Jumat, 27 Desember 2013

Kegiatan Liburan Di Rumah

Liburan sekolah semester ganjil udah berjalan seminggu. Belum ada rencana menghabiskan liburan yang pasti. Keliatannya liburan kali ini kami mengalir aja alias serba mendadak kalau memang mau jalan-jalan. Jadi, yang pasti liburan ini banyak di rumah, nih.

Walaupun begitu bukan berarti kita harus manyun karena gak bisa jalan-jalan, kan? Liburan di rumah juga tetep asyik, kok! Beberapa hari lalu, Chi iseng-iseng bikin kultwit (@ke2nai) dengan hashtag #LiburanDiRumah. Ini rangkumanmya :

Selasa, 24 Desember 2013

Kalau Angel Flying Fox

Libur semester pertama udah dimulai. Gak berasa, ya, udah semesteran lagi. Hari pertama libur sekolah (Jum'at, 20/12), di rumah aja. Dan kegiatan liburan hari pertama Keke dan Nai adalah membuat flying fox untuk Angel, boneka teddy bear Nai.

Caranya, tali rapia diikat dari atas ke bawah. Gantungan kunci yang ada cantolannya dijadiin harness buat Angel. Dan Angel pun siap meluncur. Yippppppiiiiieeeee!

Permainan ini menyenangkan, bikin Keke dan Nai ketawa-tawa seharian. Murah meriah, karena gak keluar uang sama sekali. Juga olahraga, mereka bolak-balik bergantian turun naik-tangga.

Liburan memang gak selalu harus mengeluarkan uang banyak. Dengan cara seperti itu pun udah bisa bikin mereka senang. Tapi, semoga bukan modus mereka supaya ayah dan bundanya ngajak liburan outdoor main flying fox :p

Liburan Anak Flying Fox
post signature

Minggu, 22 Desember 2013

IBU, Cinta Tanpa Akhir

Namanya Dini. Chi udah lama mengenalnya. Hmmm... tepatnya, sih, mengenal namanya. Chi sering dengar namanya dari cerita tante Chi. Jadi, suami dari tante Chi ini sepertinya masih punya hubungan keluarga dengan keluarga Dini. Tapi, Chi kurang paham hubungannya seperti apa.

Dini adalah seorang ibu rumah tangga, memiliki putra berumur 10 tahun. Sebagai seorang ibu rumah tangga, Dini gak pernah memasak untuk suami dan anak semata wayangnya itu. Selalu beli makanan matang. Apakah itu artinya Dini bukanlah ibu yang sempurna? Tunggu! Jangan buru-buru menghakimi, kita baca dulu profilnya sampai selesai, ya :)

Putra semata wayang Dini menderita tuna rungu sejak lahir. Dan katanya, sih, gak bisa diperbaiki. Bahkan dengan alat bantu dengar sekalipun. Dunianya sunyi senyap. Gak hanya tuna rungu, putranya itu juga autis. Karena tuna rungu dan autis, maka putranya di home schooling-kan. Sehari-hari waktu Dini untuk menemani putranya.

Kamis, 19 Desember 2013

Bunda Jangan Marah, Ya

"Ajaran yang tidak baik tapi disampaikan dengan cara baik, maka bisa diterima oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya, ajaran yang baik tapi kita menyampaikannya dengan cara yang tidak baik, akan membuat orang lain sulit untuk menerima ajaran tersebut."

Begitu kira-kira kalimat yang Chi dengar di salah satu radio. Dan setelah dipikir-pikir bener juga, ya.

Beberapa minggu lalu, Chi nonton tayangan Jo Frost. Di episode itu ceritanya ada anak yang susah banget disuruh tidur sendiri di kamarnya. Maunya sama ibunya terus.

"Kamu harus tidur di kamarmu sekarang, atau besok gak boleh main bersama teman-temanmu," kata si Ibu.

Bagaimana pendapat orang tua terhadap kalimat yang diucapkan ibu itu di atas? Kalau kata, Chi tergantung. Ya, tergantung intonasinya.

Selasa, 17 Desember 2013

2 Tips Jitu Cara Mengajarkan Anak Membaca

UAS sudah selesai, hasil UAS pun udah dibagikan tadi siang. Alhamdulillah, nilai-nilai Keke dan Nai masih bagus. Sambil menunggu saatnya terima raport, selama beberapa hari di sekolah anak-anak ada class meeting. Kalau Keke-Nai lebih suka menyebutnya bermain di sekolah. Karena memang gak belajar sama sekali (gak bawa buku pelajaran juga). Benar-benar santai selama beberapa hari.

Sementara Chi dan anak-anak lagi bersantai-santai, ada juga pemandangan lain yang selalu terlihat menjelang semester ganjil selesai. Brosur dan spanduk tanda dibukanya pendaftaran tahun ajaran baru mulai bertebaran. Biasanya orang tua yang anak-anaknya mau masuk SD mulai mencari-cari sekolah yang cocok. Dan yang sering bikin gelisah orang tua adalah tes masuk membaca-menulis-berhitung (calistung). Apakah anak sudah siap? Sudah mampu? Dan yang tidak kalah penting adalah, apakah dibolehkan mengajarkan anak calistung sebelum masuk usia SD?

Seringkali hal ini bikin beban orang tua. Anak-anak mulai 'dipaksa' belajar calistung. Alasannya supaya bisa lolos tes masuk SD. Padahal cara ini seringkali juga bikin anak merasa terbebani. Tapi mencari SD yang tidak ada tes calistung juga seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Bikin orang tua serba salah.

Chi punya cara jitu untuk mengajarkan calistung. Chi katakan cara jitu karena sudah terbukti ke Keke dan Nai. Mereka sudah bisa calistung sebelum masuk SD. Chi akan berbagi tipsnya tapi untuk mengajarkan membaca dulu, ya :)

Yang pertama kali orang tua lakukan ketika akan mengajarkan anak membaca adalah BUANG JAUH-JAUH pikiran kalau mengajarkan anak membaca itu beban. Merasa terbebani hanya akan menghasilkan sesuatu yang negatif, biasanya anak juga akan terbebani.

Jadi, ajarkan membaca dengan cara yang positif. Caranya, ajak mereka bermain. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia bermain. Jangan hilangkan dunia mereka, tapi coba untuk diselami oleh orang tua. Di bawah ini 2 cara jitu mengajarkan Keke dan Nai membaca, yaitu :

Minggu, 15 Desember 2013

Nyaman Banget Belanja Kosmetik Di Lazada

Walaupun sering belanja di toko online, tapi paling jenis barang yang saya beli gak terlalu beragam. Saya hanya belanja pakaian (buat saya dan anak-anak), buku, sama sesekali mainan. Selain itu saya belum pernah coba, dan ada beberapa hal yang saya gak berani beli secara online awalnya. Contohnya alat elektronik, komputer/laptop. Terlalu beresiko buat saya untuk belanja peralatan seperti itu secara online. Selain harganya gak murah, khawatir barangnya rusak, atau penjualnya gak bisa dipercaya.

Suami saya justru sebaliknya. Dia juga sering belanja online, tapi yang dibeli justru barang-barang yang menurut saya punya resiko tinggi itu, kayak laptop, dan lainnya. Menurut suami, gak apa-apa juga, sih, belanja barang-barang seperti itu secara online selama tokonya bisa dipercaya dan bonafid. Karena toko yang bonafid, dalam mengemas pun pasti sangat hati-hati.

Suatu hari, saya butuh beli kosmetik baru. Mau keluar rumah (baca : ngemall) rasanya maleeeesss. Lebih tepatnya, sih, karena lagi pengiritan hehehe. Maksud hati mau beli kosmetik, tapi kalau udah ke mall ‘buntutnya’ itu suka lebih banyak. Bensin, tol, makan, belum lagi kalau kami tertarik sama barang lainnya juga. Bisa-bisa lebih dari 1 tentengan, deh, pulangnya hehehe. Emang, sih, yang namanya belanja itu asik. Tapi kalau lagi pengiritan, kan, rasanya ngenes juga ngelihat berapa uang yang harus dikeluarin. Walaupun saat belanjanya gak inget :D

Jumat, 13 Desember 2013

Ikut Srikandi Blogger Itu...

Pendaftaran Srikandi Blogger 2014 sudah dibuka sejak tanggal 3 Desember lalu. Dan akan ditutup tanggal 16 Desember 2013. Tinggal 3 hari lagi, nih! Siapa yang belum daftar?

Sebagai salah satu finalis Srikandi Blogger 2013, tentu aja terlarang bagi saya untuk mengikuti Srikandi Blogger 2014. Dan, sekarang saya menjadi salah satu panitia #SB2014. Kalau di KEB kami menyebutnya Makpan (Emak Panitia).

Ketika memasuki masa pendaftaran, suasana di grup KEB gak ada bedanya dengan masa pendaftaran Srikandi Blogger 2013. Banyak yang bilang gak pede. Tau, gak? Saya juga dulu gitu waktu daftar Srikandi Blogger. Malah bisa dibilang setiap ikut lomba, selalu aja merasa gak pede.

Yang suka bikin saya ragu untuk ikutan lomba itu, gimana kalau sampe kalah? Muka saya mau ditaro di manaaaaaa??? Rasanya males, deh, ikutan lomba-lomba. Takut malu. Tapi herannya, justru saya malah pernah memproklamirkan diri sebagai 'banci' lomba. Sering kalah daripada menangnya, tapi justru gak kapok. Ikut lagi... ikut lagi... padahal katanya malu kalau kalah. Gak jelas maunya apa hahahha.

Siapa, sih, yang gak pengen menang. Ikut lomba justru karena tujuan utamanya pengen menang. Tapi kalau tujuan utama gak tercapai, bukan berarti kita kalah total. Masih ada keuntungan lain yang bisa didapat, diantaranya :
  1. Mengasah keberanian apalagi kalau jawara-jawara lomba pada ikut. Lebih tepatnya, sih, belajar menghilangkan rasa gak percaya diri
  2. Biasanya kalau ikut lomba, pengunjung blog lebih naik dari biasanya. Keuntungan buat kita, tuh :)
Tentu aja kita harus mengukur kemampuan diri sendiri. Saya juga gak semua lomba diikutin. Lomba-lomba yang 'terlalu serius' seperti menulis karya ilmiah biasanya saya hindari. Atau lomba lain yang temanya diluar kemampuan saya, misalnya lomba menulis puisi, cerpen, dan lainnya.

Rabu, 11 Desember 2013

Penghematan Ala Belanja Online

Ibarat mall yang kian hari kian menjamur, terutama di kota-kota besar, toko online pun demikian. Sebagai penggemar belanja online, semakin banyaknya toko online tentu saja bikin saya gembira sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Saya gembira karena makin banyak pilihan toko online yang bisa saya jelajahi. Tapi harus semakin meningkatkan kewaspadaan, karena gak sedikit toko online yang palsu. Mempermainkan kepercayaan customer. Padahal dalam kegiatan jual-beli online, kepercayaan itu adalah modal yang paling utama.

Walaupun semakin banyak toko online, saya tetap punya toko online pilihan. Toko online yang biasanya selalu saya andalkan kalau saya ingin membeli sesuatu. Salah satu toko andalan saya adalah Lamido. Toko online yang satu ini sebetulnya bukan nama yang asing, karena berada di bawah group Lazada.

Salah satu alasan utama saya menggemari belanja online adalah penghematan. Yang namanya penghematan itu kayaknya emak-emak banget, deh, hehehe. Dan ngomong-ngomong tengtang penghematan, gak cuma menghemat uang aja yang harus dipertimbangkan. Hemat waktu juga harus dipertimbangkan, lho.

Selasa, 10 Desember 2013

Melihat 'Cahaya Surga' Di Goa Jomblang

Mari lanjutin perjalanan lagi :D

Balik dari melihat goa yang Chi gak tau namanya itu, kami pun istirahat di penginapan. Chi dan K'Aie duduk di teras. Chi masih gak yakin kalau hari itu kami akan bisa turun ke goa Jomblang. Sementara Keke dan Nai asik main gadget di dalam penginapan.

Gak lama kemudian, 2 orang mas-mas yang ada di Jomblang Resort saling berseru kalau sinar matahari kelihatannya mulai muncul. K'Aie pun kemudian mengatakan hal yang sama. Gak pake lama, kami pun bergegas. Untung belum ganti baju, jadi tinggal pake sepatu bot, harness, dan helm.

 Siap-siap turun

Senin, 09 Desember 2013

Google atau Goggle?

Beberapa hari lalu, waktu pulang sekolah, seperti biasa Chi dan anak-anak ngobrol sepanjang perjalanan.

Keke  : "Bun, kemarin Dodo *bukan nama sebenarnya masa' ngomong 'dasar bodoh!' ke ayah. Itu dapet dari mana, ya, kata-kata dasar bodoh?"

Bunda : "Kayaknya dari film Jake and The Neverland, Ke."

Keke  : "Oiya, Kapten Hooknya kan suka bilang dasar bodoh ke anak buahnya, ya, Bun."

Bunda : "Iya. Sebetulnya gak apa-apa juga, sih, nonton Jake selama orang tua ngawasin. Trus dikasih pengertian mana yang boleh dan enggak. Buktinya Keke sama Nai juga suka nonton Jake tapi gak ngomong kayak gitu."

Keke : "Iya, kalau kita sih nonton ya nonton ajah. Gak ngikutin yang jelek-jeleknya."

Bunda : "Itu karena Bunda juga suka kasih tau. Makanya kalian nonton film anak apapun, gak lantas jadi ikut-ikutan gitu aja. Bunda juga dulu waktu kecil juga suka nonton film berantem-berantem kayak Power Ranger, tapi gak bikin Bunda jadi seneng berantem."

Keke  : "Emang Power Ranger dari jaman Bunda kecil udah ada?"

Bunda : "Ada namanya Google Five."

Keke  : "Google...?"

Bunda : "Iya, Goo.... eh, maksudnya Goggle Five hehehe. Mirip kayak Power Ranger gitu, lah, Ke."

Walopun dulu penggemar berat Goggle Five, tapi gak bikin Chi suka berantem. Cuma apa ini ada hubungannya kalau sekarang Chi tergantung sama Google? *analisa ngaco :r

Gak tau, lah, ini pasukan Goggle Five lagi ngapain. Mungkin lagi main hulahoop bareng-bareng :p
post signature

Kamis, 05 Desember 2013

OPPO N1 Itu Layak Diperjuangkan!

Yang namanya kalah lomba, dimana-mana suka ada rasa galaunya, ya. Begitu juga waktu tau kalau saya kalah di blogging contest OPPO. Galau, cyiiinnn. Yang bikin tambah galau, tuh, karena saya udah pengen banget punya smartphone dengan camera yang canggih di dalamnya. Apalagi N-Lens OPPO N1 memang termasuk keren banget. Berharap bisa dapet gratis dari OPPO dengan cara menang lombanya. Eh, ternyata kalah.

Harus diakui yang jadi juara pertama itu keren tulisannya. Tapi, karena ini blog saya, jadi mau pamer tulisan saya tentang OPPO N1 yang di tulis di blog saya yang lain. Tulisan yang saya lombakan dengan judul "Saya Sangat Menginginkan Smartphone OPPO N1!" Walaupun gak menang, tapi saya yakin tulisan yang saya buat cukup informatif, kok. Bisa bikin orang tertarik untuk memiliki OPPO N1 :D

Beberapa hari setelahnya, saya mendapat undangan dari OPPO dengan tema acara N1: The Pre-Unboxing Experience. Awalnya saya gak tau ini acara tentang apa. Tapi kalau coba-coba nebak dari temanya, apa itu artinya yang diundang diminta nyobain N1 gitu, ya? Karena kalau launching gak mungkin, deh. Kan, launching N1 udah dilakukan di Grand Ballroom Hotel Ritz-Carlton tanggal 16 Oktober 2013 lalu. Daaaaaannnn kalau tebakan saya benar, apa itu artinya bakal ada kesempatan kedua untuk bisa memiliki OPPO N1? Semogaaaa... :D

Senin, 02 Desember 2013

Jomblang Resort

Gak tau gimana awalnya, ketika dalam perjalanan menuju Jomblang, antara K'Aie dengan karyawan yang berjaga di tempat kami menginap, yaitu Jomblang Resort. K'Aie bilang malam itu kami akan menginap di Jomblang Resort. Tapi pas K'Aie telpon ke karyawan di Jomblang Resort, dia gak tau kalau kami akan datang malam ini. Taunya kami akan datang besok pagi. Lha??

Berkali-kali nelpon ke masnya yg ada di Jomblang Resort (Duh, lagi-lagi Chi emang payah sama urusan mengingat nama. Maaf :D), lebih banyak gagalnya gara-gara signal yang emang gak bagus. K'Aie bilang kalau gak beres juga mending cari penginapan di Wonosari atau lanjut ke Jogja dulu. Chi jelas menolak.

K'Aie awalnya keberatan dengan usulan Chi untuk nelpon temennya, pemilik dari Jomblang Resort. Mending diselesain sendiri dulu katanya. Sementara Chi juga keberatan dengan usulan K'Aie. Ngapain juga cari penginapan di Wonosari kalau Jomblang udah deket? Kalau di Jogja, kami rencananya memang menginap di rumah temen K'Aie yang punya Jomblang Resort itu tapi masalahnya gak tau berapa lagi kami akan sampai Jogja. Masalah utamanya adalah perut kami udah semakin lapar (waktu itu belum ketemu rumah makan). Dalam keadaan perut yang semakin lapar, harus mencari-cari penginapan di Wonosari (yang kami gak tau ada atau enggak) atau harus lanjut ke Jogja (yang kami juga gak tau berapa lama lagi sampai Jogja) rasanya bukan pilihan yang tepat buat Chi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge