Rabu, 21 Mei 2008

Kok Berubah Sendoknya?

Kemarin Keke & Nai beli ice cream Wall's. Keke beli es yang batangan rasa buah (namanya lupa lagi). Kalo Naima yang mangkok rasa strawberry.

Keke : "Bun, kok sendok es nya berubah sih? Biasanya kan dari kayu, kenapa sekarang dari plastik".
Bunda : "Biar praktis aja kali Ke".
Keke : "Maksudnya?"
Bunda : Ya... kalo plastik kan lebih hemat biaya bikinnya"
Keke : "O... berarti kalo sendoknya dari kayu lebih mahal ya Bun"

Sebenernya ada sedikit rasa bersalah ketika menjelaskan seperti itu. Rasanya seperti mengajarkan anak untuk melihat sesuatu dari segi uang tanpa harus melihat efek samping lainnya. Maksudnya dari segi biaya produksi pembuatan sendok plastik mungkin lebih murah daripada sendok kayu. Tapi kalo ingat bahwa plastik baru bisa terurai setelah 300-500 tahun kemudian, rasanya Chi kok seperti mengajarkan anak untuk tidak cinta lingkungan ya..

Tapi di sini lagi-lagi Chi merasa kita selalu dihadapkan pada pilihan yang serba salah. Plastik kayu memang lebih ramah lingkungan. Tapi kalo kita ingat juga berapa banyak kayu yang di tebang tanpa kita melakukan penanaman kembali padahal untuk menumbuhkan 1 batang pohon aja itu kan butuh waktu yang gak sebentar. Dan dengan kita tidak melakukan penanaman kembali, bisanya cuma nebang, menurut Chi itu juga bisa diartikan kalo kita tidak cinta lingkungan loh.

Hm... emang harus hati-hati ya menjelaskan masalah lingkungan ini ke anak-anak. dan disini

post signature

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge