ucapan K'Aie yang bilang kalau berhasil atau enggaknya urusan menanam itu tergantung dari ketelatenan, berasa jleb juga. Jangan-jangan Chi yang emang kurang telaten sama tanaman.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Tips Mempersiapkan Persalinan


Chi jarang nulis tentang proses kehamilan dan persalinan di blog ini. Abis, punya blog, setelah Nai berumur kira-kira 1,5 tahun. Jadi, kebanyakan langsung cerita tentang anak, deh.

Ketika hamil, terlebih memasuki trimester ketiga, segala persiapan dimulai. Gak cuma persiapan untuk keperluan bayi. Yang mana, Chi semangat belanjanya tinggi saat itu. Keluar masuk ITC tanpa lelah hihihi. Apalagi saat kehamilan anak pertama. Kalau yang kedua udah bisa lebih diredam semangatnya :)
Sebetulnya, gak cuma persiapan untuk bayi. Ibu yang sedang hamil pun juga harus siap-siap. Kalau masih bingung, bisa tanya-tanya yang udah pernah melahirkan atau cari di google tentang persiapan persalinan.

Persiapan mental

Buat Chi, mau melahirkan normal atau caesar tetep harus dipersiapkan mentalnya. Walaopun pas hamil pertama, dokter bilang kalau Chi kemungkinan besra bisa melahirkan secara normal, tapi tetep aja mentalnya juga disiapkan kalau sewaktu-waktu harus caesar. Dan, buat Chi saat itu, membayangkan melahirkan secara caesar lebih serem daripada normal.

Mungkin karena Chi gak pernah ngerasain meja operasi, ya. Jadi, membayangkan ruang operasi yang penuh dengan peralatan operasi beserta prosesnya (kebanyakan nonton film, sih hehe) udah bikin Chi begidik. Kenyataannya, proses operasi caesar gak menyeramkan, kok.


Rabu, 30 Juli 2014

Minuman Sehat Untuk Keke Dan Nai

Menurut info dari berbagai sumber, minum yang terbaik itu tetaplah air putih. Yup! Chi setuju. Tapi, kadang pengen juga minum yang ada rasa dan warnanya hehe. Apalagi anak-anak biasanya seneng, tuh.

Daripada Keke dan Nai sering minum soda atau sirup, biasanya Chi bikinin mereka jus atau smoothie. Mereka seneng banget, tuh. Apalagi kalau dibawa ke supermarket, begitu sampe tempat buah suka minta buah ini-itu buat dimakan langsung atau dibuat minuman.

Chi jarang mencampur-campur buah untuk satu minuman. Cukup 1 macam aja, misalnya jus strawberry, jus alpukat, jus sirsak, dan lainnya. Tapi, pernah waktu datang ke salah satu acara yang ada demo masaknya gitu, Chi nyobain smoothies pisang sama strawberry. Ternyata, enak juga rasanya.

Minggu, 27 Juli 2014

Tips Membeli Mainan Bayi

Udah menjelang hari raya idul fitri, ya. Lagi pada sibuk kumpul keluarga besar, nih, kayaknya. Sama, dong :)

Walopun lagi kumpul dengan keluarga besar dan kesibukan mempersiapkan hidangan lebaran mulai terasa, Chi tetep pengen berbagi tulisan, ah. Kali ini tentang tips membeli mainan bayi. Ini gara-gara Chi lihat mainan seperti foto di bawah ini di web elevenia. Jadi aja inget sama waktu Keke dan Nai masih bayi :)

Menurut cerita orang tua, ketika Chi mulai mantap belajar berdiri, suka dikasih kursi kecil untuk belajar jalan. Caranya, kursi kecil itu didorong-dorong. Katanya, sih, itu membantu juga buat belajar jalan.

Mainan Bayi, Tips

Ketika Keke berumur 9 bulan dan mulai belajar berdiri, Chi gak punya kursi kecil di rumah buat di pake dorong-dorong. Pas, lagi jalan-jalan ke salah satu mall (dulu Chi belom kenal sama toko online), nemuin mainan sekaligus buat belajar jalan. Mirip seperti foto di atas.

Kamis, 24 Juli 2014

Imunisasi Untuk Keke dan Nai

imunisasi, varicella
 Nai abis imunisasi varicella (September 2008)

Terlepas dari adanya pro-kontra tentang imunisasi di luar sana, kami termasuk yang ikut mengimunisasi anak-anak. Semua imunisasi yang wajib dan dianjurkan pun kami ikuti. Bisa dibilang, imunisasi Keke dan Nai termasuk komplit.

Waktu pertama kali melihat Keke di imunisasi, Chi gak tega lihatnya. Maklum, bunda protektif hihihi. Abis kasihan lihat bayi kecil nangis karena diimunisasi. Tapi, lama-lama biasa aja. Kan, semua demi kebaikan mereka juga.

Keke dan Nai selalu di imunisasi di rumah sakit, tempat mereka dilahirkan. Selain udah cocok sama dokternya, catatan medisnya kan jadi satu. Gak ribet jadinya.

Senin, 21 Juli 2014

Susu Ajaib

Umumnya setiap orang tua akan bahagia ketika dikarunia seorang anak. Chi juga begitu, sama kayak kebanyakan orang tua lainnya. Mau melahirkan anak pertama dan kedua, perasaannya sama. Bahagia banget.

Tapi, waktu ngelahirin Nai, perasaan Chi sempet campur aduk. Bahagia dan sedih bercampur satu. Sedih karena untuk pertama kalinya bakal jauh dari Keke selama beberapa hari. Gak mungkin, kan, Keke ikut nginep di rumah sakit. Trus ngelihat Keke yang nangis meraung-raung, denger cerita dari K'Aie kalau Keke gak bisa tidur karena nyariin Chi terus, bikin Chi tambah sedih. Tapi, yang paling bikin Chi sedih adalah Keke terkena diare yang cukup berat.

Di saat Chi bahagia karena baru aja melahirkan seorang putri yang cantik, di saat yang sama pula Keke terkena diare. Tepatnya, ketika hari terakhir Chi berada di rumah sakit. Gak jelas juga apa penyebabnya. Apa salah makan atau gimana.

Pengumuman Pemenang 4th GA #Honestly

Tarrraaa...! Akhirnya diumumkan juga pemenang 4th GA #Honestly. Alhamdulillah

Tapi, sebelumnya Chi mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk keterlambatan pengumuman ini. Karena seharusnya pengumuman tanggal 18 July, diundur jadi hari ini. Menunggu pengumuman dari pihak Microsoft yang menentukan pemenang utama dulu.

Chi juga mau mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada 10 peserta GA #Honestly yang sudah ikut di blog ini. Terima kasih banyak untuk partisipasinya. Juga terima kasih banyak untuk semua teman blogger yang sangat pengertian ketika Chi promo saat blogwalking di blog teman-teman, ya :)

Oke, deh, gak perlu menunggu lama-lama. Langsung aja kita umumkan pemenangnya, ya!

Jumat, 18 Juli 2014

Semua Tentang Sepatu


Tahun ajaran baru identik dengan sepatu baru? Buat kami, bisa dibilang iya walopun gak 100% tepat. Karena kalau dibilang 100% tepat nanti kesannya setiap tahun ajaran baru memang harus beli sepatu baru karena naik kelas.

Setiap tahun ajaran baru, kami memang selalu membelikan Keke dan Nai sepatu baru hingga saat ini. Tapi, alasannya karena sepatu yang lama sudah sempit. Mereka kan masih masa pertumbuhan. Dan, karena setiap tahun ganti, kami pasin aja momennya sama kenaikan kelas. Jadi, kesannya tahun ajaran baru, sepatu pun baru. :D

Dulu, mamah Chi paling sering negur kalau kami udah beli sepatu buat Keke dan Nai. Keseringan, katanya. Masa' tiap tahun ganti. Itu karena kami dianggap selalu beli sepatu dengan ukuran yang pas. Maunya mamah, kalau beli sepatu di gedein 1 atau 2 nomor, lah biar lama pakainya. Kalau setahun sekali beli, kualitas sepatunya masih bagus tapi udah kesempitan.

Kamis, 17 Juli 2014

Disuguhi Sinetron Ketika Bertamu

Keke dan Nai itu nyaris tidak pernah mengenal yang namanya sinetron. Dibilang nyaris karena mereka juga pernah nonton sinetron. Beberapa waktu lalu pernah ada sinetron coboy junior, Keke dan Nai pun beberapa kali nonton sinetron itu karena saat itu merea lagi suka sama CJR. Untungnya gak berlangsung lama. Berhasil mengalihkan perhatian dan kegandrungan anak-anak sama CJR ternyata gak berlangsung lama. Selera mereka kembali ke kartun-kartun di Disney junior maupun Disney channel :D

Ketika di rumah, Keke dan Nai nyaris tidak pernah bersentuhan dengan sinetron, berbeda ketika sedang bertamu dan menginap. Walaupun menginap di rumah keluarga dekat sekalipun, rasanya gak enak kalau kami sebagai tamu mengatur-ngatur tontonan apa yang boleh dan tidak di rumah tersebut. Bisa-bisa disambit talenan nanti hehehe.

Selasa, 15 Juli 2014

Pengumuman Pemenang 3rd GA Tanakita

Alhamdulillah, akhirnya saatnya mengumumkan pemenang 3rd GA Tanakita. Walaupun ikut deg-degan ngumuminnya hehe. Sebelumnya, Chi mau ngucapin terima kasih banyak untuk 30 teman-teman blogger yang sudah berpartisipasi di GA Tanakita ini.

Seperti yang Chi tulis di postingan GA Tanakita - Hobi dan Keluarga, GA ini TIDAK SEKEDAR berhadiah liburan ke Tanakita. Ada review yang harus dilakukan oleh pemenang setelah berlibur ke Tanakita. Yang menjadi juri adalah Chi dan salah seorang dari Rakata Alam Terbuka. Sebagai juri utama tentu saja dari pihak Rakata Alam Terbuka.

Dari 30 peserta, ada sekitar 1/3 jumlah peserta (10 orang) yang tulisannya bagus-bagus dan bersaing ketat *Duh, kenapa bahasanya jadi kayak Cak Lontong begini, ya? :D Pilah-pilih lagi dari peserta yang bagus-bagus itu. Dan, karena penilaiannya memang cukup ketat, akhirnya diputuskan akan MENAMBAH jumlah pemenang menjadi 2 orang.

Berenang, Yuk!

Suka berenang? Kami sekeluarga suka berenang, walopun jarang berenang akhir-akhir ini. Beberapa tahun lalu, Keke dan Nai bahkan pernah ikut kursus renang. Tapi karena kemudian kesehatan Chi yang gak memungkinkan, sakit lumayan lama, terpaksa kursus berenang dihentikan sementara. Eh, gak taunya keterusan sampe sekarang. Pengen, sih, kursus renang lagi. Cari-cari dulu waktu yang pas.

Yang namanya berenang memang gak pernah ngebosenin. Apalagi kalau udara lagi panas terik. Enak banget rasanya berenang. Pengennya berlama-lama di dalam air. Adeeemm walopun udahannya kulit bisa lebih gelap hihihi.

Chi beruntung di deket rumah ada 3 perumahan yang punya fasilitas kolam renang. Diantara 3 pilihan itu, ada 2 kolam renang yang paling sering kami datangin. Yang satunya cukup sekali aja. Padahal kolam renang yang ini paling deket sama rumah. Tapi harga tiket masuknya udah paling mahal, trus kolam renangnya begitu aja. Kolam anaknya juga cuma seuprit luasnya. Dan, gak ada yang jual makanan :D

Senin, 14 Juli 2014

Yang Dikenang Oleh Anak

Kemarin, dalam perjalanan menuju Bandung, ketika kendaraan kami melintas tempat futsa di dekat rumah...

Nai: "Ini kan tempat waktu Ima kartinian pas TK."
Bunda: "Iya, gitu?" *Chi pura-pura gak inget
Nai: "Iya, Bun. Masa' lupa, sih. Itu, lho, acara hari kartini yang semua disuruh pake baju daerah. Trus, acaranya permainan tradisional."
Bunda: "Kok, Ima masih inget, sih? Emang Ima suka sama acaranya?"
Nai: "Seru, Bun..."

Lalu, meluncurlah dari mulut Nai apa aja yang dia ingat ketika acara kartinian. Acara waktu dia masih di TK A.

Bunda: "Kalau acara family gathering, Ima suka, gak?"
Nai: "Family gathering itu apa?"
Bunda: "Itu, lho, acara yang suka diadain waktu Ima playgroup dan TK."
Nai: "Iya, yang mana?"
Bunda: "Yang acaranya sama semua orang tua. Trus, ada game macem-macem. Yang suka diadain dilapangan TPC."
Nai: "Gak inget."

Waktu Nai bilang kalau dia gak inget sama acara family gathering, Chi gak kaget, sih. Kejadian yang kurang lebih sama pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Sabtu, 12 Juli 2014

Biasakan Minum Air Putih Biar Sehat

Kesehatan itu mahal harganya, bukan sekedar slogan tapi memang benar adanya. Chi pernah merasakan itu. Mahal gak cuma dalam artian biaya aja. Tapi, dalam hal lain juga bisa. Misalnya, ada waktu kebersamaan yang terlewati karena kita sakit. Bukan berarti keluarga meninggalkan kita, lho. Tapi, rasanya kebersamaan akan lebih nikmat dirasakan kalau semuanya dalam keadaan sehat.

Jadi, menjaga kesehatan itu memang penting banget. Dimulai dari asupan gizi hingga aktivitas sehari-hari harus kita jaga. Kalau dulu, untuk asupan gizi dikenal dengan istilah "4 sehat 5 sempurna". Kalau sekarang namanya gizi seimbang.

Jumat, 11 Juli 2014

4th Giveaway: #Honestly Tunjukkan LUMIA-mu

Postingan ini sticky post, ya. Jadi akan tetap di posisi teratas sampai tanggal 11 Juli 2014. Kalau mau lihat postingan terbaru, silakan lihat postingan di bawah blogpost ini :)

Pertama kali saya punya hape adalah waktu pertama kali diterima kerja. Beli pake gaji sendiri, dong! *Bangga

Sampe sekarang saya gak terlalu sering gonta-ganti hape. Biasanya hape baru ganti kalau memang harus di ‘lem biru’. Tapi, yang gak pernah berubah adalah merknya. Dari dulu sampai sekarang, selalu aja pilihannya Nokia. Cinta beneeeerrr sama Nokia hehehe.

Setahun belakangan ini saya baru ganti hape. Teteup Nokia merknya. Tepatnya Nokia Lumia 1520. Tapi, kali ini lebih keren lah. Karena kebutuhan saya makin terpenuhi. Mau nongkrong di socmed, gak perlu buka laptop. Trus, makin keranjingan foto-foto. Nokia yang lama aja saya udah keranjingan foto apalagi sekarang.

Kamis, 10 Juli 2014

Tempat (Belajar) Wudhu

Foto di bawah adalah tempat wudhu di gedung I, sekolah Keke dan Nai. Tempat wudhunya bernuansa anak-anak karena di sanalah anak-anak akan antri wudhu sebelum sholat dhuha dan dzuhur. Dan, yang namanya anak-anak kan umumnya masih belajar berwudhu. Mungkin itulah kenapa di dindingnya ada gambar tahapan berwudhu, biar anak-anak bisa melihat. Siapa tahu ada yang lupa tata caranya :)

wudhu
Fotonya gelap, karena Chi foto malam hari dengan kamera HP, saat acara buka puasa bersama kelas 3 yang baru aja selesai *abis itu langsung update.

post signature

Rabu, 09 Juli 2014

Benda Idaman Buat Jalan-Jalan

Kepengen benda yang satu ini udah lama banget. Terutama sejak dateng ke festival layang-layang, beberapa tahun lalu. Kayaknya kurang keren kalau gak pake benda satu ini. Ups! Becanda, ding hehehe. Tapi, memang kadang Chi merasa butuh. Bukan karena urusan keren atau enggak, lho. Memang butuh aja.

Yup! Chi udah lama banget pengen punya kacamata hitam. Dulu pas masih kuliah, kemana-mana nyetir sendiri *kecuali kalau lagi jalan sama pacar, pasti minta disetirin hehehe, Chi selalu pake kacamata hitam kalau siang. Biar gak silau.

Selasa, 08 Juli 2014

LUBER

Semalam, Keke dan Nai mendesak Chi untuk kasih tau apa pilihan nyoblos besok

Bunda: "Ada, deeehh"
KeNai: "Bunda kasih tau, dong! Masa' begitu aja dirahasiain?" *Chi tulis KeNai karena mereka slaing bersuara dengan pertanyaan yang sama. Kompak ceritanya :D
Bunda: "Lho, memang harus rahasia. Bunda aja gak tau ayah pilih siapa. Ayah juga gak pernah tanya bunda pilih siapa."
Keke: "Tapi, orang-orang banyak tuh yang bilang pilih siapa. Keke tau pilihannya Pak X karena peranh bilang ke Keke katanya pilih XX."
Bunda: "Kan, Bunda LUBER. Lagian emang seharusnya begitu."
Nai: "Emang LUBER apa, Bun?"
Bunda: "Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia. Makanya Bunda gak mau kasih tau."
Keke: "Luber bukannya kayak air yang diisi kepenuhan, Bun? Mengalir kemana-mana gitu. Makanya banyak orang yang kasih tau pilihannya kemana-mana kayak air?"
Bunda: "Itu, sih, luber yang lain! Hehehe"
Keke: "Ya, udah kalau gitu Bunda luber yang kayak gitu aja yang kayak air."
Bunda: "Ogaaahh! Hahaha"

Selamat mencoblos! Siapapun pemenangnya, semoga memang itu yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Dan, Chi berharap masih banyak masyarakat Indonesia yang waras, berkepala dingin untuk menerima dan menghormati segala keputusan. Gak usah pake ribut-ribut, udah kayak zaman purba ajah! ;)

Kemarin, melepas balon di sekolah. Kegiatan rutin tahunan menandai dimulainya tahun ajaran baru 2014/2015. Chi mending fokus ke sini ajah. Kita semangat lagi, ya, Nak!

post signature

Sabtu, 05 Juli 2014

Nalgene dan Kor, Botol Yang Cocok Buat Dimanapun

Akhir-akhir ini, kalau Chi blogwalking ke blog-blog yang pasang iklan dari google terlihat jelas iklan botol merk Kor. Dan, entah ada hubungannya atau enggak, tapi sejak iklan botol kor dimana-mana, keluarga kami ikut kecipratan rezeki lebih. Padahal Chi gak pasang iklan google di blog, lho. Kok, bisa? Yuk, baca postingan ini sampai selesai, ya.

Berawal dari Keke masuk TK

Pulang dari kantor, K'Aie bawa 1 botol berwarna hijau bermerk Nalgene. Katanya, botol itu untuk Keke sekolah.

Chi yang saat itu memang lagi semangat banget nyiapin segala perlengkapan sekolah Keke *maklum anak pertama dan pengalaman pertama sekolah, gak nyangka kalau K'Aie bakal bawain botol kayak gitu. Dalam bayangan Chi, botol untuk anak-anak itu yang ada gambar karakter lucu favorit anak. Ukurannya pun kecil. Nah, kalau ini udah polos, besar pula (sekitar 750ml).

K'Aie: "Ini kualitas bagus, lho. Awet dan tahan banting."

Kamis, 03 Juli 2014

Rapor Kenaikan Kelas Keke dan Nai

Alhamdulillah, lagi-lagi Chi harus bersyukur karena rapor Keke dan Nai masih sangat baik. Ya, hampir semua nilai pelajaran yang di atas 90, lah. Walopun, untuk Keke nilainya ini turun dari semester ganjil. Tapi, masih berada di lingkaran peringkat 10 besar di kelas (walopun Chi gak tau pastinya peringkat berapa). Kalau Nai, kenaikan nilai-nilainya lumayan banget. Peringkat di kelasnya pun naik. Semester ganjil dia di peringkat 6, kali ini di peringkat 3.

Ada catatan yang mau Chi ceritain tentang rapor kali ini. Tentang nilai-nilai Nai. Ketika Keke kelas 2 SD, Chi sempet berpikir, kira-kira nilai Nai bisa sebagus Keke gak, ya? Terutama untuk nilai Matematika?

Senin, 30 Juni 2014

Sekarang Jam Berapa, Bun?

Anak yang susah makan biasanya lebih mudah diajak puasa? Kata siapa? Setidaknya itu gak berlaku untuk Nai.

Sebetulnya, kalau Nai dibilang susah makan, enggak juga. Cuma memang bukan tukang makan kayak Keke, yang sebentar-sebentar minta makan hehe. Tapi, untuk urusan puasa, lebih mudah mengajarkan ke Keke. Ya, walopun Keke sendiri baru bisa puasa penuh ketika dia kelas 3 SD. Hanya saja, setiap tahun progressnya kelihatan. (Silakan baca postingan Chi yang berjudul "Keke dan Puasa", untuk tahu progress Keke).

Lain Keke, lain juga dengan Nai *tiap anak memang beda-beda, ya. Justru, Nai agak sulit diajak berpuasa. Kalau ditanya mau puasa atau enggak, jawabannya sih selalu semangat. Tapi, prakteknya susah hihihi.

Cuma kuat gak makan dan minum ketika di sekolah aja. Padahal kalau bulan Ramadhan, jam sekolah kan pendek. Setelah pulang langsung minta makan dan minum. Udah gitu, setiap kali bulan Ramadhan, kayaknya Nai jadi anak yang suka sekali makan. Menggoda Aa' nya ajah hehehe. Reward atau berbagai kegiatan dengan tujuan supaya Nai gak selalu minta makan dan minum belum berhasil juga. Baru sebatas semangat ajah :D

3rd Giveaway: Tanakita - Hobi dan Keluarga

Postingan ini Chi jadiin Sticky Post sampai GA selesai, ya. Jadi, kalau mau lihat postingan terbaru bisa lihat tepat dibawah postingan ini :)

Teman-teman punya hobi? Kayaknya hampir semua orang punya hobi, ya. Chi juga punya hobi. Salah satunya yaitu ngeblog pastinya.

Hobi dan keluarga juga bisa saling berkaitan. Ada yang berawal dari hobi, akhirnya bisa menjadi penghasilan utama bagi keluarga. Ada hobi yang bisa bikin keluarga bangga. Ada yang hobinya ditentangs ama keluarga dengan berbagai alasan. Ada yang karena hobi pula, terpaksa harus sering berpisah dengan keluarga. Pokoknya hobi dan keluarga, selalu memiliki banyak kisah berbeda.

Nah, Chi mau ngadain GA lagi, nih. GA ke-3 di blog ini. GA kali ini disponsori oleh Tanakita - Five Star Camp.

Jumat, 27 Juni 2014

Freaky Bungee



Pernah punya perasaan bersalah sama seseorang? Semua pasti pernah, ya. Meminta maaf adalah cara yang tepat. Tapi, orang yang kita minta maafnya yakin kalau kita itu benar-benar tulus meminta maaf? Apa yang harus kita lakukan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mending cerita tentang yang lain dulu. Katanya, di Jepang itu percaya kalau sejak manusia mengenal daratan banyak yang takut ketinggian. Oleh karena itu, mereka yang melakukan bungee jumping dengan tujuan tertentu, maka dianggap melakukannya dengan tulus.

Kamis, 26 Juni 2014

Menikmati Moment Bersama Si Kecil Dengan D-Link Baby Camera


Sabtu, 31 Mei 2014, saya datang ke acara D-Link Community Gathering yang bertempat di Cafe Demang, Jakarta. Acara dengan tema "Tidak Keholangan Momen Bersama Si Kecil" ini ingin mengenalkan produk D-Link Baby Camera DCS 825L. Sebelum saya berbicara lebih lanjut tentang produk ini, mending cerita dulu seberapa kenal sih saya sama produk-produk dari D-Link.

Bunda : "Ini apa, Yah?"
Ayah : "Kamera."
Bunda : "Kamera apa?"
Ayah : "Kayak semacam cctv gitu, lah."
Bunda : "Oooh. Tapi, emangnya kita perlu kamera kayak gini?"
Ayah : "Ya, siapa tau. Paling enggak bisa ngeliatin anak-anak kalau Aie lagi di kantor."
Bunda : "Haiyaaaahh, segitunya. Itu kangen atau apa? Hihihi..."

Dan, tahun lalu, sebelum kami berangkat liburan keliling pulau jawa, D-Link cloud camera kami resmi dipasang :)

Senin, 23 Juni 2014

Ocean Dream Ancol. Tempat Jalan-Jalan Favorit Sepanjang Masa

Beberapa waktu lalu, kami jalan-jalan bertiga lagi (tanpa K’Aie). Sebagai blogger, Chi dapet undangan dari BRID, untuk datang ke acara press conference kelahiran baby dolphin. Karena acaranya di hari kerja, K’Aie gak bisa ikut. Anak-anak aja yang ikut karena kebetulan lagi libur sekolah.

Hari itu jalan di Jakarta bersahabat banget karena gak macet. Malah sampe Ancol kecepetan :D

Buat Keke dan Nai, ini kedua kalinya mereka main ke Ocean Dream. Beberapa tahun lalu mereka pernah main ke sini juga. Ocean Dream secara keseluruhan sepertinya tidak menunjukkan perubahan besar. Suasananya masih tetap berasa sama. Tapi, tetep asik dikunjungi bahkan bisa dibilang tempat favorit sepanjang masa, nih. Karena sejak Chi kecil, tempat ini udah ada. Cuma dulu namanya Gelanggang Samudera.

Rabu, 18 Juni 2014

Orang Tua Keke

Keke : "Bunda, besok ayah dateng gak ke pentas seni?"
Bunda : "Paling Bunda aja, Ke. Ayah kan kerja."
Keke : "Bunda, orang tua Keke itu gak cuma Bunda tapi ayah juga."
Bunda : "Ya iya laaaahhh."
Keke : "Di undangannya itu kan ditulis untuk orang tua murid. Kalau ditulisnya untuk bunda, berarti bunda aja yang dateng."

Jleb! Jleb! Jleb!

Jumat, 13 Juni 2014

Jujur

Kayaknya udah jadi rahasia umum, ya kalau perempuan suka bikin serba salah laki-laki. Coba aja tanya, "Saya gendut, ya?", biasanya apapun jawaban laki-laki suka jadi serba salah :p

Udah tau kayak gitu, kadang Chi masih suka aja pengen nanya ke K'Aie. Kayak beberapa hari lalu, Chi tanya kayak gitu ke K'Aie karena merasa badan udah mulai gemuk lagi karena mulai rajin makan larut malam lagi.

Chi : "Yah, Bunda gendut, ya?"
K'Aie : "Keeee... Bunda gendut, gak?"
Keke : "Genduuuuuttttt."
Chi : "Ayah, nih! Ditanya malah lempar pertanyaan lagi ke anak."
K'Aie : "Lho kan anak-anak itu selalu diajarin supaya jujur. Nah, itu jawaban jujur."
Chi : "Eeerrrrrgggghhh......"

Kesimpulannya, lain kali biar gak jadi mati gaya. Nanya kayak gini jangan pas di dekat anak-anak hehehehehe.

post signature

Rabu, 11 Juni 2014

Discover Science

Zaman Chi masih sekolah, pelajaran matematika dan IPA termasuk yang rumit. Anehnya, pas SMA tetep aja milih jurusan fisika :p

Kalau zaman Keke dan Nai sekarang itu enak. Banyak sekali buku-buku tentang fun science atau fun math. Yang bikin pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam tidak lagi terkesan menyeramkan. Gak cuma buku, tayangan tentang fun science juga ada.

Discover Science, acara yang tayang di WAKUWAKU JAPAN (First Media - channel 340, Indovision - channel 168 atau Okevision - channel 32) setiap hari Minggu, pukul 21.00-21.30 dan ada tayangan ulangnya di hari Senin pagi. Sesuai dengan namanya, acara ini berhubungan dengan science. Praktek-praktek science sederhana yang layak banget buat ditonton anak-anak.

Selasa, 10 Juni 2014

Soal UKK IPS

UKK IPS - Ayah mempunyai peran utama untuk mencari nafkah. Ibu ikut bekerja di kantor dengan tujuan untuk meningkatkan PENGELUARAN KELUARGA *sengaja di capslock untuk bedain soal dan jawaban

Saya : "Dek, kok jawabannya pengeluaran, sih?"
Nai : "Ya, kan selama ini yang cari uang ayah, tapi yg ngeluarin bunda."
Saya : "Iya, tapi ini kan soalnya ibunya juga kerja. Berarti tambah pendapat, dong."
Nai : "Enggak, Bun. Tugas ayah itu cari nafkah dan bertanggungjawab sama keluarga. Tugas bunda mengeluarkan."
Saya : "Maksudnya, tugas bunda yang abisin uang?"
Nai : "Iya hehehe"


Tulisan di atas udah Chi jadiin status semalem di FB. Nah, kali ini ada tambahannya. Chi penasaran, dong kenapa Nai sampe kekeuh kalau bunda yang kerjanya abisin duit. Padahal kan enggaaaakk *gak salah maksudnya hahaha.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge