Featured Post

Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

Chi pernah bercerita di blog kalau K’Aie adalah seorang pecinta kopi. Setelah bangun tidur, aktivitas yang pertama kali dilakukan adalah ...

Senin, 30 September 2013

Pasar Malam

Ketika beberapa teman blogger sedang aktif melakukan gerakan penyelamatan gumuk (Save Gumuk), Chi jadi teringat dengan pasar malam. Sekarang setiap kali lewat pasar malam dimanapun suka ada rasa sedih dan sedikit marah.

Dulu, di deket komplek perumahan tempat Chi tinggal, tepatnya di depan kelurahan dan di samping kiri-kanan lapangan sepakbola ada 2 SD negeri, ada sebuah lapangan sepakbola. Kalo lagi melintas di depan lapangan sepakbola itu, Chi suka melihat ada aja orang-orang yang bermain di sana. Kalau siang, biasanya di pakai anak-anak SD itu bermain atau kegiatan sekolah, karena SD itu gak punya halaman bermain di sekolahnya. Jadi tempat bermain mereka kelihatannya di lapangan sepakbola itu walaupun itu artinya mereka harus ke luar dari halaman sekolah. Kalau sore biasanya banyak warga perkampungan sekitar yang bermain sepakbola.

Jumat, 27 September 2013

Blog Ini ...

"Bun, emangnya semua yang Ima omongin, semua yang Ima lakuin ditulis di blog Bunda, ya?"

Pertanyaan Nai, 2 hari yang lalu, berasa mak jleb buat Chi. Tapi sebelum Chi jelasin, mendingan lanjutin dialognya dulu.

Bunda : "Adek keberatan, ya?"
Nai     : "Keberatan itu apa, Bun?"
Bunda : "Hmmm ... apa, ya? Gak suka gitu, deh."
Nai     : Suka, kok."
Bunda : "Trus kenapa nanya kayak gitu."
Nai     : "Ya, nanya aja."

Selasa, 24 September 2013

Berantem

Salah satu kekhawatiran Chi ketika punya anak laki-laki adalah tentang berantem. Bullying (walopun yg namanya nge-bully gak selalu berantem, ya), tawuran, dan bentuk kekerasan lainnya bikin Chi suka deg-degan. Sebagai orang tua tentu aja Chi selalu mengingatkan dan berdo'a, tapi biar gimanapun kan kita gak 24 jam mengawasi anak-anak.

Pernah Chi ngobrol sama K'Aie dan beberapa teman, mereka umumnya bilang "Selama masih dalam batas wajar, berantem itu gak apa-apa. Namanya juga anak laki-laki.".Malah salah seorang sahabat pernah bilang yang dia lebih takutin ketika tau dikaruniai anak laki-laki adalah bukan berantem. Justru semakin banyaknya laki-laki yang terlihat 'melambai' terutama di televisi, membuat dia khawatir anak laki-lakinya akan seperti itu.

Bener juga, sih, apa kata sahabat Chi itu. Terlepas dari segala teori apakah laki-laki yang seperti itu karena gen atau pengaruh lingkungan, Chi juga sangat gak ingin Keke akan menjadi seperti itu. Naudzubillah min dzalik ...

Senin, 23 September 2013

Ya... Coba Keke...

Keke : "Bun, tadi Keke baca suratnya *** (nama dirahasiakan :p) dari sekolah untuk orang tuanya. Dia kepilih jadi salah satu pemain tim khusus. Ya... coba Keke dulu milih futsal, ya, Bun. Mungkin ..." *Keke gak melanjutkan lagi kalimatnya

Salah satu ekskul yang ada di sekolah Keke adalah futsal. Selama ini futsal selalu dilatih oleh guru olehraga, tapi mulai tahun ini ada yang berbeda. Kebetulan ada salah satu pemain sepakbola timnas yang anaknya sekolah di sana. Setelah berbincang-bincang dengan pihak sekolah, pemain timnas ini bersedia bekerja sama untuk membentuk tim futsal khusus. Tim futsal khusus adalah siswa-siswa pilihan yang kelihatannya menonjol kemampuannya ketika ikut ekskul futsal.

Minggu, 22 September 2013

Belanja Di Zalora

Pernah belanja di Zalora? Kalau belum pernah, mendingan baca tulisan ini dulu, deh, sebelum mutusin mau belanja di Zalora apa enggak.

Komplit

Zalora, sebagai fashion online store, benar-benar menawarikan produk yang komplit untuk fashion wanita dan pria. Sepatu, pakaian, tas, aksesoris, busana muslim, sports, dan beauty? Semua ada! Atau sukanya dengan barang-barang dari merk tertentu aja? Klik aja bagian 'Brand', bakalan banyak banget brand yang tersedia.



Kamis, 19 September 2013

Percakapan BB

Akhirnya kami punya BB, yeaaaayyy ...! *Berita gak penting. Emang ada yang nanya? :p

Awalnya kami punya BB karena K'Aie mulai jualan online (klik aja tulisan yang jualan online itu, ya. Kalau mau tau jualan apa. *promosi terselubung :p). Dan menurut saran beberapa temannya, sebaiknya kalau mau jualan (online atau enggak) punya BB. Pengguna BB di Indonesia itu banyak banget, jadi punya BB bisa membantu penjualan. Bener atau enggak, kita gak bakal tau kalau gak membuktikan sendiri, kan? Akhirnya kami pun beli BB. Sejauh ini, sih, pembelinya kebanyakan ordernya lewat sms atau whatsapp

Karena emang cuma dipake untuk jualan, jadi kami pun gak ikut group-group apapun. Males, nanti bunyi terus. Berisik, ah :D Dikatakan BB kami karena memang jadinya BB bersama. Sesekali Chi pake buat bikin status di FB atau twitter hehe. Tapi kalau ada yang tanya Pin BB suka gak Chi kasih. Selain gak tau, juga karena tujuan awal BB kan untuk jualan aja. Lupa, kapan tepatnya, Keke pun mulai pake BB itu. Dan mulai, deh, BBnya berisik ... tang ting tung tiap hari, karena Keke ikut group sama beberapa teman seangkatannya di sekolah.

Senin, 16 September 2013

Kurikulum 2013, Siapkah Kita?

Hayoo ... Siapa yang selama ini setuju bahkan protes kalao pendidikan di Indonesia itu lebih ke nilai-nilai akademis, sementara karakter diabaikan? Seandainya sekarang kurikulumnya adalah pendidikan karakter yang diutamakan, apa kita akan langsung senang? Kalau Chi, sih, senang, tapi ternyata ada pertanyaan lanjutan ... Kurikulum 2013, Siapkah Kita? *nanya ke diri sendiri

Minggu, 15 September 2013

Kangen

Cuma lagi kangen aja ... Gak tau mau nulis apa :)

K'Aie, Keke, dan Nai. Sebagai tukang foto Chi gak ada :D

post signature

Jumat, 13 September 2013

Darah Muda

Darah muda darahnya para remaja 
Yang selalu merasa gagah 
Tak pernah mau mengalah 

Masa muda masa yang berapi-api 
Yang maunya menang sendiri 
Walau salah tak perduli 
Darah muda

Biasanya para remaja 
Berpikirnya sekali saja 
Tanpa menghiraukan akibatnya 
Wahai kawan para remaja 
Waspadalah dalam melangkah 
Agar tidak menyesal akhirnya 

Kamis, 12 September 2013

Ibu Bekerja vs Ibu Rumah Tangga Menurut Anak

Pernah liat debat Ibu Bekerja vs Ibu Rumah Tangga, mana lebih baik? Dari zaman dinosaurus dulu perdebatan ini udah ada hingga sekarang. Perdebatan yang gak ada ujung pangkal malah berantem kemana-mana. Hadeuuuhh ....

Chi juga sering baca atau dengar curhatan ibu bekerja yang berat hati meninggalkan anak untuk bekerja. Hati rasanya pengen bisa terus nemenin anak, tapi dengan alasan masing-masing menuntut mereka untuk tetap memilih bekerja. Apalagi kalau melihat anaknya udah gak mau ditinggal, biasanya para ibu semakin berat.

Bukan sekedar basa-basi kalau Chi bilang anak-anak sebenernya bisa ngerti, kok. Karena mamah Chi, kan, juga kerja. Berangkat sebelum matahari terbit, sampe ke rumah matahari udah lama tertidur. Maklum, deh, rumah di Bekasi trus kerja di Jakarta, bikin tua di jalan. Otomatis anak-anak bisa banyak ketemu orang tua hanya saat wiken. Tapi kami sebagai anak-anak mengerti, kok :)

Chi sendiri yang sekarang memilih jadi ibu rumah tangga, bersyukur karena punya waktu yang banyak untuk anak-anak. Syukur-syukur juga kualitasnya bagus.

Kalau diperhatiin, semua yang ribut dan yang galau adalah emak-emaknya. Pernah gak terpikir bagaimana menurut anak dari sudut pandangnya? Chi awalnya gak kepikiran tapi akhirnya sempet juga mengalami galau, kayak ibu-ibu yang bekerja. Gara-gara pertanyaan Keke, nih ...

"Kenapa Bunda gak kerja kayak mamah temen-temen Keke? Bunda kerja, dong!"

Selasa, 10 September 2013

Ini Hak Aku! Jadi ...

Waktu lebaran yang lalu, salah seorang yang udah Chi kenal dengan baik bercerita kalau putrinya yang masuk usia remaja (kelas 2 SMP), sekarang kalau dinasehati suka membantah. Tiap kali dinasehati selalu bilang, "Ini hak aku! Jadi terserah aku, dong!"

Chi bilang, "Setiap orang termasuk anak memang punya hak, tapi coba tanya balik ... kewajibannya udah dijalanin belum? Kadang kita suka semangat menuntut hak tapi lupa sama kewajiban."

Sama sekali Chi gak ada maksud untuk menggurui atau sok tau, apalagi Keke-Nai juga belum SMP, jadi Chi belum hapal lika-liku anak SMP #tsaaaahhhh :p. Tapi kalau dipikir-pikir, Chi pun pernah mengalami kejadian yang mirip-mirip melalu protesnya Keke.

Minggu, 08 September 2013

Maunya Apa?

Keke   : "Bun, tahun depan Keke ulang taun yang ke-10, ya? Keke gak mau, ah."
Bunda : "Kenapa emangnya?"
Keke   : "Banyak tempat bermain buat anak-anak yang maksimalnya umur 10 tahun. Berarti tahun depan kalau udah ulang tahun Keke gak boleh main di tempat anak lagi."

"Ooohh, ternyata Keke masih pengen dianggap anak-anak," pikir Chi saat itu.

Keke    : "Tapi Keke pengen langsung ulang tahun yang ke-12 aja."
Bunda  : "Kok, gitu?"
Keke    : "Karena Keke mau main perosotan yang di Fx. Kan, minimal umurnya 12 tahun."

Jadi, Keke maunya apa? Gak pengen lepas masa anak-anak atau justru pengen cepet gede? :p Yang jelas persamaannya adalah berapapun umurnya, dia masih pengen bermain. Ya, namanya juga pemikiran anak-anak :D

post signature

Jumat, 06 September 2013

Gendongan Bayi

Ada satu hal yang Chi gak pernah bisa lakukan ketika mengasuh Keke dan Nai, yaitu menggendong mereka dengan gendongan bayi! Mau itu gendongan bayi ala tradisional dengan menggunakan kain panjang, atau gendongan bayi modern dengan segala macam modelnya.

Chi sendiri juga gak tau, kenapa gak pernah nyaman menggendong mereka menggunakan gendongan bayi. Padahal kan katanya gendongan bayi itu membantu kita supaya gak terlalu pegel kalau lagi gendong.

Selasa, 03 September 2013

Jangan Kayak Gitu, Ya, Nak!

Beli sepatu sekolah menjelang tahun ajaran dimulai memang masih menjadikegiatan tahunan kami. Bukan karena tahun ajarannya, tapi memang sepatu mereka yang mulai sempit. Penyebabnya karena kami kalau beli sepatu memang selalu cari size yang pas dengan kaki. Kami gak suka beliin sepatu anak dengan 1 nomor lebih besar apalagi lebih supaya kepakenya lebih lama. Buat kami pake sepatu kebesaran sama gak nikmatnya kayak pake sepatu kekecilan. Tapi karena selalu beli dengan nomor yang pas, jadinya tiap tahun masih harus beli sepatu.

Cari sepatu itu gak gampang. Seringkali kami harus beberapa kali datang ke mall baru nemuin sepatu yang sreg. Beberapa hari sebelum bulan Ramadan, Chi sekeluarga pergi ke Pondok Indah Mall (PIM) untuk cari sepatu sekolah buat Keke-Nai. Lagi duduk-duduk di area sepatu, datenglah seorang bapak sambil menggendong anak laki-laki. Perkiraan Chi, anaknya ini berumur 2-3 tahun. Disamping bapak tersebut ada seorang bapak lagi yang terlihat lebih tua, mungkin itu kakeknya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge