Sabtu, 03 Mei 2008

Sekolah Yang Ramah

Faktor utama yang bikin Chi melirik home schooling adalah susahnya mencari sekolah yang ramah. Sekolah ramah yang Chi maksud adalah Chi pengen dapet sekolah yang hubungan antara sekolah-murid-orang tua itu bisa jalan bersama, jadi kalo ada sesuatu hal itu bisa di bicarain. Gak cuma anak dicekokin dengan materi-materi, yang ketika anak gak bisa langsung dianggap gagal. Intinya Chi pengen dapet sekolah dimana paling tidak tidak wali kelasnya bisa memahami & menilai setiap anak didiknya per individu bukan karena di kejar target ini-itu. Tapi rasanya susah ya..

Berdasarkan pengalaman aja. Waktu cari TK itu susah banget cari sekolah yang sesuai kriteria yang Chi mau. Padahal untuk playgroup & TK pilihannya lebih banyak dari SD. Cuma 1 sekolah yang sreg, ya disekolahnya Keke sekarang (Al-Alaq).

Menurut Chi Al-Alaq ini sekolah yang ramah. Setiap hari mereka memberikan laporan tertulis untuk orang tua mengenai pendidikan anak-anaknya. Tapi walaupun demikian mereka tetep terbuka untuk membicarakan/mendiskusikan tentang anak-anak kita. Chi termasuk yang lumayan sering bertanya, padahal setiap hari Chi kan nganter, udah gitu ada buku penghubungnya juga kan. Tapi rasanya tetep aja Chi merasa perlu bertanya sekali-kali. Dan mereka selalu terbuka untuk itu.

Keola itu gak bisa di paksa. Chi inget waktu pertama kali masuk sekolah, Keola gak mau lepas dari bundanya. Nempel terus. Tapi ini emang sifatnya Keola, kalo ketemu orang atau tempat baru pasti dia malu-malu dulu. Tapi kalo udah cair sih malu-maluin. Hehe... (engga ding.. Hehe..). Nah sekolahnya ini gak penah pasang target misalnya dalam seminggu Keke gak mau lepas juga dari bunda maka harus dipaksa (misalnya kelasnya dikunci, orang tua di suruh nunggu di luar). Ada loh sekolah yang gitu. Tapi di al-alaq gak kayak gitu. Mereka membiarkan Keke merasa nyaman dengan sendirinya karena menurut mereka tiap anak beda-beda sifatnya termasuk dalam hal beradaptasi. Malah waktu Chi yang di suruh sabar ma gurunya (abis sempet gemes liat Keke yang gak lepas juga. Hehe..).

Tapi Chi gak yakin kalo di SD akan nemuin sekolah yang ramah seperti ini. Dari jumlah muridnya aja SD swasta sekalipun lebih banyak dari TK (sekarang 1 kelas jumlahnya 10 anak - 2 orang guru). Ya akhirnya home schooling jadi pilihan deh.

post signature

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge