Kamis, 04 Juni 2009

Prita Mulyasari

Siapakah Prita Mulyasari ini? Tiba-tiba saja namanya terkenal bahkan mulai menggantikan berita-berita tentang Manohara yang udah sangat membosankan karena over expose (menurut Chi loh...). Prita Mulyasari hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang melakukan curhat melalui e-mail tentang buruknya pelayanan RS OMNI. Yang menjadi masalah ketika RS OMNI kemudia merasa docemarkan nama baiknya lalu melaporkan ibu Prita ke polisi kemudian ibu Pita di penjarakan..

Langsung ada pertanyaan di hati Chi.. apa salah ya kalo kita curhat melalui e-mail. Kalopun RS OMNI merasa apa yang ditulis bu Prita itu gak benar kenapa gak di bales dengan melakukan e-mail klarifikasi dengan melampirkan bukti-bukti yang ada. Selebihnya tinggal masyarakat yang menilai apakah curhatan bu Prita itu benar adanya atau kita lebih memilih percaya dengan klarifikasi yang di berikan oleh RS OMNI. Menurut Chi sih cara itu lebih bijak ketimbang harus melaporkan ke polisi dan kemudian memenjarakan bu Prita.

Jujur aja kasus ini bikin Chi emosi ya... karena Chi juga seorang ibu. Walopun alhamdulillah Chi belom pernah merasakan perlakuan yang gak enak dari RS tapi sebagai seorang ibu juga ikut merasakan penderitaan bu Prita ketika harus di jauhkan dari anaknya terlebih lagi anaknya yang paling kecil masih menyusui!!!!

Kemarin Chi liat di tv (metro apa tv one y.. lupa..), bu Prita di wawancara sesaat sesudah dia di beri tahu tentang statusnya yang sebagai tahanan kota dan itu artinya bu Prita bisa bertemu lagi dengan anak-anaknya..

Presenter TV : "Apa yang akan ibu lakukan pertama kali ketika ibu nanti bertemu dengan keluarga"
Ibu Prita : "Saya ingin minta maaf sama kedua anak saya.."
Presenter TV : "Ibu ingin meminta maaf?"
Ibu Prita : "Iya saya ingin meminta maaf karena sudah terlalu lama meninggalkan mereka.."

Ibu Prita kemudian menangis.. Chi pun menangis bukan hanya karena ngeliat ibu Prita menangis, tapi Chi sedih denger ucapannya bu Prita. Meminta maaf? Kedengerannya mingkin aneh ya.. Kenapa harus meminta maaf? Kan bukannya kemauannya bu Prita untuk meninggalkan anak-anaknya... Tapi Chi sangat bisa memahami apa maksud di balik perkataan bu Prita. Apapun yang terjadi pada diri kita, sebagai seorang ibu pasti tidak ingin jauh dari anak-anaknya. Apalagi ibu Prita dijauhkan dari anak-anaknya karena bukan kemauannya. Di postingan sebelumnya Chi cerita kan gimana sedihnya Chi karena harus berpisah dari Keke selama beberapa hari karena harus ngelahirin Naima. Padahal alasan chi ninggalin Keke kan jelas, lagian cuma sebentar. Tapi sedihnya tuh udah dari beberapa minggu sebelumnya. Dikit-dikit nangis, dikit-dikit nangis. Gimana dengan bu Prita yang pada awalnya pasti gak jelas harus berapa lama ninggalin anaknya.. Jadi wajar aja kalo yang dia lakukan pun hanya meminta maaf... waaaaaaa.. jadi sedihhhhhh :(

Katanya keluarganya pun menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa ibunya pergi karena sedang sakit. Mereka tidak cerita kalo ibunya lagi dipenjara. Pilihan yang bijak.. Tapi Chi coba ngebayangin kalo anak-anaknya bu Prita kayak Keke & Nai. Mereka pasti gak akan pernah puas kalo cuma denger jawaban bunda lagi sakit. Mereka pasti akan bertanya, bunda sakit apa? Kenapa kalo bunda sakit harus pergi? Kenapa Keke & Nai gak boleh nengok bunda? Bakalan ada berjuta-juta pertanyaan dari anak-anak yang harus di jawab. Apakah anak-anak bu Prita seperti Keke & Nai? Chi gak tau, tapi rasanya sedih kalo kita gak bisa memberikan jawaban yang memuaskan buat anak..

Trus masalah menyusui.. Sebagai ibu yang pernah menyusui, ada rasa berat ketika harus menyapih. Gak usah di ceritain panjang lebar lah.. Ibu yang pernah menyusui pasti merasa sedih, berasa ada yang hilang.. betul gak? Jadi ketika kita mau menyapih gak cuma anak yang harus di siapin mentalnya, ibunya pun harus siap. Nah kebayang gak sih gimana sedihnya bu Prita karena dengan terpaksa dia harus menyapih anaknya.. Chi sempet liat di TV ada wartawan yang bertanya seperti itu, bu Prita dengan nada yang sangat lemas (terlihat sedih) bilang kalo anaknya sekarang terpaksa minum susu formula..

Makanya gak heran kan kalo Chi bener-bener ikut emosi melihat kasusnya bu Prita ini.. Hukum harus di tegakkan itu Chi setuju. Tapi jangan sampe hukum juga menghilangkan hati nurani dong.. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Sebagai pasien kita jangan takut untuk bertanya & menuntut hak kita, dan sebagai pihak Rumah Sakit jangan merasa lagi kalo mereka sebagai pihak yang di butuhkan karena kita semua sebetulnya hubungannya saling membutuhkan (rumah sakit juga gak bakal jalan kalo gak ada pasien kan... :D). Chi tau dokter juga manusia, mereka bisa melakukan kesalahan tapi yang diinginkan konsumen kan sebetulnya sederhana hanya minta penjelasan. Kalo ada yang salah dimana, pokoknya bikin komunikasi yang baiklah...

Ada becandaan di FB, jangan ngomongin tentang OMNI nanti masuk penjara.. Jujur sempet ragu sih nulis ini.. tapi kalo dikit-dikit penjara, lama-lama penjara bisa kepenuhan tuh... Emang mau nampung.. Tuh di FB aja udah puluhan ribu yang menghujat, belom di luar sana. Hehehehe...

post signature

15 komentar:

  1. Ibu Prita Mulyasari harus dibebaskan karena menyuarakan kepentingan publik agar arogansi RS OMNI International mampu merespon keluhan pasiennya. Janganlah si RS itu jadi sok pintar padahal kebodohannya sangat terlihat dari manajemen penanganan keluhannya yang bodoh.
    Mending para pihak berwenang menyelidiki dan menyidik pihak RS yang lalai menjalankan kewajibannya. Bukankah ada hukum yang bisa dijatuhkan akibat kelalaian profesi?
    Tuntut manajemen RS sekeras-kerasnya, tutup mulut bodohnya. Peace!!!

    BalasHapus
  2. Iya ya aneh bgt dech masa karena cuma kirim email tentang keluhan aja dipenjara...klo gitu jgn ada email yg menampung saran dan kritik dong ya klo gak mau di kritik!!!
    Sama nich Chi ikut emosi...Saya gak suka ikutin beritanya sich kasian dengernya...

    BalasHapus
  3. Yupz!! Mari dukung pembebasan Ibu Prita. Aku juga ikut2an esmosi. Harusnya kan kalo mau, Ibu Prita yang menuntut ntu RS, bukan malah sebaliknya...

    BalasHapus
  4. Waduh, ternyata sama aja ma aku Bunda, ikutan emosi deh ngikutin kisahnya ibu Prita.

    Semoga Allah membalas orang-2 yg menzaliminya ya :)

    BalasHapus
  5. RS Omni itu gak punya perasaan yang udah memisahkan seorang ibu sama anak nya yang masih balita.

    BalasHapus
  6. Hmmm aku jg sedih chi liat nasibnya prita, tp yg gue lebih sebel adalah cara penanganan kejaksaan terhadap kasus ini.

    Mereka lgs nahan prita karena takut prita ngilangin barnag bukti en kabur.

    Halah...mo kabur kemana gitu lo...kejaksaan emang gak liat apa...si prita ini ibu 2 anak balita, yang masih netekin & salahnyasi prita apa sih? cuma dituduh pencemaran nama baik rumah sakit yang emang cemar.

    Ngapain kabur. Kalo koruptor , pembunuh, penyiksa orang, kejaksaan khawatir tersangkanya kabur mah wajar ya. Please deh pak jaksa, mohon bapak minta petunjuk sama yang diatas, mudah mudahan hati bapak dibukakan pintu kebenaran. Kita ini rakyat kecil...gak ngerti ngerti amat hukum...ya mbok pake hati nurani gitu lo pak saat memutuskan sesuatu, apalagi memenjarakan orang. Mudah mudahan para bapak jaksa yang terhormat ini juga ingat , bapak jaksa juga akan dihisab oleh Allah lo pak. Apa gak serem ya?

    Trus seandainya yg dicemarkan nama baiknya itu adalah rakyat jelata macam saya , bukan rumah sakit omni yg kaya raya, kira bapak akan menjebloskan prita ke penjara juga gak?

    Eh satu lagi, seandainya yg dialami prita ini terjadi pada bapak/ istri/anak perempuan bapak/ menantu bapak, dilakukan tindakan medis dan bersifat merugikan dan membahayakan keselamatannya oleh suatu rumah sakit, kira kira bapak ngedumel or ngamuk ngamuk gak ke rumah sakit tersebut?

    Ya sudahlah, Mudah-mudahan Yang Maha Kuasa menunjukkan kebenarannya, membuka hati pemilik rumah sakit dan para bapak jaksa terhormat itu. Amien.

    Wuih chi..maaf ya saya nulis kayak gini, abis emosi berat ni..hahahha

    BalasHapus
  7. Iya mbak..ayo dukung pembebasan bu Prita. Pasang banner nya mbak. Aku udah pasang di blog nya Dita nih..

    BalasHapus
  8. sedih banget liat kasus bu Prita, apa segitunya yah nasib konsumen di Ind. Udah sering dapat perlakuan tak adil, sekedar complain pun harus masuk penjara....hiks...

    btw, trims ya info kopdarannya...gak sabar ih nunggu info2 selanjutnya, semogaaa kita jadi ketemuan yah

    BalasHapus
  9. Chi, dah ikutan yang di facebook kah?
    ini linkya yaa:

    http://apps.facebook.com/causes/290597?m=cc366e79

    BalasHapus
  10. iya tuh...masa gitu ajah masak penjara..sebellll.....

    BalasHapus
  11. aku juga esmosi mba. Ga adil aja....
    tuh RS emang oon kali ya. Katanya udah banyak en lumayan sering pasie diperlakukan ga jelas kek Ibu Prita gitu.


    dakuh juga mendukung pembebasannya mba Chi. Alhamdulillah sudah bebas walaupun masih jadi tahanan kota

    BalasHapus
  12. Mbak,
    Saya speechless, soalnya bisa merasakan gimana sedihnya dia harus berpisah dengan anak-anaknya.
    Ga kebayang gimana kalo saya yg ada dalam posisi itu.

    BalasHapus
  13. beritanya sampe ke sini loh walau cuma bbrp detik

    BalasHapus
  14. Setuju, mbak. Ayo kita dukung mbak Prita! Aku juga emosi banget, nih kalo liat beritanya.
    Alhamdulillah mbak Prita beruntung. Kasusnya terjadi saat musim pemilu. Jadi konsumsi kampanya. InsyaAllah pasti keluar. Kan semua capres berkepentingan. hehe ...
    Yang sial ya kejaksaan yang menuntut & OMNI yang sekarang diawasi.
    semoga bikin kapok yang lain.

    BalasHapus
  15. mudah2an aja kasusnya cpt selesai dan ibu prita benar2 bisa bebas dari penjara amiin...

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge