Featured Post

Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

Chi pernah bercerita di blog kalau K’Aie adalah seorang pecinta kopi. Setelah bangun tidur, aktivitas yang pertama kali dilakukan adalah ...

Jumat, 27 Desember 2013

Kegiatan Liburan Di Rumah

Liburan sekolah semester ganjil udah berjalan seminggu. Belum ada rencana menghabiskan liburan yang pasti. Keliatannya liburan kali ini kami mengalir aja alias serba mendadak kalau memang mau jalan-jalan. Jadi, yang pasti liburan ini banyak di rumah, nih.

Walaupun begitu bukan berarti kita harus manyun karena gak bisa jalan-jalan, kan? Liburan di rumah juga tetep asyik, kok! Beberapa hari lalu, Chi iseng-iseng bikin kultwit (@ke2nai) dengan hashtag #LiburanDiRumah. Ini rangkumanmya :

Selasa, 24 Desember 2013

Kalau Angel Flying Fox

Libur semester pertama udah dimulai. Gak berasa, ya, udah semesteran lagi. Hari pertama libur sekolah (Jum'at, 20/12), di rumah aja. Dan kegiatan liburan hari pertama Keke dan Nai adalah membuat flying fox untuk Angel, boneka teddy bear Nai.

Caranya, tali rapia diikat dari atas ke bawah. Gantungan kunci yang ada cantolannya dijadiin harness buat Angel. Dan Angel pun siap meluncur. Yippppppiiiiieeeee!

Permainan ini menyenangkan, bikin Keke dan Nai ketawa-tawa seharian. Murah meriah, karena gak keluar uang sama sekali. Juga olahraga, mereka bolak-balik bergantian turun naik-tangga.

Liburan memang gak selalu harus mengeluarkan uang banyak. Dengan cara seperti itu pun udah bisa bikin mereka senang. Tapi, semoga bukan modus mereka supaya ayah dan bundanya ngajak liburan outdoor main flying fox :p

Liburan Anak Flying Fox
post signature

Minggu, 22 Desember 2013

IBU, Cinta Tanpa Akhir

Namanya Dini. Chi udah lama mengenalnya. Hmmm... tepatnya, sih, mengenal namanya. Chi sering dengar namanya dari cerita tante Chi. Jadi, suami dari tante Chi ini sepertinya masih punya hubungan keluarga dengan keluarga Dini. Tapi, Chi kurang paham hubungannya seperti apa.

Dini adalah seorang ibu rumah tangga, memiliki putra berumur 10 tahun. Sebagai seorang ibu rumah tangga, Dini gak pernah memasak untuk suami dan anak semata wayangnya itu. Selalu beli makanan matang. Apakah itu artinya Dini bukanlah ibu yang sempurna? Tunggu! Jangan buru-buru menghakimi, kita baca dulu profilnya sampai selesai, ya :)

Putra semata wayang Dini menderita tuna rungu sejak lahir. Dan katanya, sih, gak bisa diperbaiki. Bahkan dengan alat bantu dengar sekalipun. Dunianya sunyi senyap. Gak hanya tuna rungu, putranya itu juga autis. Karena tuna rungu dan autis, maka putranya di home schooling-kan. Sehari-hari waktu Dini untuk menemani putranya.

Kamis, 19 Desember 2013

Bunda Jangan Marah, Ya

"Ajaran yang tidak baik tapi disampaikan dengan cara baik, maka bisa diterima oleh orang lain. Begitu juga sebaliknya, ajaran yang baik tapi kita menyampaikannya dengan cara yang tidak baik, akan membuat orang lain sulit untuk menerima ajaran tersebut."

Begitu kira-kira kalimat yang Chi dengar di salah satu radio. Dan setelah dipikir-pikir bener juga, ya.

Beberapa minggu lalu, Chi nonton tayangan Jo Frost. Di episode itu ceritanya ada anak yang susah banget disuruh tidur sendiri di kamarnya. Maunya sama ibunya terus.

"Kamu harus tidur di kamarmu sekarang, atau besok gak boleh main bersama teman-temanmu," kata si Ibu.

Bagaimana pendapat orang tua terhadap kalimat yang diucapkan ibu itu di atas? Kalau kata, Chi tergantung. Ya, tergantung intonasinya.

Selasa, 17 Desember 2013

2 Tips Jitu Cara Mengajarkan Anak Membaca

UAS sudah selesai, hasil UAS pun udah dibagikan tadi siang. Alhamdulillah, nilai-nilai Keke dan Nai masih bagus. Sambil menunggu saatnya terima raport, selama beberapa hari di sekolah anak-anak ada class meeting. Kalau Keke-Nai lebih suka menyebutnya bermain di sekolah. Karena memang gak belajar sama sekali (gak bawa buku pelajaran juga). Benar-benar santai selama beberapa hari.

Sementara Chi dan anak-anak lagi bersantai-santai, ada juga pemandangan lain yang selalu terlihat menjelang semester ganjil selesai. Brosur dan spanduk tanda dibukanya pendaftaran tahun ajaran baru mulai bertebaran. Biasanya orang tua yang anak-anaknya mau masuk SD mulai mencari-cari sekolah yang cocok. Dan yang sering bikin gelisah orang tua adalah tes masuk membaca-menulis-berhitung (calistung). Apakah anak sudah siap? Sudah mampu? Dan yang tidak kalah penting adalah, apakah dibolehkan mengajarkan anak calistung sebelum masuk usia SD?

Seringkali hal ini bikin beban orang tua. Anak-anak mulai 'dipaksa' belajar calistung. Alasannya supaya bisa lolos tes masuk SD. Padahal cara ini seringkali juga bikin anak merasa terbebani. Tapi mencari SD yang tidak ada tes calistung juga seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Bikin orang tua serba salah.

Chi punya cara jitu untuk mengajarkan calistung. Chi katakan cara jitu karena sudah terbukti ke Keke dan Nai. Mereka sudah bisa calistung sebelum masuk SD. Chi akan berbagi tipsnya tapi untuk mengajarkan membaca dulu, ya :)

Yang pertama kali orang tua lakukan ketika akan mengajarkan anak membaca adalah BUANG JAUH-JAUH pikiran kalau mengajarkan anak membaca itu beban. Merasa terbebani hanya akan menghasilkan sesuatu yang negatif, biasanya anak juga akan terbebani.

Jadi, ajarkan membaca dengan cara yang positif. Caranya, ajak mereka bermain. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia bermain. Jangan hilangkan dunia mereka, tapi coba untuk diselami oleh orang tua. Di bawah ini 2 cara jitu mengajarkan Keke dan Nai membaca, yaitu :

Minggu, 15 Desember 2013

Nyaman Banget Belanja Kosmetik Di Lazada

Walaupun sering belanja di toko online, tapi paling jenis barang yang saya beli gak terlalu beragam. Saya hanya belanja pakaian (buat saya dan anak-anak), buku, sama sesekali mainan. Selain itu saya belum pernah coba, dan ada beberapa hal yang saya gak berani beli secara online awalnya. Contohnya alat elektronik, komputer/laptop. Terlalu beresiko buat saya untuk belanja peralatan seperti itu secara online. Selain harganya gak murah, khawatir barangnya rusak, atau penjualnya gak bisa dipercaya.

Suami saya justru sebaliknya. Dia juga sering belanja online, tapi yang dibeli justru barang-barang yang menurut saya punya resiko tinggi itu, kayak laptop, dan lainnya. Menurut suami, gak apa-apa juga, sih, belanja barang-barang seperti itu secara online selama tokonya bisa dipercaya dan bonafid. Karena toko yang bonafid, dalam mengemas pun pasti sangat hati-hati.

Suatu hari, saya butuh beli kosmetik baru. Mau keluar rumah (baca : ngemall) rasanya maleeeesss. Lebih tepatnya, sih, karena lagi pengiritan hehehe. Maksud hati mau beli kosmetik, tapi kalau udah ke mall ‘buntutnya’ itu suka lebih banyak. Bensin, tol, makan, belum lagi kalau kami tertarik sama barang lainnya juga. Bisa-bisa lebih dari 1 tentengan, deh, pulangnya hehehe. Emang, sih, yang namanya belanja itu asik. Tapi kalau lagi pengiritan, kan, rasanya ngenes juga ngelihat berapa uang yang harus dikeluarin. Walaupun saat belanjanya gak inget :D

Jumat, 13 Desember 2013

Ikut Srikandi Blogger Itu...

Pendaftaran Srikandi Blogger 2014 sudah dibuka sejak tanggal 3 Desember lalu. Dan akan ditutup tanggal 16 Desember 2013. Tinggal 3 hari lagi, nih! Siapa yang belum daftar?

Sebagai salah satu finalis Srikandi Blogger 2013, tentu aja terlarang bagi saya untuk mengikuti Srikandi Blogger 2014. Dan, sekarang saya menjadi salah satu panitia #SB2014. Kalau di KEB kami menyebutnya Makpan (Emak Panitia).

Ketika memasuki masa pendaftaran, suasana di grup KEB gak ada bedanya dengan masa pendaftaran Srikandi Blogger 2013. Banyak yang bilang gak pede. Tau, gak? Saya juga dulu gitu waktu daftar Srikandi Blogger. Malah bisa dibilang setiap ikut lomba, selalu aja merasa gak pede.

Yang suka bikin saya ragu untuk ikutan lomba itu, gimana kalau sampe kalah? Muka saya mau ditaro di manaaaaaa??? Rasanya males, deh, ikutan lomba-lomba. Takut malu. Tapi herannya, justru saya malah pernah memproklamirkan diri sebagai 'banci' lomba. Sering kalah daripada menangnya, tapi justru gak kapok. Ikut lagi... ikut lagi... padahal katanya malu kalau kalah. Gak jelas maunya apa hahahha.

Siapa, sih, yang gak pengen menang. Ikut lomba justru karena tujuan utamanya pengen menang. Tapi kalau tujuan utama gak tercapai, bukan berarti kita kalah total. Masih ada keuntungan lain yang bisa didapat, diantaranya :
  1. Mengasah keberanian apalagi kalau jawara-jawara lomba pada ikut. Lebih tepatnya, sih, belajar menghilangkan rasa gak percaya diri
  2. Biasanya kalau ikut lomba, pengunjung blog lebih naik dari biasanya. Keuntungan buat kita, tuh :)
Tentu aja kita harus mengukur kemampuan diri sendiri. Saya juga gak semua lomba diikutin. Lomba-lomba yang 'terlalu serius' seperti menulis karya ilmiah biasanya saya hindari. Atau lomba lain yang temanya diluar kemampuan saya, misalnya lomba menulis puisi, cerpen, dan lainnya.

Rabu, 11 Desember 2013

Penghematan Ala Belanja Online

Ibarat mall yang kian hari kian menjamur, terutama di kota-kota besar, toko online pun demikian. Sebagai penggemar belanja online, semakin banyaknya toko online tentu saja bikin saya gembira sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Saya gembira karena makin banyak pilihan toko online yang bisa saya jelajahi. Tapi harus semakin meningkatkan kewaspadaan, karena gak sedikit toko online yang palsu. Mempermainkan kepercayaan customer. Padahal dalam kegiatan jual-beli online, kepercayaan itu adalah modal yang paling utama.

Walaupun semakin banyak toko online, saya tetap punya toko online pilihan. Toko online yang biasanya selalu saya andalkan kalau saya ingin membeli sesuatu. Salah satu toko andalan saya adalah Lamido. Toko online yang satu ini sebetulnya bukan nama yang asing, karena berada di bawah group Lazada.

Salah satu alasan utama saya menggemari belanja online adalah penghematan. Yang namanya penghematan itu kayaknya emak-emak banget, deh, hehehe. Dan ngomong-ngomong tengtang penghematan, gak cuma menghemat uang aja yang harus dipertimbangkan. Hemat waktu juga harus dipertimbangkan, lho.

Selasa, 10 Desember 2013

Melihat 'Cahaya Surga' Di Goa Jomblang

Mari lanjutin perjalanan lagi :D

Balik dari melihat goa yang Chi gak tau namanya itu, kami pun istirahat di penginapan. Chi dan K'Aie duduk di teras. Chi masih gak yakin kalau hari itu kami akan bisa turun ke goa Jomblang. Sementara Keke dan Nai asik main gadget di dalam penginapan.

Gak lama kemudian, 2 orang mas-mas yang ada di Jomblang Resort saling berseru kalau sinar matahari kelihatannya mulai muncul. K'Aie pun kemudian mengatakan hal yang sama. Gak pake lama, kami pun bergegas. Untung belum ganti baju, jadi tinggal pake sepatu bot, harness, dan helm.

 Siap-siap turun

Senin, 09 Desember 2013

Google atau Goggle?

Beberapa hari lalu, waktu pulang sekolah, seperti biasa Chi dan anak-anak ngobrol sepanjang perjalanan.

Keke  : "Bun, kemarin Dodo *bukan nama sebenarnya masa' ngomong 'dasar bodoh!' ke ayah. Itu dapet dari mana, ya, kata-kata dasar bodoh?"

Bunda : "Kayaknya dari film Jake and The Neverland, Ke."

Keke  : "Oiya, Kapten Hooknya kan suka bilang dasar bodoh ke anak buahnya, ya, Bun."

Bunda : "Iya. Sebetulnya gak apa-apa juga, sih, nonton Jake selama orang tua ngawasin. Trus dikasih pengertian mana yang boleh dan enggak. Buktinya Keke sama Nai juga suka nonton Jake tapi gak ngomong kayak gitu."

Keke : "Iya, kalau kita sih nonton ya nonton ajah. Gak ngikutin yang jelek-jeleknya."

Bunda : "Itu karena Bunda juga suka kasih tau. Makanya kalian nonton film anak apapun, gak lantas jadi ikut-ikutan gitu aja. Bunda juga dulu waktu kecil juga suka nonton film berantem-berantem kayak Power Ranger, tapi gak bikin Bunda jadi seneng berantem."

Keke  : "Emang Power Ranger dari jaman Bunda kecil udah ada?"

Bunda : "Ada namanya Google Five."

Keke  : "Google...?"

Bunda : "Iya, Goo.... eh, maksudnya Goggle Five hehehe. Mirip kayak Power Ranger gitu, lah, Ke."

Walopun dulu penggemar berat Goggle Five, tapi gak bikin Chi suka berantem. Cuma apa ini ada hubungannya kalau sekarang Chi tergantung sama Google? *analisa ngaco :r

Gak tau, lah, ini pasukan Goggle Five lagi ngapain. Mungkin lagi main hulahoop bareng-bareng :p
post signature

Kamis, 05 Desember 2013

OPPO N1 Itu Layak Diperjuangkan!

Yang namanya kalah lomba, dimana-mana suka ada rasa galaunya, ya. Begitu juga waktu tau kalau saya kalah di blogging contest OPPO. Galau, cyiiinnn. Yang bikin tambah galau, tuh, karena saya udah pengen banget punya smartphone dengan camera yang canggih di dalamnya. Apalagi N-Lens OPPO N1 memang termasuk keren banget. Berharap bisa dapet gratis dari OPPO dengan cara menang lombanya. Eh, ternyata kalah.

Harus diakui yang jadi juara pertama itu keren tulisannya. Tapi, karena ini blog saya, jadi mau pamer tulisan saya tentang OPPO N1 yang di tulis di blog saya yang lain. Tulisan yang saya lombakan dengan judul "Saya Sangat Menginginkan Smartphone OPPO N1!" Walaupun gak menang, tapi saya yakin tulisan yang saya buat cukup informatif, kok. Bisa bikin orang tertarik untuk memiliki OPPO N1 :D

Beberapa hari setelahnya, saya mendapat undangan dari OPPO dengan tema acara N1: The Pre-Unboxing Experience. Awalnya saya gak tau ini acara tentang apa. Tapi kalau coba-coba nebak dari temanya, apa itu artinya yang diundang diminta nyobain N1 gitu, ya? Karena kalau launching gak mungkin, deh. Kan, launching N1 udah dilakukan di Grand Ballroom Hotel Ritz-Carlton tanggal 16 Oktober 2013 lalu. Daaaaaannnn kalau tebakan saya benar, apa itu artinya bakal ada kesempatan kedua untuk bisa memiliki OPPO N1? Semogaaaa... :D

Senin, 02 Desember 2013

Jomblang Resort

Gak tau gimana awalnya, ketika dalam perjalanan menuju Jomblang, antara K'Aie dengan karyawan yang berjaga di tempat kami menginap, yaitu Jomblang Resort. K'Aie bilang malam itu kami akan menginap di Jomblang Resort. Tapi pas K'Aie telpon ke karyawan di Jomblang Resort, dia gak tau kalau kami akan datang malam ini. Taunya kami akan datang besok pagi. Lha??

Berkali-kali nelpon ke masnya yg ada di Jomblang Resort (Duh, lagi-lagi Chi emang payah sama urusan mengingat nama. Maaf :D), lebih banyak gagalnya gara-gara signal yang emang gak bagus. K'Aie bilang kalau gak beres juga mending cari penginapan di Wonosari atau lanjut ke Jogja dulu. Chi jelas menolak.

K'Aie awalnya keberatan dengan usulan Chi untuk nelpon temennya, pemilik dari Jomblang Resort. Mending diselesain sendiri dulu katanya. Sementara Chi juga keberatan dengan usulan K'Aie. Ngapain juga cari penginapan di Wonosari kalau Jomblang udah deket? Kalau di Jogja, kami rencananya memang menginap di rumah temen K'Aie yang punya Jomblang Resort itu tapi masalahnya gak tau berapa lagi kami akan sampai Jogja. Masalah utamanya adalah perut kami udah semakin lapar (waktu itu belum ketemu rumah makan). Dalam keadaan perut yang semakin lapar, harus mencari-cari penginapan di Wonosari (yang kami gak tau ada atau enggak) atau harus lanjut ke Jogja (yang kami juga gak tau berapa lama lagi sampai Jogja) rasanya bukan pilihan yang tepat buat Chi.

Jumat, 29 November 2013

Impian Yang (Terlalu Cepat) Menjadi Nyata

Lebih dari 1 tahun yang lalu... 

K'Aie bawa kerjaan ke rumah. Kerjaan berupa foto-foto salah satu klien kantornya. Chi lihat foto-fotonya keren-keren banget. Pengen banget suatu saat bisa ke sana. Tapi karena Chi lihat tempatnya rada-rada ekstrim, antara yakin dan gak yakin bisa ke sana. Apalagi anak-anak masih kecil kayak gini? Pasti gak akan mungkin, pikir Chi saat itu. Makanya Chi gak tanya-tanya ke K'Aie, dimana lokasi foto-foto itu.

Juli 2013...

Chi : "Kita mau kemana aja, sih?"

K'Aie lalu menyebutkan beberapa tempat yang kemungkinan akan kami kunjungi.

Chi     : "Goa Jomblang? Dimana, tuh?"
K'Aie : "Cari aja di google." *hmmmm simple banget jawabannya

Menuju Jomblang

Lanjutin lagi cerita jalan-jalan setengah nekatnya :)

Kelaperan lagi.... Kelaperan lagi.... Kembali kami rasakan ketika menuju Jomblang. Mirip kayak perjalanan menuju Bromo. Sama-sama lewat jalur alternatif dan kelaperan :D Oiya, kami check out dari hotel Tugu Lestari, Blitar pukul 11 siang.

Bedanya di perjalanan menuju Bromo, kami melewati jalur alternatif utara, karena mengikuti petunjuk GPS. Sedangkan yang menuju Jomblang, kami mengikuti saran pegawai tempat kami menginap di Jomblang nanti. Bedanya lagi, jalur alternatif selatan jalannya lebih enak. Lebih sejuk, jalanannya besar dan mulus. Bebas macet, tapi tetep aja gak ada rumah makan. Sepanjang jalan lebih didominasi sama bukit-bukit :D

Hanya di sini kami berhenti agak lama. Hampir 1 jam karena ada pelebaran jalan (pengerukan dinding bukit). Pas bisa melintas juga ngeri banget karena sempitnya jalan dan licin pula. Semenatra di bawahnya sungai besar. Takut tergelincir. Hiii...

Nai lagi ngebujukin Angel, boneka teddynya yang udah mulai mutung karena laper kayaknya :r
Di sebelah kiri mobil, ada sungai besar. Udaranya juga sejuk banget. Sayang hujan mulai turun lagi. Jadi kami lebih banyak di dalam mobil. Padahal kalau gak hujan, jalan-jalan di sekitar sana, sambil nunggu jalan dibuka lagi kayaknya enak.

Rabu, 27 November 2013

Kualitas Tidur Keke dan Nai

Di postingan sebelumnya tentang Kualitas Tidur dan Kecerdasan Anak, dijelaskan kalau anak sebaiknya tidur cepat (sekitar pukul 7) supaya besok pagi mereka bangun dengan segar. Anak yang bangun dengan segar, kecerdasannya pun meningkat. Chi setuju dengan pendapat itu, tapi Keke dan Nai sebetulnya pernah ada masa dimana kalau belum pukul 1 atau 2 tengah malam belum tidur, lho. Lalu bagaimana dengan kecerdasan mereka?

Yang namanya membentuk pola tidur anak memang gak bisa sekali jadi, ya. Perasaan, sih, Chi udah selalu menerapkan disiplin sedini mungkin tapi tetep aja ada masa-masanya penuh cobaan hehe. Yuk, simak masa-masa di bawah ini...

Selasa, 26 November 2013

Kualitas Tidur dan Kecerdasan Anak

Apakah kualitas tidur seorang anak bisa mempengaruhi kecerdasan mereka? Berikut Chi dapet dari salah satu tayangan Jo Frost.

Di episode tersebut, dikumpulkan beberapa anak usia 9-11 tahun untuk dilakukan test oleh ahli mata. Selama 1 minggu penuh mereka dibolehkan untuk tidur larut malam, asal jangan lebih dari pukul 11 malam. Untuk membuat mereka tetap terjaga, kamar mereka diberi segala fasilitas seperti tv, konsol game, dan lainnya. Tapi mereka tetap harus bangun pagi-pagi.

Senin, 25 November 2013

Sirkus Waterplay - Bermain Air Saat Hujan Pun Tetep Asyik!

Yang namanya tempat bermain anak memang harus didatengin :D Silakan lihat label review atau jalan-jalan di blog ini, ada beberapa tempat bermain yang pernah kami datengi. Ya, walopun gak banyak-banyak amat. Tapi kami memang suka tempat bermain. Bikin Keke dan Nai seneng :)

Dunia anak adalah dunia bermain, Chi rasa semua orang udah tau itu, ya. Apalagi yang namanya main air. Semua anak-anak kayaknya suka main air. Begitu juga Keke dan Nai. Tapi kalau musim hujan biasanya orang tua suka agak khawatir ngasih anak-anak main air apalgi berenang. Biasanya alasannya itu takut sakit. Kalau Chi sebetulnya gak masalah anak-anak main air saat hujan. Kalau perlu mandi hujan sekalian selama tubuh mereka sehat dan gak ada petir yang cetar membahana saat hujan.

Kalau tempat bermain yang semua areanya itu air trus indoor pula (jadi orang tua gak perlu khawatir anaknya bakal kehujanan atau kepanasan), kira-kira ada gak, ya? Ada, dong! Namanya Sirkus Waterplay.

Kamis, 21 November 2013

Sang Fajar Suite

Di postingan Semalam di Blitar, Chi cerita kalau kamar tempat kami menginap ada di bagian belakang. Di area depan dekat pintu masuk adalah resto dan juga front office. Lalu ada satu bangunan kayak rumah gitu yang terlihat  cantik. Waktu itu Chi mikirnya, bangunan itu adalah sebuah ruang pertemuan atau sejenisnya.

Foto milik Hotel Tugu. Chi gak sempet fotoin bangunan ini pas malam hari

Selasa, 19 November 2013

Semalam Di Blitar

Chi     : "Rencananya malam ini kita nginep di mana, yah?"
K'Aie : "Rencananya di Malang. Atau Bunda pengen lewat Surabaya kayak kemaren?"
Chi     : "Kemaren, kita gak lewat Malang, ya? Chi terserah aja, deh."

Setelah bebersih, beres-beres, kami pun check out (sekitar pukul 12 siang). Hampir sepanjang jalan Chi dan anak-anak tidur. Kecapean hehehe. Bangun-bangun udah mau masuk kota Malang.

K'Aie : "Bun, tolong liatin di Tab. Alamat Klub Bunga dimana, ya? Aie lupa lagi."

Sambil browsing, kami pun cari makan sore. Udah kangen sama nasi. Dari kemaren belom ketemu nasi. Kasian yeeeeee :p Setelah diskusi sejenak, kami putusin gak jadi menginap di Malang. Masih pukul 3 sore di Malang, kami mau ngapain? Mana perjalanan masih panjang. Mending setelah makan, lanjut ke kota berikutnya. Kalau lihat Tab, perkiraan kami malam hari akan ada di Blitar. Jadi cari penginapan di Blitar aja.

Senin, 18 November 2013

Apakah Keke dan Nai Termasuk Picky Eater?

Masih ngomongin tentang picky eater, nih. Sekarang pertanyaannya adalah, apakah Keke-Nai termasuk anak yang picky eater? Kalau menurut Chi, sih enggak. Tapi, ada kalanya untuk beberapa waktu mereka suka memilih-milih makanan.

Contohnya sekarang ini, Keke lagi suka makan ayam goreng tepung. Setiap hari maunya disediain ayam goreng tepung. Kalau gak dibikinin, suka ada sedikit manyun. Walopun tetep aja dia makan makanan yang udah disediain, sih :) Trus, Nai juga pernah ada masanya susah disuruh makan daging. Alasannya, takut gemuk (gak tau juga dia dapat pemahaman seperti itu dari mana. Tiap ditanya, Nai cuma nyengir).

Langkah yang Chi ambil ketika Keke-Nai mulai pterlalu pilih-pilih makanan udah Chi tulis lengkap di postingan Gerakan Tutup Mulut Tips Jo Frost di postingan Chi yang berjudul Mengatasi Picky Eater juga Chi lakukan. Dan, alhamdulillah tips-tips di 2 postingan itu terbukti berhasil untuk Keke-Nai.

Sabtu, 16 November 2013

Mengatasi si Picky Eater

Tips parenting dari tayangan Jo Frost lagi, nih. Kali ini tentang picky eater alias anak yang terlalu milih-milih makanan.

Sebelumnya, Chi juga pernah nulis postingan yang berjudul "Gerakan Tutup Mulut". Postingan yang berisi tip untuk mengatasi anak yang sedang susah makan alias melakukan gerakan tutup mulut. Tulisan itu juga Chi ikutin lomba yang diadakan oleh penerbit byPass. Alhamdulillah waktu itu dapet juara 1.

Oke, balik ke cerita picky eater. Dalam tayangan itu, ada anak laki-laki (kalau gak salah usia 4 tahun) yang sukanya makan itu-itu aja. Untuk makanan utama, dia hanya mau makan roti dengan mentega setiap harinya. Udah pasti selera makannnya yang seperti itu bikin orang tuanya stress.

Kamis, 14 November 2013

Dewasa Sebelum Waktunya

Ceritanya lagi seneng banget nonton acara Jo Frost : Extreme Parental Guide, nih. Seminggu yang lalu, salah satunya adalah tentang anak yang dewasa sebelum waktunya.

Jadi, ada anak berumur 13 tahun yang seneng banget berdandan dewasa. Seneng dandan, pakai-pakaian ala orang dewasa yang serba terbuka dan minim. Bahkan dia pun cukup sering pergi ke klub-klub malam.

Jo Frost lalu bertanya ke anak tersebut tentang sikapnya yang dewasa sebelum waktunya. Menurut si anak, dia seneng menjadi dewasa karena dunia orang dewasa itu asik. Gak seperti dunia anak seumurannya. Bahkan berbicara dengan orang dewasa pun lebih mengasyikkan.

Rabu, 13 November 2013

Kemegahan Semeru Dari Ranu Pane

Ranu Pane

Mas Yanto : “Semeru, Mas? Waduh! Jauh itu. Nambah, ya?”

Kemudian terjadi tawar menawar. Mas Yanto meminta IDR1,2juta, sementara K’Aie menawar IDR1juta. Sambil menunggu kesepakatan, Chi memilih menikmati keindahan Savana dari balik kaca Jeep. Mau keluar males, udara mulai panas. Baju yang Chi pake baru berasa tebel :D

Akhirnya terjadi kesepakatan di angka 1,1 (ini total keselurah pembayaran, ya. Bukan harga untuk lanjut ke Bromo). Ngomong-ngomong tentang harga Jeep memang lumayan berasa hehehe. Kalau baca info lewat google, harganya lebih rendah dari yang kami bayar saat itu. Tapi waktu kami liburan itu, BBM baru aja naik. Bisa jadi harga sewa Jeep pun ikut naik atau mungkin kami yang kurang 'kenceng' nawarnya.Gak apa-apa lah, selama perjalanannya asik trus supir Jeepnya juga baik :)

Bawa kendaraan sendiri tidak disarankan oleh perkumpulan Jeep di sana. Alasannya medannya lumayan berat. Itu pun harus mobil 4WD. Tapi kalau ada yang tetap ngotot ingin bawa kendaraan sendiri, silakan aja. Cuma kalau sampe terjadi sesuatu, perkumpulan Jeep males ngebantuin karena sebelumnya kan udah dikasih peringatan. Salah sendiri gak nurut.

Selasa, 12 November 2013

Polisi Tidur

Ceritanya, Keke-Nai lagi ngajak ngobrol sepupunya, Fabian (umur 3th).

Keke : "Bian, kalau udah gede mau jadi apa?"
Bian : "Jadi polisi."
Keke : "Polisi apa?"
Bian : "Polisi yang baik ajah."
Nai   : "Jangan jadi polisi yang baik, Bian. Jadi polisi tidur aja lebih enak. Kalau jadi polisi tidur setiap hari dipijitin."

Penyesatan ala Nai hahahaha. Maksudnya dipijetin sama ban-ban kendaraan, ya :p

post signature

Senin, 11 November 2013

Siapa Yang Kaya?

Percakapan BB

Kejadiannya pas Idul Adha lalu. Di group BB, beberapa teman Keke lagi bercerita binatang kurbannya. Ada yang kambing, ada yang sapi.Kemudian salah satu teman Keke (kita sebut aja Doni), ikutan cerita tentang hewan kurbannya yang disahutin dengan temannya yang lain (anggap aja namanya Tita :D).

Doni : "Aku kurban 1 sapi, 4 kambing."
Tita  : "Kamu kan orang kaya, Don. Pantes aja kurbannya banyak."
Doni : "Aku bukan orang kaya. Aku cuma orang biasa. Yang kaya itu papaku. Dia orang kaya nomer 4 setelah Obama, SBY, dan artis-artis Hollywood."
Tita   : "Yeeeee, ayahmu kan keluargamu juga, Don!"

Chi ngakak baca chat temen-temen Keke itu. Kalau Keke seperti biasa udah ke pulau kapuk. Karena obrolan di BB biasanya mulai rame pukul 8 malam, sementara Keke jam segitu udah nyenyak :D

Shopaholic

Beberapa bulan lalu, Chi datang ke acara bincang-bincang tentang shopaholic. Salah satu narasumbernya tentu aja seorang shopaholic yang mengaku sekali belanja bisa menghabiskan jutaan rupiah. Ketika host di acara tersebut bertanya apakah ada yang protes dengan hobi belanjanya? Narasumber tersebut bilang yang selalu protes cuma ayahnya aja *ya iyalaaaaaaahhhh, kan bapaknya yang ngeluarin duiittt

Sementara narasumber lain yang seorang pengusaha muda bercerita, walaupun ayahnya seorang pengusaha tapi bukan berarti mudah mendapatkan ini-itu. Ayahnya mendidik dengan keras untuk hal keuangan, tapi hasilnya bisa dirasakan sekarang bagaimana narasumber tersebut jadi menghargai uang.

Jumat, 08 November 2013

Sehari Tanpa Gadget: Gak Masalah, Tuh!

Sehari tanpa gadget? Gak masalah, tuh!

Halah! Chi ini kayaknya labil banget, ya. Sebelumnya posting, gak mau kalau sampe kiamat internet terjadi. Tapi sekarang posting kalau sehari tanpa gadget gak masalah. :p Ya, kalau buat Chi itu beda. Beda dari segi waktunya :)

Chi bukan orang yang terlalu tergantung sama gadget (dalam hal ini alat komunikasi). Walaupun diakui juga waktu FB sempet down beberapa waktu lalu, Chi sempet kelimpungan hahaha. Sebetulnya yang bikin Chi kelimpungan bukan karena gak bisa 'nongkrong' di FB. Tapi ada kerjaan yang harus Chi email saat itu juga. Masalahnya alamat email dan kontak orang tersebut ada di akun FB dan Chi gak punya no telponnya. Jadilah Chi kelimpungan, untung FB down nya cuma beberapa jam aja *lap keringet :O

Rabu, 06 November 2013

Kiamat Internet? Aaaahhh Tidaaakk!!

Buat saya sekarang ini ada 2 hal yang tidak boleh mati, yaitu mati listri sama mati koneksi internet :D

Beberapa minggu lalu, sekitar 2 mingguan koneksi internet saya mengalami masalah. Lemot dan beberapa web tidak terbuka sempurna. Salah satu yang kena adalah blogspot. Saya gak bisa buka blogger.com. Jadi kalau mau bikin postingan harus buka akun gmail, trus buka blog, baru klik new post. Lebih ribet, lah.

Ditambah lagi, kotak komennya gak langsung terbuka. Untuk buka 1 kotak aja, butuh 15 menit. Dalam 1 postingan saya harus membalas beberapa komen belum lagi kalau blogwalking. Kalau 1 komen aja sekitar 15 menitan, berapa lama waktu yang harus saya habiskan untuk komen-komen? Blogwalking tapi cuma jadi silent reader kayaknya bukan saya banget hehehe.

Udah clear catche, ganti browser tetep gak bisa. Setelah tanya sana-sini, saya pun berkesimpulan yang bermasalah adalah koneksi internetnya. Dan memang benar, setelah teknisi datang ke rumah, koneksi internet jadi lancar jaya lagi.

Minggu, 03 November 2013

Bromo yang Menakjubkan

Alarm dari hp berbunyi pukul 2 pagi. Huaaaa masih ngantuuuukkk. Chi memilih gak langsung bangun. Ngantuk berat dan rasanya nikmat banget tidur dengan selimut tebal.

Pukul 02.30, ada yang ngetuk pintu kamar yang ternyata mas Yanto, minta kami untuk bersiap-siap. Kami pun langsung bersiap. Gak susah ngebangunin Keke, termasuk memintanya untuk memakai beberapa lapis baju. Keke cuma gak mau pakai celana panjang lebih dari situ. Selebihnya dia semangat sekali. Justru Nai yang kembali ngelanjutin nangisnya ketika dibangunin.

Karena nangisnya gak berhenti juga walaupun udah dibujukin, Chi lalu nawarin Nai untuk gak usah ikut alias di kamar aja. Tentu aja ditemenin sama Chi. Yang pergi biar K'Aie dan Keke. Tapi Nai menolak, dia tetep minta ikut. Ya, udah dibolehin syaratnya brenti nangis dan Nai bilang iya.

Pukul 3 pagi kami pun berangkat. Kirain masih sepi ternyata udah banyak jeep yang jalan. Yang Chi inget, kami sempet melewati area yang sangat luas. Chi gak tau daerah mana, karena masih gelap mata juga kriyep-kriyep karena ngantuk. Yang terlihat cuma langit yang terang karena bulan dan jutaan bintang, juga banyaknya lampu jeep yang berjalan konvoi.

Jumat, 01 November 2013

Lava View Lodge - Bromo

Kilas balik sebelum berangkat, ya

Chi : "Nanti kita nginep di mana aja, yah?"

K'Aie lalu menyebutkan sejumlah kota yang bakal jadi tempat kami menginap.

Chi     : "Udah booking penginapannya?"
K'Aie : "Belum."
Chi     : "Lah! Gimana, sih? Kalau gak dapet gimana? Musim liburan, lho!"
K'Aie : "Gampang, lah. Penginapan banyak."

Begitulah perbedaan kami. K'Aie santai sementara Chi pengennya lebih terperinci kalau mau jalan-jalan jauh. Setelah ngobrol berkali-kali, akhirnya K'Aie bilang kalau cuma bakal booking penginapan di Bromo. Bikin Chi ketar-ketir, walaupun akhirnya mengakui kalau bener juga keputusan K'Aie. Karena seperti kejadian di hari pertama aja rencanannya mau nginep di Demak tapi malah jadinya di Semarang. Kalau udah booking bakal berabe urusannya.

Selasa, 29 Oktober 2013

Perjalanan Menuju Bromo

K'Aie : "Jadi ke masjid Demak, gak?"
Chi     : "Emang keburu?"
K'Aie : "Ya, paling lewat aja."
Chi     : "Terserah aja kalau emang keburu, sih."

Setelah ditimbang-timbang dengan melihat GPS juga, akhirnya kami memutuskan gak lewat Demak. Tapi lewat Purwodadi aja. Keliatannya jarak tempuhnya lebih pendek. Lagipula kami khawatir kayak perjalanan di hari pertama. Banyak buka-tutup, dan truk-truk besar yang bikin lambat.

Setelah kena macet dan sedikit salah jalan di Semarang, kami pun mulai menemui jalan lancar. Sayangnya cuma sementara.... Keliatannya kami salah pilih rute.

Jumat, 25 Oktober 2013

Mereka Berhak Punya Masa Depan

Gak ada foto = hoax

Entah udah keberapa kali Chi baca kalimat itu di dunia maya (blog atau media sosial). Kebanyakan, sih, cuma becandaan. Tapi apa iya kalau gak ada foto itu sama dengan hoax?

Jadi orang tua itu memang gak ada sekolahnya, makanya keberadaan beragam komunitas, fanpage, dan banyak info tentang parenting di dunia maya buat Chi itu seperti ilmu gratisan yang bermanfaat buat panduan. Walopun gak semua saran, plek ketiplek diikuti, setidaknya bisa buat bahan pertimbangan, lah. Dan biasanya Chi cuma jadi silent reader.

Ada salah satu fanpage tentang parenting yang Chi ikuti. Dikelola oleh salah satu pakar parenting yang kelihatannya sedang tenar saat ini. Bahkan Chi sempat berencana datang ke seminarnya. Isi status di fanpagenya banyak juga tentang sikap kontra terhadap sistem kurikulum pendidikan di Indonesia, termasuk sering menyalahkan pemerintah. Pendidikan di Indonesia di anggap membuat pendidikan moral para siswa menjadi rendah

Rabu, 23 Oktober 2013

Maklumin Aja

Lanjutan cerita perjalanannya ditunda dulu... :)

Minggu ini Keke-Nai baru mulai UTS. Kata banyak orang, kalau anak mau ujian yang stress itu ibunya, anaknya mah santaaaaiiii. Bisa jadi memang begitu, tapi yang udah-udah Chi juga gak deg-degan banget kalau anak-anak mau ujian (pernah Chi bikin tipsnya di postingan "UAS? (Gak) Deg-Degan Tuuuhhh...".

Senin, 21 Oktober 2013

Mencari Penginapan di Semarang, Susah-Susah Gampang

Seperti yang Chi ceritakan di postingan Gagal ke Masjid Demak, kami sampai di kota Semarang pukul 11 malam dan akhirnya mutusin untuk menginap di Semarang. Selama perjalanan liburan waktu itu memang tidak ada satupun penginapan yang kami booking, kecuali di Bromo. Sengaja memang, karena namanya jalan darat suka gak ketebak. Selain itu kami memang pengen jalan santai walaupun ada rencana perjalanan.

Dan kejadian di hari pertama, rencana mencari penginapan di Kudus malah akhirnya di Semarang. Untung aja gak pake booking hotel dulu. Pokoknya kalau udah malam hari dimanapun kami berada, berarti di situlah kami cari penginapan.

Kamis, 17 Oktober 2013

Ini Rahasianya Membentuk Anak Hebat!

Setiap orang tua biasanya senang kalau mendengar pujian seperti ini...

"Wah! Anaknya sehat terus, ya. Jarang sakit."
"Selamat, ya! Putranya berprestasi terus. Cerdas, deh."
"Umurnya baru 5 tahun? Tinggi, ya? Kayak anak SD."

Senang, ya, kalau dapat pujian seperti itu. Tapi biasanya kita juga pernah mendengar kalimat seperti ini...

"Anak saya itu gampang sakit. Persis seperti saya waktu kecil, sebentar-sebentar sering sakit. Jadi gak heran, deh."
"Pantes aja dia cerdas. Orang tuanya aja dokter, pasti anaknya cerdas."
"Gak heran kalau dia badannya tinggi, sekeluarga badannya tinggi semua. Jadi memang udah turunan."

Tapi ternyata, saya baru tau kalau faktor genetik tidak menjadi faktor yang mutlak menentukan tumbuh kembang anak karena faktor lingkungan juga memiliki pengaruh yang sangat besar. Jadi, untuk orang tua yang merasa gampang sakitan, merasa biasa-biasa aja kecerdasannya, dan postur tubuhnya juga biasa aja, jangan keburu pesimis karena ada caranya untuk menstimulasi itu semua, kok :)

Dan di bawah ini adalah rahasia membentuk anak hebat.

Minggu, 13 Oktober 2013

Gagal ke Masjid Demak

Lanjutan dari postingan liburan setengah nekat.

Rencana awalnya adalah kami berangkat Sabtu tanggal 22 Juli, tapi karena Chi ada undangan Blogger Gathering dan hari Minggu K'Aie ada reuni SMA, jadi keberangkatan ditunda 2 hari. Baru jalan hari Senin tanggal 24 Juli.

Rencananya juga pukul 07.00 pagi kami jalan dari rumah. Fleksibel, sih, liat kondisi jalan juga karena kalo pagi masih banyak kendaraan yang pergi ke kantor. Udah gitu K'Aie pasang semacam cctv dulu di kamar. Bukan curiga sama orang rumah, tapi tes aja. Siapa tau cctv bisa dipake saat rumah kosong. Agak lama pasangnya karena videonya sempet gak connect ke tab yang kami bawa.

Akhirnya pukul 10.00 kami baru berangkat dari rumah. Jalan tol masih agak padat sampe Karawang dan setelah itu baru lancar. Tapi setelah keluar tol Cikampek lumayan macet rada lama. Jalannya gak terlalu besar, banyak angkot plus lewat pasar pula. Setelah melewati jalan layang (dekat pasar) baru jalan mulai lancar.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Liburan Setengah Nekat

Hadeuuuhh, liburan sekolahnya udah selesai lama, ternyata postingan ini masih nyangkut aja di draft hihihi. Oke, mari kita publish!

Kalo beberapa waktu lalu, Chi pernah cerita tentang pengalaman jalan-jalan nekat, kali ini tentang rencana liburan setengah nekat. Dibilang setengah, karena lumayan ada persiapan, gak terlalu grabak-grubuk. Lagian anak-anak juga udah libur. Dibilang nekat karena ini bener-bener liburan kejutan yang gak Chi dan anak-anak sangka sama sekali.

Gak nyangka karena tahun ini kan Nai udah SD, jadi untuk pertama kalinya bayar uang tahunan double dengan jumlah yang lumayan, lah. Trus kayaknya semester genap ini pengeluaran lebih banyak aja. Belom lagi sebentar lagi puasa dan lebaran. Eh BBM naik pula, jadi emang gak berharap apa-apa juga, sih.

Seminggu sebelum UKK, K'Aie tiba-tiba nanya, "Sebentar lagi liburan. Mau ke mana, nih? Enaknya sebelum puasa atau setelah lebaran, ya, kalo mau jalan-jalan?" Buat Chi ini pertanyaan yang gak biasa. Karena biasanya Chi dan anak-anak yang minta jalan-jalan. Kalopun K'Aie ada rencana, biasanya langsung ngajak ke suatu tempat. Kalo pada setuju ya pergi, begitu juga sebaliknya.

Kamis, 10 Oktober 2013

Bayar Hutang

Akhir-akhir ini koneksi internet di rumah sepertinya gak bersahabat banget sama kotak komen blogspot. Susah banget komen di blog yang berplatform blogspot. Termasuk di blog sendiri. Makanya komen-komen yang masuk di beberapa postingan belum Chi bales. Kalau blogwalking pun sekarang jadi silent reader dulu, karena gak bisa komen. Semoga bisa cepet baikan lagi, biar bisa 'bayar hutang' komen ke temen-temen blogger. Herannya cuma kotak komen blogspot aja yang gak bisa, yang lainnya lancaaaarrr...

Kamis, 03 Oktober 2013

Keke Sang Pemimpin

"Bunda, tadi di sekolah Pak guru tanya arti nama Keke itu apa?"

Keola Sakima adalah nama lengkap Keke. Keola berarti kehidupan, Sakima berarti raja. Kehidupan Raja atau Raja Kehidupan? Sebagai orang tua, saya dan suami, mengartikan nama lengkap Keke adalah pemimpin (raja) dalam kehidupan. Kami berharap Keke bisa menjadi seorang pemimpin.

Menjadi seorang pemimpin bukan berarti Keke harus menjadi presiden, jenderal, boss sebuah perusahaan, atau lainnya. Apapun pekerjaan yang akan Keke pilih nanti, selama itu baik, biarlah Keke bebas memilih. Pemimpin yang kami maksud adalah Keke harus mempunyai jiwa seorang pemimpin.

Diawali dari mampu memimpin dirinya sendiri. Apalagi Keke juga seorang laki-laki, kelak dia juga akan jadi pemimpin bagi keluarga. Dan seseorang yang mempunyai biasanya tidak akan mudah terombang-ambing begitu saja ke segala arus yang kadang gak jelas.

Senin, 30 September 2013

Pasar Malam

Ketika beberapa teman blogger sedang aktif melakukan gerakan penyelamatan gumuk (Save Gumuk), Chi jadi teringat dengan pasar malam. Sekarang setiap kali lewat pasar malam dimanapun suka ada rasa sedih dan sedikit marah.

Dulu, di deket komplek perumahan tempat Chi tinggal, tepatnya di depan kelurahan dan di samping kiri-kanan lapangan sepakbola ada 2 SD negeri, ada sebuah lapangan sepakbola. Kalo lagi melintas di depan lapangan sepakbola itu, Chi suka melihat ada aja orang-orang yang bermain di sana. Kalau siang, biasanya di pakai anak-anak SD itu bermain atau kegiatan sekolah, karena SD itu gak punya halaman bermain di sekolahnya. Jadi tempat bermain mereka kelihatannya di lapangan sepakbola itu walaupun itu artinya mereka harus ke luar dari halaman sekolah. Kalau sore biasanya banyak warga perkampungan sekitar yang bermain sepakbola.

Jumat, 27 September 2013

Blog Ini ...

"Bun, emangnya semua yang Ima omongin, semua yang Ima lakuin ditulis di blog Bunda, ya?"

Pertanyaan Nai, 2 hari yang lalu, berasa mak jleb buat Chi. Tapi sebelum Chi jelasin, mendingan lanjutin dialognya dulu.

Bunda : "Adek keberatan, ya?"
Nai     : "Keberatan itu apa, Bun?"
Bunda : "Hmmm ... apa, ya? Gak suka gitu, deh."
Nai     : Suka, kok."
Bunda : "Trus kenapa nanya kayak gitu."
Nai     : "Ya, nanya aja."

Selasa, 24 September 2013

Berantem

Salah satu kekhawatiran Chi ketika punya anak laki-laki adalah tentang berantem. Bullying (walopun yg namanya nge-bully gak selalu berantem, ya), tawuran, dan bentuk kekerasan lainnya bikin Chi suka deg-degan. Sebagai orang tua tentu aja Chi selalu mengingatkan dan berdo'a, tapi biar gimanapun kan kita gak 24 jam mengawasi anak-anak.

Pernah Chi ngobrol sama K'Aie dan beberapa teman, mereka umumnya bilang "Selama masih dalam batas wajar, berantem itu gak apa-apa. Namanya juga anak laki-laki.".Malah salah seorang sahabat pernah bilang yang dia lebih takutin ketika tau dikaruniai anak laki-laki adalah bukan berantem. Justru semakin banyaknya laki-laki yang terlihat 'melambai' terutama di televisi, membuat dia khawatir anak laki-lakinya akan seperti itu.

Bener juga, sih, apa kata sahabat Chi itu. Terlepas dari segala teori apakah laki-laki yang seperti itu karena gen atau pengaruh lingkungan, Chi juga sangat gak ingin Keke akan menjadi seperti itu. Naudzubillah min dzalik ...

Senin, 23 September 2013

Ya... Coba Keke...

Keke : "Bun, tadi Keke baca suratnya *** (nama dirahasiakan :p) dari sekolah untuk orang tuanya. Dia kepilih jadi salah satu pemain tim khusus. Ya... coba Keke dulu milih futsal, ya, Bun. Mungkin ..." *Keke gak melanjutkan lagi kalimatnya

Salah satu ekskul yang ada di sekolah Keke adalah futsal. Selama ini futsal selalu dilatih oleh guru olehraga, tapi mulai tahun ini ada yang berbeda. Kebetulan ada salah satu pemain sepakbola timnas yang anaknya sekolah di sana. Setelah berbincang-bincang dengan pihak sekolah, pemain timnas ini bersedia bekerja sama untuk membentuk tim futsal khusus. Tim futsal khusus adalah siswa-siswa pilihan yang kelihatannya menonjol kemampuannya ketika ikut ekskul futsal.

Minggu, 22 September 2013

Belanja Di Zalora

Pernah belanja di Zalora? Kalau belum pernah, mendingan baca tulisan ini dulu, deh, sebelum mutusin mau belanja di Zalora apa enggak.

Komplit

Zalora, sebagai fashion online store, benar-benar menawarikan produk yang komplit untuk fashion wanita dan pria. Sepatu, pakaian, tas, aksesoris, busana muslim, sports, dan beauty? Semua ada! Atau sukanya dengan barang-barang dari merk tertentu aja? Klik aja bagian 'Brand', bakalan banyak banget brand yang tersedia.



Kamis, 19 September 2013

Percakapan BB

Akhirnya kami punya BB, yeaaaayyy ...! *Berita gak penting. Emang ada yang nanya? :p

Awalnya kami punya BB karena K'Aie mulai jualan online (klik aja tulisan yang jualan online itu, ya. Kalau mau tau jualan apa. *promosi terselubung :p). Dan menurut saran beberapa temannya, sebaiknya kalau mau jualan (online atau enggak) punya BB. Pengguna BB di Indonesia itu banyak banget, jadi punya BB bisa membantu penjualan. Bener atau enggak, kita gak bakal tau kalau gak membuktikan sendiri, kan? Akhirnya kami pun beli BB. Sejauh ini, sih, pembelinya kebanyakan ordernya lewat sms atau whatsapp

Karena emang cuma dipake untuk jualan, jadi kami pun gak ikut group-group apapun. Males, nanti bunyi terus. Berisik, ah :D Dikatakan BB kami karena memang jadinya BB bersama. Sesekali Chi pake buat bikin status di FB atau twitter hehe. Tapi kalau ada yang tanya Pin BB suka gak Chi kasih. Selain gak tau, juga karena tujuan awal BB kan untuk jualan aja. Lupa, kapan tepatnya, Keke pun mulai pake BB itu. Dan mulai, deh, BBnya berisik ... tang ting tung tiap hari, karena Keke ikut group sama beberapa teman seangkatannya di sekolah.

Senin, 16 September 2013

Kurikulum 2013, Siapkah Kita?

Hayoo ... Siapa yang selama ini setuju bahkan protes kalao pendidikan di Indonesia itu lebih ke nilai-nilai akademis, sementara karakter diabaikan? Seandainya sekarang kurikulumnya adalah pendidikan karakter yang diutamakan, apa kita akan langsung senang? Kalau Chi, sih, senang, tapi ternyata ada pertanyaan lanjutan ... Kurikulum 2013, Siapkah Kita? *nanya ke diri sendiri

Minggu, 15 September 2013

Kangen

Cuma lagi kangen aja ... Gak tau mau nulis apa :)

K'Aie, Keke, dan Nai. Sebagai tukang foto Chi gak ada :D

post signature

Jumat, 13 September 2013

Darah Muda

Darah muda darahnya para remaja 
Yang selalu merasa gagah 
Tak pernah mau mengalah 

Masa muda masa yang berapi-api 
Yang maunya menang sendiri 
Walau salah tak perduli 
Darah muda

Biasanya para remaja 
Berpikirnya sekali saja 
Tanpa menghiraukan akibatnya 
Wahai kawan para remaja 
Waspadalah dalam melangkah 
Agar tidak menyesal akhirnya 

Kamis, 12 September 2013

Ibu Bekerja vs Ibu Rumah Tangga Menurut Anak

Pernah liat debat Ibu Bekerja vs Ibu Rumah Tangga, mana lebih baik? Dari zaman dinosaurus dulu perdebatan ini udah ada hingga sekarang. Perdebatan yang gak ada ujung pangkal malah berantem kemana-mana. Hadeuuuhh ....

Chi juga sering baca atau dengar curhatan ibu bekerja yang berat hati meninggalkan anak untuk bekerja. Hati rasanya pengen bisa terus nemenin anak, tapi dengan alasan masing-masing menuntut mereka untuk tetap memilih bekerja. Apalagi kalau melihat anaknya udah gak mau ditinggal, biasanya para ibu semakin berat.

Bukan sekedar basa-basi kalau Chi bilang anak-anak sebenernya bisa ngerti, kok. Karena mamah Chi, kan, juga kerja. Berangkat sebelum matahari terbit, sampe ke rumah matahari udah lama tertidur. Maklum, deh, rumah di Bekasi trus kerja di Jakarta, bikin tua di jalan. Otomatis anak-anak bisa banyak ketemu orang tua hanya saat wiken. Tapi kami sebagai anak-anak mengerti, kok :)

Chi sendiri yang sekarang memilih jadi ibu rumah tangga, bersyukur karena punya waktu yang banyak untuk anak-anak. Syukur-syukur juga kualitasnya bagus.

Kalau diperhatiin, semua yang ribut dan yang galau adalah emak-emaknya. Pernah gak terpikir bagaimana menurut anak dari sudut pandangnya? Chi awalnya gak kepikiran tapi akhirnya sempet juga mengalami galau, kayak ibu-ibu yang bekerja. Gara-gara pertanyaan Keke, nih ...

"Kenapa Bunda gak kerja kayak mamah temen-temen Keke? Bunda kerja, dong!"

Selasa, 10 September 2013

Ini Hak Aku! Jadi ...

Waktu lebaran yang lalu, salah seorang yang udah Chi kenal dengan baik bercerita kalau putrinya yang masuk usia remaja (kelas 2 SMP), sekarang kalau dinasehati suka membantah. Tiap kali dinasehati selalu bilang, "Ini hak aku! Jadi terserah aku, dong!"

Chi bilang, "Setiap orang termasuk anak memang punya hak, tapi coba tanya balik ... kewajibannya udah dijalanin belum? Kadang kita suka semangat menuntut hak tapi lupa sama kewajiban."

Sama sekali Chi gak ada maksud untuk menggurui atau sok tau, apalagi Keke-Nai juga belum SMP, jadi Chi belum hapal lika-liku anak SMP #tsaaaahhhh :p. Tapi kalau dipikir-pikir, Chi pun pernah mengalami kejadian yang mirip-mirip melalu protesnya Keke.

Minggu, 08 September 2013

Maunya Apa?

Keke   : "Bun, tahun depan Keke ulang taun yang ke-10, ya? Keke gak mau, ah."
Bunda : "Kenapa emangnya?"
Keke   : "Banyak tempat bermain buat anak-anak yang maksimalnya umur 10 tahun. Berarti tahun depan kalau udah ulang tahun Keke gak boleh main di tempat anak lagi."

"Ooohh, ternyata Keke masih pengen dianggap anak-anak," pikir Chi saat itu.

Keke    : "Tapi Keke pengen langsung ulang tahun yang ke-12 aja."
Bunda  : "Kok, gitu?"
Keke    : "Karena Keke mau main perosotan yang di Fx. Kan, minimal umurnya 12 tahun."

Jadi, Keke maunya apa? Gak pengen lepas masa anak-anak atau justru pengen cepet gede? :p Yang jelas persamaannya adalah berapapun umurnya, dia masih pengen bermain. Ya, namanya juga pemikiran anak-anak :D

post signature

Jumat, 06 September 2013

Gendongan Bayi

Ada satu hal yang Chi gak pernah bisa lakukan ketika mengasuh Keke dan Nai, yaitu menggendong mereka dengan gendongan bayi! Mau itu gendongan bayi ala tradisional dengan menggunakan kain panjang, atau gendongan bayi modern dengan segala macam modelnya.

Chi sendiri juga gak tau, kenapa gak pernah nyaman menggendong mereka menggunakan gendongan bayi. Padahal kan katanya gendongan bayi itu membantu kita supaya gak terlalu pegel kalau lagi gendong.

Selasa, 03 September 2013

Jangan Kayak Gitu, Ya, Nak!

Beli sepatu sekolah menjelang tahun ajaran dimulai memang masih menjadikegiatan tahunan kami. Bukan karena tahun ajarannya, tapi memang sepatu mereka yang mulai sempit. Penyebabnya karena kami kalau beli sepatu memang selalu cari size yang pas dengan kaki. Kami gak suka beliin sepatu anak dengan 1 nomor lebih besar apalagi lebih supaya kepakenya lebih lama. Buat kami pake sepatu kebesaran sama gak nikmatnya kayak pake sepatu kekecilan. Tapi karena selalu beli dengan nomor yang pas, jadinya tiap tahun masih harus beli sepatu.

Cari sepatu itu gak gampang. Seringkali kami harus beberapa kali datang ke mall baru nemuin sepatu yang sreg. Beberapa hari sebelum bulan Ramadan, Chi sekeluarga pergi ke Pondok Indah Mall (PIM) untuk cari sepatu sekolah buat Keke-Nai. Lagi duduk-duduk di area sepatu, datenglah seorang bapak sambil menggendong anak laki-laki. Perkiraan Chi, anaknya ini berumur 2-3 tahun. Disamping bapak tersebut ada seorang bapak lagi yang terlihat lebih tua, mungkin itu kakeknya.

Kamis, 29 Agustus 2013

Aku Bisa Merapikan Mainanku Sendiri

Karena Keke & Nai sudah mahir membuka youtube, seringkali mereka berdua asik membuka youtube dan nonton berdua. Paling Chi ngawasin aja jangan sampe mereka nonton yang terlalu aneh walopun ada beberapa kata kunci yang sudah di block sama K'Aie untuk memperkecil kemungkinan melihat yang aneh tapi waspada mah teteuuupp ya :)

Rabu, 28 Agustus 2013

Rezeki dari KEB untuk Keke

Katanya yang namanya pintu rezeki itu kan bisa datang dari mana aja. Bahkan KEB, sebuah komunitas blogger bagi perempuan juga bisa memberikan rezeki bagi Keke yang seorang anak laki-laki. Kok, bisa? Ceritanya gini ... kejadiannya beberapa bulan lalu. Chi lagi ngobrol-ngobrol sama K'Aie.

Chi    : "Yah, tadi di tempat kursus menggambar, Bunda ngobrol sama seorang ibu, ya, dia orang tua murid di sekolah anak-anak juga, sih. Cuma anaknya udah kelas 5 sekarang. Katanya kalo udah kelas 4 mulai bawa laptop ke sekolah, lho."
K'Aie : "Emang ada peraturan dari sekolah supaya bawa laptop?"
Chi     : "Ya, enggak, sih. Cuma katanya mulai kelas 4 itu, anak bakal lumayan sering dapat tugas bikin makalah buat dipresentasiin di depan kelas. Biasanya mereka suka bawa laptop, ya, mungkin daripada harus ngeprint kali. Trus kan katanya di kelas 4 itu ada juga guru yang kalo kasih tugas gak mau dikumpulin pake kertas. Jadi kirim ke email gurunya"
K'Aie : "Berarti semuanya pada bawa laptop?"
Chi     : "Enggak juga, sih. Yang gak bawa biasanya bawa flash disk. Trus pinjem laptop temennya kayaknya."
K'Aie : "Ya, udah pinjem aja kalo gitu."
Chi     : "Ah, males. Kita, kan, gak tau anak-anak itu make laptop gimana. Nanti kalo laptop temennya rusak, anak kita ikut disalahin padahal bisa jadi yang minjem gak cuma anak kita."
K'Aie : "Kalo gitu pake laptop Bunda aja."
Chi     : "Bawa ke sekolah? Gak boleeeeh ...!"

Senin, 26 Agustus 2013

Bahasa Inggris Masih Ada!

Selain tentang kurikulum 2013, obrolan lainnya beberapa bulan lalu yang sempat menuai pro dan kontra adalah tentang dihapusnya mata pelajaran bahasa Inggris untuk SD. Lagi-lagi, Chi memilih untuk melihat saja. Mengikuti pro-kontra, seringkali lebih heboh pro-kontranya daripada beritanya itu sendiri :p

Melihat bukan berarti pasrah. Chi pun punya rencana seandainya bahasa Inggris memang dihapus. Beberapa rencana alternatif yang bisa dipilih adalah :
  1. Tetep mengkursuskan Keke-Nai di tempat kursus mereka yang selama ini udah mereka jalanin
  2. Santai aja, waktu zaman Chi bahasa Inggris juga baru dikenalkan saat SMP. Buktinya tetep aja ada orang yang mahir berbahasa Inggris, kan? :)
  3. Belajar bahasa bisa dengan cara apa aja. Di postingan "Speech Delay", Chi pernah bercerita tentang adik kandung Chi yang udah beberapa tahun ini tinggal di US hingga sekarang. Fasih berbahasa Inggris justru karena dia belajar dari film-film Hollywood. Film-film tersebut gak hanya sekedar ditonton tapi juga dipelajari hingga ke aksennya.

Kamis, 22 Agustus 2013

Plus Minus Kurikulum 2013

Kurikulum pendidikan di Indonesia terlalu berpatokan pada nilai akademis bukan pada karakter?
Kurikulum di Indonesia terlalu berat?
Kurikulum di Indonesia gonta-ganti terus?
Bagaimana dengan kurikulum 2013? Chi akan menceritakan plus-minusnya :)

Ya ... ya ... dan ya .... Dan mungkin masih banyak 'ya' yang lainnya kalau bicara tentang kurikulum pendidikan di Indonesia. Tapi Chi pribadi lebih memilih mempersiapkan diri untuk selalu siap beradaptasi ketimbang hanya sekedar beropini setuju atau tidak apalagi sambil diiringi dengan mengeluh dan mengomel tapi tidak melakukan apapun.

Chi percaya di setiap zaman apapun bentuk kurikulumnya selalu aja ada orang-orang yang sukses bahkan dari kalangan yang di atas kertas tidak mampu dalam hal pendidikan. Entah itu tidak mampu secara finansial atau dianggap tidak mampu secara akademis. Tapi kenyataan selalu aja ada yang sukses dari kelompok tersebut, yang itu artinya mereka berusaha :)

Udah dari jauh-jauh hari, Chi mengetahui kalau kurikulum untuk tahun ajaran 2013/2014 ini akan diganti lagi. Chi memilih menunggu seperti apa bentuk kurikulum barunya itu. Karena kalau ikut beropini kadang berita yang ada juga simpang-siur.

Senin, 19 Agustus 2013

Bel Sekolah

Salah satu kenangan waktu Keke kelas 3 ...

Siang itu Chi lagi jemput Nai.. Tau-tau ada anak perempuan nyamperin Chi.. Chi gak tau namanya, jadi kita sebut aja Putri ya..

Rabu, 14 Agustus 2013

Tidak Ada THR Tahun Ini

Ini tahun kedua Keke bisa puasa full. Tahun ini dia batal 3 kali. 1 kali karena hari pertama sekolah dan dia gak kuat, yang 2 kali karena sakit.

Peningkatan yang terlihat dari tahun sebelumnya adalah udah gak ada tangisan lagi kalau dibangunkan saat sahur. Walaupun masih harus disuapin kalau sahur. Gak apa-apa, deh, setidaknya udah gak susah dibangunin.

Kalo Nai masih belum bisa full. Tapi di sekolah udah gak bawa makan-minum. Lumayan lah sekitar 4 jam dia gak makan-minum. Sahur belom bisa. Sebetulnya bisa, sih, dibangunin cuma abis itu dia gak mau tidur lagi. Giliran waktunya sekolah baru ngantuknya dateng dan susah dibangunin :D

Selasa, 06 Agustus 2013

Baju Lebaran Tahun Ini

Keke   : "Bunda, emang kenapa kita harus beli baju lebaran, sih?"
Bunda : "Ya, baju-baju kalian, kan, udah pada sempit."
Keke   : "Emang belinya harus pas puasa? Gak bisa kapan lagi gitu?"
Bunda : "Bisa aja, sih. Cuma Bunda pikir dipasin aja momennya. Jadi bukan berarti beli baju itu karena lebaran, ya. Cuma emang sengaja dipasin aja waktunya."

Chi menjelaskan seperti itu karena gak mau mereka berpikir lebaran memang harus segala sesuatu baru karena memang Chi cuma sengaja ngepasin momen aja. Kalau tahun-tahun sebelumnya, Chi selalu belanja 1 bulan sebelum Ramadan karena menghindari ramainya mall saat Ramadan, tahun ini Chi belanja saat puasa. Perkiraan Chi, sekarang Jakarta itu udah jadi kota mall. Masuk mall udah gak sesumpek dulu karena customernya terpecah. Dan memang bener, sih, pas belanja baju waktu itu Chi gak merasa terlalu rame suasananya/

Alhamdulillah rezekinya pun ada. Malah sebetulnya kami gak keluarin uang banyak tapi cuma 50 ribu rupiah saja untuk beberapa lembar baju karena Chi dapet voucher belanja sebagai salah satu pemenang lomba blog Sustagen. Alhamdulillah, bener-bener rezeki :)

Rabu, 31 Juli 2013

Sop Buntut Hotel Borobudur vs Buatan Bunda

Hari Selasa kemarin Keke dateng ke ulang tahun temen sekolahnya di Bogor Cafe - Hotel Borobudur. Karena lagi bulan puasa jadi acara baru dimulai setelah buka puasa.

Kami sendiri belum pernah makan di hotel Borobudur. Jadi sebelum berangkat, Chi browsing dulu untuk cari tau, menu andalan apa yang ada di Bogor Cafe. Ternyata menu andalannya adalah sop buntut. Bahkan kelezatan sop buntut udah sangat melegenda. Haiyaaaahhh! Berarti Chi kemana aja selama ini, ya :p

Tadinya, Chi mau ikut nganterin. Tapi pagi-pagi sebelum sekolah, salah satu orang tua murid ngusulin untuk nyewa mobil jemputan sekolah aja. Biar anak-anak pergi sendiri tanpa orang tua. Paling kita patungan aja bayar ke supirnya. Chi setuju, lagipula Keke pasti seneng banget jalan bareng semobil sama teman-temannya.

Sabtu, 27 Juli 2013

Nai Kalo Lagi Manja ke Keke

"Ima kapan sekolah bareng Keke?"

Waktu Nai masih TK dan Keke udah SD, Nai sering banget nanya seperti itu. Sekolah mereka memang berbeda. Jadi sempet pisah sekolah selama 2 tahun.

Setelah Nai masuk SD, dia seneng banget bisa satu sekolah lagi sama Aa'nya. Dia kadang suka main atau nungguin Keke di depan kelas. Bukan karena Nai gak punya temen, lho. Temennya juga banyak cuma kadang pengen sama Aa'nya juga.

Rabu, 24 Juli 2013

Peci Hitam

Bunda : "Ke, Bunda gak mau di kelas 4 ini bermasalah terus sama peci, ya. Kalo sampe terulang lagi, Bunda biarin aja, deh, Keke dihukum dulu sama sekolah sampe kapok."

Keke mengangguk ....

Jadi ceritanya, di kelas 3 lalu Keke itu sering banget kehilangan peci hitamnya. Peci hitam yang wajib dipakai kalau upacara setiap hari Senin dan sholat berjama'ah setiap hari. Sebetulnya gak bener-bener hilang, sih. Seringnya ketinggalan, tapi Keke suka dengan entengnya bilang hilang. Padahal kalo dia mau cari di gudang atau tanya ke wali kelas biasanya ada. Lagipula semua pecinya udah dikasih tanda. Dari mulai dinamain sampe dikasih tanda kain di dalamnya.

Sabtu, 20 Juli 2013

Ramadan di Indonesia itu Menyenangkan, Nak

Tahun lalu di postingan Keke dan Puasa, Chi menulis tentang tahapan-tahapan Keke mulai belajar menahan lapar dan haus mulai dari TK A hingga akhirnya dia bisa puasa full di kelas 3 SD.

Sebetulnya selain mengajak Keke-Nai untuk belajar menahan lapar dan haus, Chi juga berusaha mengajak mereka ngobrol kenapa harus berpuasa. Tujuannya supaya mereka gak cuma bisa menahan lapar dan haus aja nantinya tapi juga bisa menahan hawa nafsu, dan yang penting mereka mencintai Ramadan. Tentunya dengan bahasa yang sederhana, sesuai umur mereka.

Rabu, 17 Juli 2013

Mempunyai Rumah Semudah Berhitung 123

Akhir-akhir ini kalo lagi internetan, Nai lagi suka lihat foto-foto kamar untuk anak perempuan di Google. Tinggal masukin kalimat "Girl Bedroom", keluar deh banyak gambar kamar anak perempuan yang lucu-lucu.

"Bunda, Ima mau kamarnya dibikin kayak gini."

"Bundaaaa, ini bagus, deh ..."

Begitu Nai selalu bilang setiap kali ada foto kamar yang dia suka. Biasanya Chi jawab, "Iya, Nak. Insya Allah kalo ada rezeki, ya."

Sabtu, 13 Juli 2013

Mobile Internet Pada Anak Candu atau Hobi?

Kedua anak saya, Keke (9th) dan Nai (7th) lahir di era teknologi. Sebetulnya saya gak ingin anak-anak gagap teknologi, tapi mengingat banyaknya info yang saya dengar atau baca tentang bahaya teknologi bagi anak-anak, antara lain menjadikan anak malas, ancaman obesitas, terganggunya kesehatan mata, pornografi, dan lainnya, sempat membuat saya 'parno' dan tidak ingin mengenalkan teknologi kepada anak.

Waktu baru punya Keke, saya hanya mengenalkannya kepada televisi itupun dengan tayangan yang sangat dipilih dan waktu menonton yang terbatas. Sedangkan untuk teknologi lain tidak saya kenalkan sama sekali. Salah satu konsekuensinya adalah saya dan suami harus mengurangi kegiatan bermain video games yang menjadi kegemaran kami berdua. Setidaknya jangan bermain video games saat anak belum tidur.

Rabu, 10 Juli 2013

Menyampul Buku

Dipastikan ketika postingan ini dibuat, Chi lagi galau segalau-galaunya hahaha. Tahun ajaran baru identik dengan buku pelajaran baru. Dan tadi pagi Chi ambil buku-buku pelajaran Keke dan Nai di sekolah. Biasanya Chi suka seneng kalo liat yang namanya buku. Masalahnya Chi gak suka sama kegiatan menyampul buku. Huaaaa ...!

Tahun ajaran kemaren, Chi akhirnya males nyerah ... buku yang disampul cuma sebagian. Sisanya dibiarin aja apa adanya. Ternyata itu gak bagus, buibuuuuu .... Buku anak-anak jadi cepet rusak dan robek covernya. Keliatan banget, deh, bututnya. Sementara buku yang tersampul masih lumayan terjaga kualitasnya. Terpaksa, deh, tahun ini semua buku harus disampul. Daripada banyak yang rusak lagi kayak kemaren. Untung gak harus disampul coklat segala, cukup dikasih sampul plastik.

Pantesan toko stationery deket rumah menawarkan jasa menyampul buku. Kayaknya untuk ngambil peluang bisnis dari ibu-ibu yang males nyampul kayak Chi hihihi. Trus Chi kasih ke sana juga kali, ya, bukunya? Hmmmm enggak kayaknya... sayang duitnya :p

Untung cukup sampul plastik aja, gak pake sampul coklat kayak zaman Chi sekolah dulu. *Tarik napas dulu :D

post signature

Senin, 08 Juli 2013

Baju Badut dan Rapor

Tanggal 20 Juni 2013, Keke dan Nai terima rapor. Biasanya sebelum terima rapor paginya pentas seni dulu, siangnya baru terima rapor. Tapi tahun ini dipisah. Pentas seni diadakan sehari sebelumnya. Denger-denger, sih, karena kalau disatuin orang tua banyak yang gak menonton anaknya pentas, lebih memilih nunggu di dalam kelas biar bisa duluan ambil rapor.

Tahun ini Chi dateng ke pentas seni lumayan pagi karena Nai ikut ekskul nari jadi pentasnya menari. Dan untuk anak yang ikut menari harus datang pagi-pagi karena harus pake kostum juga didandanin. Tapi ternyata Nai gak mau di make up sama sekali kecuali Chi yang dandanin. Jadi cuma dia satu-satunya penari yang berwajah polos tanpa make up :D

Dan karena pentas seni adalah hari spesial, Chi pun sedikit tampil beda. Biasanya cuma kaos, celana panjang, dan sering kali tanpa make up. Hari itu Chi pake gamis panjang motif bunga-bunga berwarna cerah dengan bergo panjang menutup dada, plus dandan, dong. Dan tanggapan Nai adalah ... "Bunda, kok, pake baju badut?" *(^$*$*&)*($#$#$%()_(_++)))&&^$#!! Giliran coba jadi feminin malah disangka pake kostum badut :r

Singkat kata pentas seni berjalan dengan sukses, Keke dan Nai semangat ngejalaninnya. Cuma kami gak sampe selesai, karena gerah dan lapaaaaarrr. Jadi pulang aja, ah :D

Jumat, 05 Juli 2013

Keke Sunat di Rumah Sunatan

Sekarang cerita tentang proses sunatan Keke. Untuk tip gimana caranya supaya anak mau sunat, silakan baca postingan sebelumnya :)

Dari awal udah memilih rumah sunatan. Alasannya pernah baca blog mbak Fitri Anita waktu sunatin 2 jagoannya di rumah sunatan, keliatannya tempatnya bagus. Lagipula deket juga sama rumah ternyata. Oiya Rumah Sunatan ini ada di beberapa tempat, dan kami pilih yang di Jatiasih karena paling dekat sama rumah.

Tadinya kami pikir yang namanya disunat tinggal dateng aja, diproses, trus selesai. Tapi trus Chi kepikiran buat nelpon dulu dan ternyata harus konsultasi dulu karena anak yang kurus dan gemuk beda penanganannya. Jadi aja hari Minggu (30/6), Chi ngajak Keke ke Rumah Sunatan.

Setelah sampe lokasi, resepsionis bilang kalau untuk anak yang berbadan gemukharus nunggu 1 minggu lagi karena dokter yang khusus menangani anak gemuk lagi gak ada (kalo gak salah lagi cuti). Saat itu Chi berharap Keke gak termasuk anak yang gemuk, karena males aja baru masuk puasa sambil sunatan.

Setelah menunggu sebentar, kami pun dipanggil untuk konsultasi. Di ruang periksa, Keke diminta tiduran di kasur yang sudah disediakan dan diminta membuka sedikit celananya untuk dlihat alat vitalnya. Menurut dokter yang memeriksa, ukurannya termasuk normal. Masih bisa pake metode smart klamp. Hanya saja karena Keke memang agak gemuk, jadi setelah alatnya dilepas, kalo pipis harus sedikit ditarik ke belakang sampe lingkaran coklat bekas smart klampnya hilang. Karena gak harus pake dokter spesialis, kami pun tetap memutuskan hari Selasa disunat. Untuk  konsultasi kami dikenai biaya IDR 50k.

Rabu, 03 Juli 2013

Tips Supaya Anak Mau Sunat

Buat Chi salah satu hal terberat ketika punya anak laki-laki adalah kapan waktu terbaik untuk disunat? Apalagi bagi kami yang muslim, sunat itu wajib bagi laki-laki. Ya, walopun ada juga yang bilang sunat itu sunnah, tapi Chi gak mau berdebat tentang hal ini. Lagipula apapun itu sunat bagi laki-laki juga baik buat kesehatan.

Tapi membuat anak mau disunat hanya dengan bilang kalau itu adalah wajib, rasanya gak semudah seperti kita mengucapkannya. Setidaknya bagi Keke seperti itu. Apalagi Chi juga termasuk yang gak tegaan. Dari dulu kalau anak harus disuntik untuk imunisasi aja rasanya Chi lebih memilih untuk gak ikut ke ruang periksa. Walopun tetep aja Chi akhirnya pasti masuk untuk nemenin anak-anak :D

Selasa kemarin (2/7), alhamdulillah, Keke sudah disunat. Sebetulnya dia udah minta dari lebaran tahun lalu. Cuma setelah kami pikir-pikir, kayaknya ribet banget, ya. Disaat banyak orang saling bersilaturahmi, kami malah sunatan. Jadi kami pun bilang ke Keke untuk ditunda dulu sampe waktu yang belom ditentukan :p Dan setiap ada tanggal merah long wiken, Keke suka tanya kapan disunat?

Ya udah karena dia nanya terus akhirnya kami putusin liburan ini Keke disunat. Awalnya Chi sempet merasa bakal gagal lagi rencana sunatnya, kerena tanpa diduga K'Aie ngajak jalan-jalan. Eh, gak taunya hari Kamis minggu lalu, K'Aie putusin Keke disunat setelah pulang jalan-jalan dan Keke pun gak keberatan. Bener-bener rencana mendadak, karena daftar aja belom. Dan sukses bikin kaget kakek-nenek Keke :D

Senin, 24 Juni 2013

Tips Liburan Bersama Anak

Yipppiiee, liburan t'lah tiba! Udah ada yang punya rencana jalan-jalan? Atau cuma di rumah aja? Semua pilihan oke, kok, asal kita bisa menikmatinya. Betul, gak?

Tahun ini, insya Allah kami sekeluarga akan melakukan sedikit perjalanan. Kemanakah itu? Rahasiaaaa ...! Tunggu tanggal mainnya, ya :p

Sekarang, Chi mau nulis tentang tips mempersiapkan liburan bersama anak-anak, ah. Apa aja, sih, yang harus dibawa dan dipersiapkan? Oiya, kalo pengalaman, Chi persiapan liburan outdoor atau indoor, gak terlalu beda. Ya, emang untuk yang outdoor agak sedikit banyak persiapannya. Jadi, Chi nulisnya digabungin aja, ya. :)

Rabu, 19 Juni 2013

Belajar Memanah

Cara yang Chi lakuin ini belom bener banget karena tangan kiri yang megang busur gak lurus. Tapi biar gitu, anak panahnya mendekati titik tengah, lho. Walopun hanya keberuntungan, karena berikutnya hasilnya gak sedekat itu :r Lagian lumayan, lah, buat cover foto di FB :p

Di postingan acara ulang tahun Wanadri, Chi menulis kalau Keke-Nai suka banget belajar memanah sampe susah diajak pulang. Beberapa bulan sebelumnya, Keke-Nai juga pernah bermain lempar pisau. Semuanya permainan yang kelihatan berbahaya, ya? Tapi menurut Chi gak perlu terlalu khawatir selama peraturannya dipatuhi. Oke, Chi akan nulis lagi tentang peraturannya ...

Nah, ini baru bener caranya. Badan menghadap 90 derajat dari sasaran, hanya kepalanya saja melihat ke arah sasara. Tangan harus tegak lurus. Tarik busur sampai anak panah yang udah ada tandanya *hadeuuh ini gimana jelasinnya, ya :D
  • Harus didampingin orang dewasa yang gak cuma mengawasi tapi juga mengerti. Di belajar memanah ini anak-anak yang ikut didampingi oleh seorang marinir sekaligus menjadi instruktur mereka.
  • Harus tertib. Ketika ada yang lagi memanah, yang menunggu gak boleh pecicilan. Yang memanah juga harus hati-hati, liat sekeliling dulu. Makanya untuk anak-anak harus bener-bener didampingi.
  • Harus di tempat yang aman. Apalagi namanya baru belajar, seringkali anak panah melenceng. Gak nancep di sasaran. Itulah kenaa harus di tempat yang aman banget
  • Harus udah mengerti kalau di kasih tau. Mengerti kalau permainan seperti berbahaya dan gak akan dilakukan di sembarang tempat apalagi tanpa pengawasan.

Minggu, 16 Juni 2013

Ulang Tahun Wanadri ke 49 (at) Nitas's Resort

Selesai makan siang di resto Puncak Pass, kami pun melanjutkan perjalanan. Mungkin karena kekenyangan, mata Chi dan anak-anak jadi kriyep-kriyep trus kami pun tidur. Cuma K'Aie yang gak tidur *Ya iya lah. Kan nyetir :p

Pas Chi bangun ... lho, kok, kayak udah mau masuk kota Cianjur? *Ditandai dengan mulai ada beberapa toko yang jual manisan & asinan hehe. Setelah sms-an, ternyata bener, jalan masuknya kelewat. Untung belom terlalu jauh.

Kirain setelah masuk ke jalan kecil, lokasi yang kami tuju udah deket, gak taunya belom. Masih jauuuuuhhh :D Awalnya masuk perkampungan, masih banyak rumah. Lama-lama sepi, hanya pemandangan kebun teh di kiri-kanan jalan. Jalanannya pun makin lama makin jelek. Dan mobil kami yang imut-imut pun berkorban knalpotnya. Hadeeuuuhhh ....

Selasa, 11 Juni 2013

Tidak Mau Terlalu Melarang

Pernah atau suka nonton serial NCIS? Yang belom tau, silakan nonton kalo penasaran. Chi, sih, suka banget serial ini. :D Beberapa waktu lalu, NCIS season awal di putar ulang. Ceritanya Leroy Jethro Gibss dan para anak buahnya menangani satu kasus di kota asal Gibbs. Akhirnya para anak buahnya tau kalau Gibbs ternyata masih punya ayah *Silakan cari tau sendiri kenapa hubungan Gibbs dan ayahnya seperti turun-naik :)

Ketika melihat ada 1 senjata laras panjang di rumah ayah Gibbs, dia pun kira-kira bilang gini ke anak buah Gibbs, "laranglah anak kita memegang senjata, maka dia akan jadi sniper andal." Ya, tokoh Gibbs memang seorang mantan marinir dan sniper yang sangat andal, sebelum menjadi agent NCIS.

Di sini Chi mau bahas tentang kalimat ayah Gibbs itu, tapi sebelumnya Chi mau kasih beberapa ilustrasi lagi ...

Minggu, 09 Juni 2013

Mati Listrik di Mall

Fotonya pake blitz, jadi keliatan agak terang

Bulan Maret lalu, Keke ikut Abah-Mamah ke Bandung. Untuk menghibur Nai yang sedih karena belom Chi kasih izin untuk pergi tanpa ayah dan bunda, kami pun berencana nge-mall.

Pergi ke mall deket rumah aja, yaitu MM, yang penting saat itu kami memanjakan Nai. Kami langsung menuju Gramedia. Di sana Nai beli glass deco dan beberapa alat kreasi lainnya. Setelah bayar, Chi ngajak ke bagian buku.

Rabu, 05 Juni 2013

Gak Mau Jadi Besar

Akhir-akhir ini Nai susah banget disuruh makan. Selalu alasannya belum lapar. Bekalnya juga jarang habis. Seperti biasa, kalo anak lagi susah makan, Chi selalu cari tau penyebabnya. Dan Chi pernah tulis tuntas tentang penyebab anak melakukan Gerakan Tutup Mulut di blog ini.

Bunda : "Dek, kenapa, sih akhir-akhir ini gak mau makan?"
Naima : "Ya, gak laper, aja"
Bunda : "Jangan gitu, dong, Dek! Nanti sakit, lho."
Naima : "Ima gak mau aja"
Bunda : "Ya, tapi kenapa, Dek? Biasanya juga gak begitu banget."
Naima : "Karena Ima gak mau jadi besar, Bunda"
Bunda : "Tapi badanmu sekarang terlalu kurus, Dek. Gemukin dikit, lah. Atau paling gak makan biar gak sakit."
Naima : "Nanti kalo makan, badan Ima jadi besar. Trus Ima kayak Keke gak boleh digendong lagi. Ima pengennya Bunda bisa gendong Ima terus sampe Ima besar."

Terharu gak, sih, kalo anak ngomong gitu? Jangan-jangan aja Chi yang cengeng :p Tapi Chi emang terharu banget dengernya.

Chi trus jelasin ke Nai, kalo gak gendong lagi bukan berarti gak sayang tapi karena udah gak kuat. Keke itu beratnya udah 45kg, sementara Chi 54kg *Oot : yeaaaayyy berat badan Chi mulai turuuuuunnn :D Dengan selisih yang gak sampe 10kg, mana kuat Chi gendong Keke sekarang? Walopun hati, sih, rasanya masih pengen banget gendong anak, bahkan kalo bisa sampe kapanpun. Tapi akhirnya harus tau diri kalo udah berurusan sama berat badan :)

Nai, sekarang udah mulai mau makan walopun belum sebanyak biasanya, sih. Dan Chi terus kasih tau dia sampe sekarang :)

Kalo kayak gini jadi merasa waktu cepet banget berlalu, ya ....

post signature

Jumat, 31 Mei 2013

Wisata Bandung Trans Studio, Hebring, Euy!

Setiap kali ada tanggal merah di kalender yang menandakan long wiken, selalu ada aja status FB atau twitter yang bilang lagi liburan ke Bandung. Memang dari dulu sampe sekarang yang namanya Bandung kayak magnet banget. Daya tariknya luar biasa. Selalu aja mampu bikin orang tertarik untuk mengunjungi Bandung sampai berkali-kali. Pokoknya gak pernah bosen sama yang namanya Bandung.

Gak heran, kalo tiap kali long wiken dan musim liburan, macet Jakarta pindah ke Bandung. Sebel, sih, sebenernya. Masa' ketemu sama macet lagi, macet lagi. Tapi gimana lagi, selalu aja tergoda untuk datang, datang, dan datang lagi ke Bandung. *Maaf untuk warga Bandung, karena Chi juga termasuk yang menyumbang kemacetan ketika long wiken :p

Apa, sih, yang menarik dari wisata Bandung? Wisata kuliner alias wiskul! Pasti banyak yang setuju sama jawaban itu, kan? Toss! Buat Chi kalo ke Bandung itu emang enak buat makan dan makan terus. Biar kata urang Bandung, Bandung itu gak sedingin dulu, tapi kalo kata warga Bekasi kayak Chi, Bandung tetep aja dingin. Dan kalau udara dingin pengennya emang makan terus *lupakan diet :D

Rabu, 29 Mei 2013

International Youth Service (IYS)

Formulir IYS yang unyu-unyu :D

Pernah mendengar yang namanya International Youth Service? Sebuah perkumpulan sahabat pena internasional yang berpusat di Finlandia, yang berdiri sejak tahun 1952. Pesertanya berusia antara 10-20 tahun.

Untuk bisa mendapatkan sahabat pena, kita diminta mengisi formulir lengkap tentang data diri kita.Kemudian kita juga diminta menulis formulir sahabat pena seperti apa yang diinginkan. Laki-laki atau perempuan, berapa usianya, tinggal di negara mana, dan lainnya. Tentu aja ada biayanya. Seinget Chi sekitar $1 untuk 1 teman pena yang kita mau.

Senin, 27 Mei 2013

Resto Puncak Pass

2 Minggu lebih beberapa hari lalu ...

Chi     : "Yah, wiken ini kita ada acara, gak?"
K'Aie : "Kenapa gitu?"
Chi     : "Kalo gak ada, Bunda mau dateng ke acara Akademi Berbagi yang infonya lihat di KEB. Deket, kok, masih di Bekasi juga. Bunda bisa jalan sendiri."
K'Aie : "Hmm ... wiken besok tanggal berapa, ya?"
Chi     : " Tanggal 18 kayaknya. Emang kenapa?"
K'Aie : "Ada acara Wanadri, sih, di puncak."
Chi     : "Nginep, dong?"
K'Aie : "Iya, tapi di tenda."
Chi     : "Oh, ya, udah kita ke sana aja. Kan tadi Bunda bilang kalo gak ada acara. Tapi kalo ada ya kita pergi ke acara Ayah aja."

K'Aie sempet bingung antara jadi apa enggak. Bukan karena gak tertarik datang, tapi akses ke lokasi yang kayaknya meragukan. Kalo lihat di foto akses ke tempat acara kayaknya jelek jalannya. Di fotonya hanya terlihat mobil-mobil berukuran besar. Sementara mobil kami itu sedan kecil mungil.

Chi kasih saran supaya pinjem mobil papah aja, tapi kayaknya K'Aie ragu. Chi, sih, paham keraguan K'Aie karena biar gimana lebih enak pake mobil sendiri. Lebih bebas aja rasanya.

Selasa, 21 Mei 2013

Celoteh Anak : Tidur di Jalan

Bunda Vania lagi bikin GA tentang celoteh anak yang lucu, nih. Tapi karena salah satu syaratnya adalah celoteh atau tingkah polah anak usia 2-6 tahun, sementara Keke-Nai udah di atas 7 tahun, jadi Chi harus inget-inget lagi kira-kira celoteh apa, ya, yang belom diceritain di blog ini.

Sambil mengingat-ingat, Chi juga buka satu per satu cerita yang ada di label celoteh anak. Dan sepertinya ada salah satu cerita yang belum pernah ditulis di sini.

Senin, 20 Mei 2013

Memilih Gedung Sekolah Yang Ideal

Di postingan sebelumnya, yaitu masa transisi di SD, Chi menulis tentang sekolah SD yang sebaiknya mempunyai halaman sekolah dan syukur-syukur ada area bermainnya. Kali ini Chi mau nulis tentang memilih gedung sekolah yang ideal.

Ketika memilih sekolah untuk anak, biasanya yang terpikir pertama kali adalah kurikulumnya seperti apa? Kalau Chi malah pnampilan alias bentuk fisik sekolah selalu menarik perhatian untuk pertama kali. Ada halamannya? Gedungnya seperti apa?

Gak sulit sebetulnya cari gedung sekolah yang keren, apalagi untuk yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.Gedung sekolah yang keren banyak pilihan, tapi masalahnya ideal, gak?

Selasa, 14 Mei 2013

Masa Transisi di SD

 Tempat bermain ini salah satu yang bikin anak-anak betah, susah diajak pulang. Di sini mereka bisa main perosotan, ayunan, manjat-manjatan, puter-puteran (gak keliatan), bahkan main pasir (alasnya tempat bermasin itu pasir putih).

Waktu Keke masih TK, owner tempat Keke dan Nai sekolah pernah bilang kalo masa transisi di SD itu ada 2, yaitu kelas 1 dan kelas 4. Kelas 1 adalah masa di mana anak-anak 'dituntut' untuk bersikap seperti anak SD tapi sisi lain kekanak-kanakannya masih ada. Sedang ketika kelas 4, anak udah merasa gede karena mau masuk SMP. Chi rasa pendapat ini ada benarnya.

Chi suka perhatiin aja, anak-anak kelas 1 s/d 6 itu gaya mainnya beda. Kelas 1 s/d 3 masing sering Chi lihat main lari-larian, perosotan, ayunan, dan lainnya. Sementara anak kelas 4 ke atas kelihatan lebih suka ngobrol dengan teman. Masih ada sih yang suka lari-larian, tapi kayaknya udah gak pernah Chi lihat lagi main perosotan dan ayunan :D

Sabtu, 11 Mei 2013

Enggak Lagi Main Sabun

Punya anak yang hobi banget main sabun? Saking hobinya sampe setiap hari, gak kira-kira kalo udah main sabun. Bener-bener menggerogoti uang belanja cuma dari sabun ajah :p Ya, Chi punya. Dan pelakunya adalah Nai. :D

Tapi sekarang Chi cuma mau bilang masalah main sabun udah teratasi. Yeaaaayyyyy!! Berhasiiiiilllll!!!

Caranya? Baca postingan Chi yang berjudul Mandi Busa. Solusinya ada di nomor 4. Sekarang Nai enggak lagi main sabun. Paling sesekali aja. Pokoknya udah jarang bangeeeetttt :L

post signature

Rabu, 08 Mei 2013

Menjadi Indonesia. Kenapa Tidak?

Lanjutan dari Seminar Parenting : Pendidikan Karakter Anak dengan pembicara Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd di sekolah Keke dan Nai beberapa waktu lalu.

Chi baru tau kalo Pak Arief, walopun bicaranya lemah lembut tapi tegas. Beliau juga gak segan mengkritik tapi dengan cara yang apik, menurut Chi. Nah, pas seminar waktu itu Pak Arief mengkritik ketua yayasan sekolah Keke dan Nai.Tapi Chi merasa kritiknya kena ke semua :D

Jadi gini, acara dibuka dengan sambutan dari ketua yayasan. Dari sekian panjang sambutannya, Pak ketua yayasan bilang kalo kita harus seperti bangsa Jepang. Ya, pokoknya intinya generasi ke depan harus seperti Jepang.

Jumat, 03 Mei 2013

Guru Galak

Harusnya postingan pas kemaren ya tepat di Hari Pendidikan Nasional :D

Waktu sekolah pernah dapet guru yang galak. Kalo Chi pernah, biasanya guru matematika sama ada guru kesenian :p

Trus kalo anak kita yang ketemu guru galak sebagai orang tua reaksinya gimana?


Rabu, 01 Mei 2013

Alhamdulillah Gak Menang

Perhelatan final Acer Srikandi Blogger 2013 baru saja usai. Dan Chi mengucapkan "Alhamdulillah, gak menang".

Ada yang merasa aneh gak, kok kalah malah bersyukur?  Bersyukur mah harus, ya. Karena semua ini udah skenario terbaik dari Nya. Apalagi kondisi memang tidak memungkinkan :)

Jadi ceritanya gini, waktu tahap 50 besar, Makpon Mira Sahid bilang di FB kalo pemenangnya nanti akan mewakili KEB ke ajang Asean Blogger di Solo. Kalo lihat waktunya di bulan Mei, selama kurang lebih 5 hari.

Pengumuman Pemenang 1st GA

Akhirnya saatnya tiba juga buat bikin pengumuman. Tapi seperti biasa, cerita dulu, ah! :p

Chi tuh bener-bener deg-degan loh buat ngegelar GA ini. Ya, namanya juga baru pertama kali bikin. Segala macam rasa khawatir ada, lah.

Target Chi yang ikut ada sekitar 20 s/d 30 teman blogger, dan pemenangnya sekitar 10 orang. Ternyataaaaa ... 92 orang teman blogger berpartisipasi! Ada yang udah Chi kenal baik, ada juga teman-teman baru. Alhamdulillah, senang tapi sekaligus bingung milihnya :D

Belom lagi temen-temen yang bersedia jadi sponsor. Subhanallah, banyak juga. Terima kasih banyak buat semuanya. :L

Selasa, 30 April 2013

Sustagen Yummy Milk Bar ala Keke dan Nai

Sedih rasanya waktu mendapat undangan dari Sustagen melalui email untuk datang ke acara Sustagen Yummy Milk Bar dan saya sekeluarga gak bisa dateng. Nai terkena gondongan, kondisinya gak memungkinkan untuk datang ke sana. Padahal kami sekeluarga kan suka jalan-jalan, termasuk datang ke event-event yang menarik :)


Kedatangan dua chef kembar (tapi tidak identik) yang cantik, Sophia dan Isabella Bliss, jebolan Junior Masterchef Australia season perdana paling bikin saya penasaran. Pertama, saya menonton sampai tuntas acara Junior Masterchef season perdana, dan mereka berdua termasuk jagoan saya. Isabella adalah pemenang di junior masterchef Australia, sedangkan Sophia masuk ke dalam 4 besar. Kedua, saya penasaran, gimana sih caranya mengolah susu formula menjadi minuman yang yummy.


Karena cuma bisa "menikmati" saja foto-foto yang kelihatan banget yummy hasil olahan dua chef cantik bersaudara itu.  Dan akhirnya saya memutuskan untuk mencoba membuat Sustagen Yummy Milk Bar ala Keke dan Nai. 

Jumat, 26 April 2013

Saya, KEB, dan Srikandi Blogger 2013

Saya

Saya mulai ngeblog Desember 2007. Saya berpikir, kayaknya enak ya kalo suatu saat nanti saya bercerita kepada anak-anak saya kalo waktu kecil mereka tuh begini-begitu, terutama segala tingkah polah yang lucu. Tapi masalahnya saya ini pelupa!

Menulis diary, gak bertahan lama. Cepet bosen plus banyak coretan *males pake tip-ex :D Trus mulai deh mengenal blog. Coba-coba bikin dan suka, cuma belom bisa sering nulis. Mahal banget dulu kalo mau internetan *belom kenal paket unlimited :p

Setelah pake paket unlimited, koneksinya juga wuzzz wuzzzz, mulai deh rajin nulis. Malah sekarang udah jadi passion. Rasanya kalo gak nulis tuh ada yang hilang. Tsaaahhhh... etapi bener looohhh :D

Rabu, 24 April 2013

10 Finalis Srikandi Blogger 2013

Setelah lolos ke 50 besar ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013, para peserta pun diminta untuk membuat sebuah tulisan tentang Srikandi Blogger dari sudut pandang masing-masing termasuk harapannya. Dan dari Chi, keluarlah tulisan yang berjudul "Srikandi di Era Netizen"

Bukan bermaksud pesimis kalo Chi mengatakan pasrah dengan hasil penjurian. Para peserta lainnya dan tulisan-tulisannya berkualitas semua. Walopun begitu tetep berusaha memberikan yang tulisan terbaik menurut Chi tapi apapun hasilnya terserah aja. Pokoknya jangan menyerah gitu aja #tsaaahhh :D

Senin, 22 April 2013

Mencari Kunang-Kunang

Terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah mensponsori, berpartisipasi, dan mendukung berlangsungnya 1st Giveaway : Jalan-Jalan Seru untuk Keke dan Nai. Tunggu pengumumannya, insya Allah tanggal 1 Me1 2013.

Sambil menunggu pengumuman, kali ini Chi mau cerita tentang jalan-jalan di Tanakita lagi. Semoga belum bosan baca cerita Tanakita, ya :) Dan kali ini ceritanya tentang mencari kunang-kunang.

Sudah pernah melihat kunang-kunang? Kalo Chi dan anak-anak pernah, tapi sebelumnya di buku cerita :p Nah, kali ini Chi mau cerita pengalaman Keke dan Nai mencari kunang-kunang beneran.

Kejadiannya Desember lalu, waktu lagi kumpul bersama keluarga besar di Tanakita. Sekitar pukul 07.00 malam tumben banget Nai udah ngantuk. Mungkin dia kecapean karena siangnya mandi hujan. Sampe Keke ajakin untuk mencari kunang-kunang pun dia awalnya setengah hati. Setelah agak dibujuk, Nai pun mau.

Yang ikut kegiatan ini lumayan banyak juga. Semua tamu yang menginap dipersilakan ikut. Tapi dari keluarga besar Chi cuma 7 orang, yaitu Chi sekeluarga, adik, dan 2 orang sepupu. Sebelum berangkat ada briefing singkat dan pembagian senter. Gak semua dapet senter, hanya beberapa orang aja.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge