Jumat, 18 Desember 2009

My Sister's Keeper

"Ketika kita menghadapi masalah yang pelik, mampukah kita menyelesaikannya secara rasional? Atau kita malah bertindak "gila"? Atau mungkin juga kita berada di antara keduanya?"

Mungkin udah ada beberapa yang pernah baca buku ini. Karangan Jodi Picoult, judulnya My Sister's Keeper. Tapi yang belom pernah baca, ini buku wajib di baca deh. Bagus banget!!

Buku ini menceritakan tentang sepasang orang tua yang dikaruniai sepasang anak. Anak tertua adalah laki-laki bernama Jesse dan yang bungsu adalah perempuan bernama Kate.

Di usianya yang baru menginjak 2 tahun Kate di diagnosa oleh dokter menderita penyakit leukemia yang akut. Bahkan penyakit leukemianya ini termasuk jenis yang langka, sehingga kemungkinan untuk sembuhnya sangat kecil. Satu-satunya pengobatan yang mungkin di harapkan bisa memperpanjang hidupnya adalah dengan mendapatkan donor sumsum tulang belakang.

Untuk mendapatkan donor ini tentu saja bukan hal yang mudah. Sangat sulit. Termasuk dari keluarga sendiri pun belom tentu ada kecocokan. Penyakit ini seperti berlomba dengan waktu.

Lalu munculah ide untuk menghadirkan 1 orang anak lagi di keluarga tersebut. Tujuannya adalah agar Kate bisa mendapatkan donor yang cocok bagi dirinya tanpa harus menunggu lama tanpa kepastian. Tentu aja dengan tujuan tersebut, anak yang ke-3 ini tidak di buat secara alamiah tapi menggunakan proses bayi tabung dan dengan segala kecanggihan teknologi sehingga anak ini terlahir dengan gen yang cocok dengan kakaknya. Anak ini lalu di beri nama Anna.

Sejak benerapa jam setelah di lahirkan, Anna sudah mulai menjadi pendonor bagi kakaknya Kate. Tapi begitu menginjak usia 13 tahun, Anna mulai bertanya kenapa dia dilahirkan? Tujuannya apa? Dengan berbagai pertanyaan tersebut Anna pun mulai mencari pengacara yang bisa menolong dirinya untuk mendapatkan kebebasan medis, sehingga Anna berhak atas tubuhnya sendiri.

Di sini konflik mulai terjadi. Keluarga mulai terpecah. Orang tua, terutama sang ibu (Sarah) merasa apabila dia mengabulkan keinginan Anna untuk mendapatkan kebebasan medis, maka itu artinya kapan saja dia harus bisa merelakan Kate "pergi". Tapi di sisi lain Sarah pun menyadari bahwa Anna memang berhak atas tubuhnya sendiri.

Pergulatan-pergulatan batin sang ibu. Konflik keluarga. Belum lagi anak tertua mereka, Jesse, yang terkadang menjadi trouble maker karena merasa selama ini tidak di perhatikan akibat orang tua terlalu fokus kepada Kate. Semuanya di ceritakan di buku ini.

Di akhir cerita baru terungkap kenapa Anna memutuskan untuk meminta kebebasan medis di pengadilan. Semuanya ini karena permintaan Kate. Kate lah yang memohon kepada Anna untuk tidak bersedia mendonorkan ginjal. Kate sudah merasa lelah dengan segala rutinitas medis yang harus di jalaninya.

Gak cuma itu sih akhir ceritanya. Ada yang mengejutkan juga di akhir cerita. Tapi gak asik kali ya kalo di ceritain semuanya :)

Buku ini walo ceritanya bagus, tapi kadang ngebingungin juga bacanya. Karena alurnya maju-mundur. Jadi Chi sendiri kadang bacanya loncat-loncat. Tapi menemukan kenikmatannya justru setelah Chi bacanya mundur, dari bab terakhir dulu baru ke depan. Hehehe...

Yang males baca bukunya, sekarang udah ada filmnya. DVDnya sih, gak tau deh bakal tayang di bioskop atau gak. Chi sendiri belom pernah nonton. Tapi sempet liat cuplikannya di internet, kayaknya sih enak nonton filmnya. Apalagi Chi di rekomendasiin sama beberapa orang, filmnya lebih bisa bikin kita nangis bombay. Wah mesti siap-siap tissue nih kalo nonton.. :D

Chi sendiri sebenernya udah lama baca buku ini. Tapi baru Chi tulis disini karena beberapa hari yang lalu Chi baca statusnya sepupu Chi di facebook. Dia nulis gini,
one thing that I learned from My Sister's Keeper movie is that my mom was a brave woman, she knew what was the best for my lil' sis at her last moment, she decided to let her gone in peace without pain and with all the happiness, so she would never feel the pain anymore after 8 months struggled of the cemo. luv u mom ^_^

Yup!! Dulu adiknya sepupu Chi ini pun menderita penyakit yang sama yaitu leukemia di usianya yang baru menginjak 4 tahun. Setelah berjuang beberapa bulan, melalui pengobatan ini-itu, beberapa kali kemo, Allah pun mengajak sepupu Chi ini pulang ke surga :)

Sedih? Udah pasti lah.. Jangankan keluarganya, Chi aja sebagai sepupunya merasa sedih banget. Kadang berasa sampe sekarang. Karea dia ini termasuk sepupu yang deket sama Chi. Usia kami berbeda cukup jauh. Chi udah kerja aja, dia masih umur 3 tahun. Tapi deket banget sama Chi. Kalo lagi nginep di rumah, pasti dia milih tidurnya satu kasur sama Chi daripada sama mamanya :)

Trus gak lama sebelum dia meninggal dia sempet minta di ajakin jalan-jalan ke Dufan. Seneng banget kami disana. Dia gak keliatan lagi sakit. Bener-bener happy deh!! Malah kami sempet berpikir, mungkin dia udah mulai sembuh karena keliatannya sehat-sehat aja selama di DUFAN. Yah tapi memang umur itu manusia gak pernah tau y.. Gak lama setelah itu, masuk rumah sakit. Ya... gitu deh akhirnya.... (sedih nih...).

Seperti yang di tulis di statusnya sepupu Chi itu. Mamahnya alias tantenya Chi keliatan tegar banget. Walopun raut kesedihan jelas terbaca, tapi dia sangat tegar. Malah ada ucapan dari tante Chi yang selalu Chi inget sampe sekarang.

"Alhamdulillah inong kuat. Karena banyak yang bilang kalo kita kehilangan anak kita yang masih balita, kita bisa gila kalo iman kita gak kuat. Karena anak-anak umur segitu kan lagi lucu & ngegemesin, tapi udah harus pergi"

Chi 100% setuju sama ucapan tante Chi ini. Terlebih setelah punya anak. Emang bener-bener butuh iman yang kuat untuk mengahadapi cobaan seperti itu y.. Chi sendiri gak bisa ngebayangin apabila Chi yang ngalamin, apakah Chi akan seperti Sarah seperti dalam cerita my sister's keeper? Atau Chi akan seperti tante Chi?

Hhhh, gak tau deh.. Yang jelas kalo Keke & Naima sakit batuk-pilek aja, atau panas udah bisa bikin Chi sedih apalagi sakit seperti itu. Chi cuma berharap semoga kita semua, termasuk anak-anak kita selalu di beri kesehatan ya.. Amin :)post signature

8 komentar:

  1. wah..dikau malah nggak nyeritain ujung nya say...Apa jdnya dgn si Anna n Kate..
    Atoo..pinjem deh bukunyaaa!!!

    BalasHapus
  2. Duhhh kalo sampai itu kejadian sama aku, entahlah.. ga bs bayangkan. Bener kata tante chie itu. Berat..... pasti itu.

    BalasHapus
  3. Ya Allah.... saya juga gak tahu bisa kuat iman saya atau enggak kalo kehilangan anak saya yang masih Balita... yang masih lucu2nya... gemesin... hikss...
    memang benar kata sodara chi itu... bisa gila mungkin ya.. :((

    BalasHapus
  4. pernah liat tapi belum baca mbak. nanti aku coba cari deh

    BalasHapus
  5. sayah belom pernah tauk tentang itu,,, pilmnysa sayah tak tauk bukunya sayah belom baca.. tapi ini menaraik dhe keliatannya :D

    BalasHapus
  6. waa..patut dibeli tuh buku..ntar nyari disini dehh...anyway, aku juga kalo farrell lagi panas karena amandelnya bengkak aja..sampe2 gak bisa tidur nungguin farrell n terus ngompres badannya...

    BalasHapus
  7. waktu leukeumia masuk dalam suspect penyakit azka agustus kemaren...dunia brasa runtuh...kayanya kaki udah ga bisa nyangga badan lagi pas denger itu...Alhamdulillah bukan...

    makanya ga kebayang deh...duh kayanya aku ga akan baca aah...tau nih sejak punya anak cengeng banget...kalo ada segala hal yg berhubungan dengan anak-anak suka cepet trenyuh dan sedih...hehehee...norak emang...

    BalasHapus
  8. info buku menarik Chie...harus dicari nih, thanks ya

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge